Kinerja Bidan Desa Dalam Penatalaksanaan Bayi Baru Lahir Dengan Afiksia

Latar Belakang Pengaruh Kinerja Bidan Desa

Kinerja adalah proses pencapaian tugas yang diberikan kepada seseorang dan hasil yang dicapai seseorang dalam melakukan tugas spesifik atau aktivitas dalam suatu periode atau waktu tertentu. Dan perilaku seseorang akan menentukan hasil kerjanya (Robbins, 2006). Kinerja bidan dalam penanganan asfiksia dapat dinilai berdasarkan standar asuhan praktik kebidanan penanganan asfiksia neonatorum.

Kinerja Bidan Desa
Kinerja Bidan Desa

 

Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa kinerja bidan dalam penanganan asfiksia masih rendah (47%). Menurut Notoadmodjo (2007) bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi terbentuknya perilaku yaitu faktor intern meliputi; pengetahuan, motivasi, kecerdasan, emosi) dan faktor ekteren meliputi; kepemimpinan, fasilitas serta sosio budaya.Berdasarkan latar belakang di atas maka perlu diteliti ” Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Bidan Desa Dalam Penatalaksanaann Bayi Baru Lahir Dengan Asfiksia Neonatorum Di Wilayah Kabupaten Karanganyar”.

Perumusan Masalah

  1. Adakah hubungan antara pengetahuan dengan kinerja bidan desa dalam pelayanan penanganan asfiksia neonatarum di wilayah puskesmas Kabupaten Karanganyar ?
  2. Adakah hubungan antara motivasi dengan kinerja bidan desa dalam pelayanan penanganan asfiksia neonatarum di wilayah puskesmas Kabupaten Karanganyar?
  3. Adakah hubungan antara pelatihan dengan kinerja bidan desa dalam pelayanan penanganan asfiksia neonatarum di wilayah puskesmas Kabupaten Karanganyar ?
  4. Adakah hubungan secara bersama – sama antara pengetahuan, motivasi, pelatihan, dengan kinerja bidan desa dalam pelayanan penanganan asfiksia neonatarum di wilayah puskesmas Kabupaten Karanganyar?

Tujuan Penelitian

  1. Tujuan Umum
  • Menganalisis faktor – faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan desa dalam pelayanan penanganan asfiksia neonatarum di wilayah puskesmas Kabupaten Karanganyar.
  1. Tujuan Khusus
  • Menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan kinerja bidan desa dalam pelayanan penanganan asfiksia neonatarum di wilayah puskesmas Kabupaten Karanganyar.
  • Menganalisis hubungan antara motivasi dengan kinerja bidan desa dalam pelayanan penanganan asfiksia neonatarum di wilayah puskesmas Kabupaten Karanganyar.
  • Menganalisis hubungan antara pelatihan dengan kinerja bidan desa dalam pelayanan penanganan asfiksia neonatarum di wilayah puskesmas Kabupaten Karanganyar.
  • Menganalisis hubungan secara bersama – sama antara pengetahuan, motivasi, pelatihan dengan kinerja bidan desa dalam pelayanan penanganan asfiksia neonatarum di wilayah puskesmas Kabupaten Karanganyar.

Kesimpulan

  1. Ada hubungan antara pengetahuan dengan kinerja bidan desa dalam pelayanan penanganan asfiksia neonatarum di wilayah puskesmas Kabupaten Karanganyar pada hasil uji t dengan nilai sig. 0.030 (<0.05).
  2. Ada hubungan antara motivasi dengan kinerja bidan desa dalam pelayanan penanganan asfiksia neonatarum di wilayah puskesmas Kabupaten Karanganyar pada hasil uji t dengan nilai sig.0,044(<0.05).
  3. Ada hubungan antara pelatihan dengan kinerja bidan desa dalam pelayanan penanganan asfiksia neonatarum di wilayah puskesmas Kabupaten Karanganyar pada hasil uji t dengan nilai sig.0,013 (<0.05)
  4. Adakah hubungan secara bersama – sama antara pengetahuan, motivasi, pelatihan, dengan kinerja bidan desa dalam pelayanan penanganan asfiksia neonatarum di wilayah puskesmas Kabupaten Karanganyar pada hasil uji F dengan nilai sig.0,000 (<0.05).

Saran Pengaruh Kinerja Bidan Desa

  1. Puskesmas wilayah Kabupaten Karanganyar perlu meningkatkan kinerja bidan terutama dalam penanganan asfiksia bayi baru lahir, mengingat angka kematian bayi baru lahir dengan asfiksia tinggi di Kabupaten Karanganyar
  2. Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar perlu mencermati upaya penyelenggaraan pelatihan dari segi frekuensi, jenis dan materi pelatihan.