Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Koalisi Partai Politik Dalam Artikel Sebagai Wacana Koalisi Antar Partai Politik

Partai PolitikWacana Koalisi Parpol~ Memasuki tahun 2014, dalam dunia politik akan lahir sebuah sejarah baru tentang partai politik yang nantinya akan eksis dalam pemilihan capres dan cawapres. Misalnya saja dapat dilihat bahwa hasil hitung cepat yang dilakukan tidak memnuhi standart yang telah ditentukan.

Dari hasil hitung cepat pemilihan legislatif yang telah dilakukan tidak ada satupun partai politik yang masuk dalam kategori partai politik yang dapat dikatakan menang. Padahal pada dasarnya syarat unsutk mengusung Capres harus mampu merbut sebanyak 20 % kursi yang ada di DPR atau paling tidak mampu meraup suara sah pada saat Pileg sebanyak 25 %.

Hal tersebut semata-mata terjadi bukan tanpa alasan. Melihat dengan maraknya aksi pemegang kekuasaan di DPR berlomba-lomba mencuri perhatian masyarakat dengan banyaknya berita yang memberikan label “KORUPTOR” padanya tentu saja menurunkan semangat masyarakat berpartisipasi dalam Pemilu.

Jelas dan secara terang ini menjunjukkan respon masyarakat yang sudah lelah dengan perilaku dan kelakuan yang ada di senayan tersebut. Mereka dibuat gila dengan kekuasaan, dibuat gelap mata dengan adanya fasilitas sehingga mereka melupakan bahwa mereka hanya “pelayan rakyat”.

Ditambah lagi dengan berbagai wacana koalisi partai politik yang muncul dengan menduduki posisi tiga besar dalam perolehan PiLeg 2014 yaitu partai PDIP, GolKar, dan Gerindra. Ketiga partai inilah yang menjadi motor utama pengajuan Capres dari masing-masing partai.

Akan tetapi hal tersebut tidak membuat semangat masyarakat bangkit dalam pemilihan yang akan datang. Tentu saja sebodoh-bodohnya masyarakat akan lebih pintar jika belajar dari pengalaman koalisi partai politik terdahulu. Dan sekarang masyarakat hanya bertanya-tanya, apa besok yang terpilih mampu mengatasi segala masalah bangsa ?

Pengertian Koalisi Partai Politik

Secara makro, pengertian atau makna koalisi antar partai politik berarti penggabungan atau menyatunya berbagai partai politik untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, misalnya pembagian jatah kekuasaan di kabinet ataupun di parlemen atau soal pemenuhan harapan-harapan rakyat terutama kesejahteraan rakyat pada umumnya.

Secara mikro, maksud koalisi dapat mengandung 2 makna yaitu makna pragmatis (taktis) dan makna strategis. Makna koalisi strategis dibangun  guna pemenuhan kepentingan visi dan ideologi partai politik.

Tujuan Koalisi Partai Politik

Tujuan dari koalisi strategis biasanya ada 2 bagian, pertama secara bersama-sama membentuk satu pemerintahan kuat dan tahan lama. Tujuan kedua adalah membagi kekuasaan (power sharing) yang adil dan demokratis untuk tujuan memenuhi harapan-harapan rakyat pada umumnya. Makna pembagian kekuasaan (power sharing) di sini  bukan secara pragmatis untuk membagi jatah pos-pos kementrian yang strategis di pemerintahan tetapi para partai politik secara bersama-sama melakukan koalisi untuk kepentingan bangsa dan negara yang kokoh.

Kedudukan dan Fungsi Artikel

Dalam surat kabar, tabloid, majalah, jurnal atau buletin, kedudukan artikel sangat  strategis. Artikel termasuk salah satu dari tiga kelompok menu utama pers. Dua   kelompok menu utama yang lain adalah kelompok berita (news) dan kelompok iklan (advertising). Reputasi suatu surat kabar atau majalah terbangun karena   sajian berita-beritanya yang aktual melainkan juga karena ditunjang dengan kehadiran artikel-artikelnya yang ditulis oleh pakar dari latar belakang disiplin ilmu, profesi dan keahlian yang sangat beragam.

Demikian artikel yang berjudul Koalisi Partai Politik Dalam Artikel Sebagai Wacana Koalisi Antar Partai Politik. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu menambah luas wawasan Anda.

Artikel Yang Terkait: