Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Korelasi Antar Sifat Komponen Hasil dan Sidik Lintas Tanaman Kepuh

Judul Skripsi : Kajian Korelasi Antar Sifat Komponen Hasil dan Sidik Lintas Tanaman Kepuh (Sterculia foetida Linn) terhadap Hasil dan Rendeman Minyak

A. Latar Belakang

Walaupun kepuh merupakan tanaman yang banyak bermanfaat bagi kehidupan, namun sekarang ini sudah sangat jarang ditemukan. Tanaman ini hanya ditemukan pada tempat-tempat keramat, dan sedikit dipinggiran sungai serta penampungan air. Keberadaan tanaman ini biasanya dalam satu lokasi tidak lebih dari satu pohon dengan rata-rata usia tanaman mencapai ratusan tahun. Faktor yang menyebabkan kelangkaan tanaman kepuh ini adalah belum diketahuinya manfaat atau faedah yang jelas. Suprapto (2003), menyatakan bahwa kehidupan kepuh di Indonesia dan di Jawa Tengah khususnya merupakan tanaman yang tergolong sangat langka dan perlu penanganan pelestarian serius.

Hasil eksplorasi dilokasi penelitian menunjukkan bahwa tanaman kepuh memiliki keragaman genetik yang tinggi dilihat dari penampilan fenotipenya. Adanya perbedaan fenotipe yang tinggi ini memungkinkan untuk dilakukan seleksi kearah perbaikan sifat. Bari et al., 1974, menyatakan bahwa apabila nilai keragaman genetik rendah berarti individu-individu dalam suatu populasi cenderung seragam, sebaliknya bila nilai keragaman genetik tinggi berarti individu dalam populasi tersebut berbeda-beda dan seleksi yang akan diterapkan lebih efektif sehingga peluang untuk memperoleh genotipe unggul semakin besar.

 

B. Perumusan Masalah Skripsi

  1. Bagaimana korelasi antar sifat-sifat komponen hasil pada aksesi kepuh?
  2. Bagaimana korelasi antar sifat-sifat komponen hasil terhadap hasil dan rendemen minyak?
  3. Karakter apa yang sifatnya berpengaruh langsung dan tidak langsung dari sifat komponen hasil terhadap hasil dan rendemen minyak?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui korelasi antar sifat-sifat komponen hasil.
  2. Mengetahui korelasi antar sifat-sifat komponen hasil terhadap hasil dan rendemen minyak.

 

E. Kesimpulan

1. Hasil korelasi antar sifat komponen hasil yang diamati menunjukkan bahwa sifat yang mempunyai korelasi positif sangat kuat adalah sifat jumlah cabang primer dengan sifat jumlah cabang sekunder, sifat jumlah buah/janjang dengan jumlah lokus/buah mempunyai korelasi negatif sangat kuat, sifat, jumlah buah/janjang dengan berat/buah mempunyai korelasi negatif cukup kuat, sedangkan sifat yang lain menunjukkan korelasi yang kurang kuat.

2. Hasil korelasi antar sifat komponen hasil yang mempunyai hubungan paling kuat dengan berat biji/pohon berturut-turut adalah jumlah cabang sekunder, sifat jumlah buah/janjang, sifat jumlah biji/lokus, sifat jumlah lokus/buah, sifat jumlah cabang primer dan sifat berat 100 biji. Sedangkan sifat komponen hasil yang mempunyai hubungan paling kuat dengan rendemen minyak berturut-turut adalah sifat berat 100 biji, jumlah cabang primer dan jumlah cabang sekunder.

3. Hasil analisis sidik lintas dan besar sumbangan total dari sifat komponen hasil terhadap berat biji/pohon, komponen hasil yang sangat efektif sebagai kriteria seleksi secara langsung berturut-turut adalah sifat jumlah cabang sekunder dengan sumbangan total sebesar 37,2108 %, sifat jumlah buah/janjang dengan sumbangan total sebesar 14,756 %, sifat jumlah biji/lokus dengan sumbangan total sebesar 14,284% dan sifat berat 100 biji dengan sumbangan total sebesar 11,009 %, sedangkan terhadap rendemen minyak komponen hasil yang sangat efektif sebagai kriteria seleksi secara langsung berturut-turut adalah sifat berat 100 biji dengan sumbangan total sebesar 20,7151 % dan sifat jumlah cabang primer dengan sumbangan total sebesar 8,8449 %, sedangkan kriteria seleksi tidak langsung pada sifat jumlah cabang sekunder melalui sifat jumlah cabang primer dengan sumbangan total sebesar 2,1996 %.