Matematika Melalui Pendekatan Realistics Mathematics Education (RME) dgn Pemecahan Masalah

Judul Skripsi : Efektivitas Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Realistics Mathematics Education (RME) dengan Pemecahan Masalah dan Pendekatan Realistics Mathematics Education (RME) Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa

A. Latar Belakang

RME dengan pemecahan masalah sebagai salah satu pendekatan baru dalam pembelajan matematika, juga mengajak siswa mematisasi kontekstual yaitu kegiatan pola pikir siswa yang dikembangkan dari hal-hal yang bersifat konkrit menuju hal-hal abstrak. Pembelajaran matematika dengan model realistik dengan pemecahan masalah pada dasarnya adalah pemanfaatan realita dan lingkungan yang dipahami siswa untuk memperlancar proses pembelajaran matematika sehingga mencapai tujuan pendidikan matematika yang lebih baik dari masa lalu. Realita yang dimaksud adalah hal-hal yang nyata atau konkrit yang dapat diamati dan dipahami siswa dengan membayangkan, sedangkan lingkungan adalah tempat dimana siswa berada (Soedjadi, 2003 :108).

Alternatif pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan RME. Menurut Ahmad Fauzan (2001) menyatakan bahwa RME memberikan kesempatan kepada kita untuk bertindak secara aktif mencari jawaban atas masalah yang dihadapi dan berusaha memeriksa, mencari dan menyimpulkan  sendiri secara logis, kritis, analitis dan sistematis. Cara ini akan mendorong siswa untuk meningkatkan penalaran dan berpikir secara bebas, terbuka dengan senang hati maka akan memperdalam pengetahuannya secara mandiri.Selain penggunaan pendekatan pembelajaran yang tepat, terdapat faktorfaktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar matematika, diantaranya adalah gaya belajar siswa, gaya belajar adalah cara yang lebih disukai dalam melakukan kegiatan berpikir, memproses dan mengerti suatu informasi. Hasil riset menunjukkan bahwa murid yang belajar dengan gaya belajar mereka yang dominan, saat mengerjakan tes, akan mencapai nilai yang jauh lebih tinggi  dibandingkan bila mereka belajar dengan cara yang tidak sejalan dengan gayabelajar mereka (Adi W . Gunawan, 2004 :139), ada bermacam-macam gaya belajar siswa yaitu gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah siswa yang diberi pembelajaran matematika melalui pendekatan RME dengan pemecahan masalah lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa yang diberi pembelajaran matematika melalui pendekatan RME pada materi segi empat?
  2. Apakah ada perbedaan prestasi belajar berdasarkan pada gaya belajar siswa yaitu gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik?

 

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui apakah siswa yang diberi pembelajaran matematika melalui pendekatan RME dengan pemecahan masalah lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa yang diberi pembelajaran matematika melalui pendekatan RME pada materi segi empat?

2. Untuk mengetahui apakah gaya belajar yang dimiliki siswa memberikan pengaruh yang berbeda terhadap prestasi belajar matematika.

 

D. Kesimpulan Skripsi

1. Prestasi belajar matematika siswa pada pokok bahasan bangun datar segi empat melalui pendekatan pembelajaran RME dengan pemecahan masalah lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa melalui pendektan pembelajaran RME.

2. Siswa pada pokok bahasan segi empat, antara masing-masing gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik mempunyai prestasi belajar yang sama.

 

E. Saran

1. Guru

Dalam proses pembelajaran pembelajaran, peran guru sebagai motivator dan fasilitator lebih dioptimalkan agar siswa lebih aktif sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

2. Peneliti yang lain

Menerapkan pendekatan pembelajaran RME dengan pemecahan masalah dan pendekatan RME untuk materi yang berbeda.

3. Kepada Pihak Sekolah

Memberi kebijakan-kebijakan yang dapat merangsang para guru agar bersedia mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa.