Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Keefektifan Kompres Tepid Sponge dalam Menurunkan Demam Pada Anak

Latar Belakang Masalah Kecerdasan Ibu Dalam Penyembuhan Penyakit Pada Anak

Dalam keperawatan komunitas, penanganan demam secara mandiri oleh orang tua khususnya ibu penting untuk dilakukan. Karena prognosis anak dengan demam dapat menjadi kejang demam yang merupakan salah satu gawat darurat anak apabila tidak segera ditangani. Teknik kompres Tepid Sponge merupakan teknik kompres yang mudah yang dapat dilakukan dengan mudah oleh tenaga kesehatan bahkan oleh orang tua khususnya ibu apabila telah mendapatkan pendidikan kesehatan. Data dari Puskesmas mumbulsari menyebutkan peningkatan pasien anak dengan demam pada bulan Nopember–Desember 2010 masing-masing 15, 17, dan 20 anak pada bulan Desember 2010 dimana 80% dari pasien adalah pasien Askeskin (PKM Mumbulsari, 2010).

Berdasarkan permasalahan diatas, penulis bermaksud melakukan penelitian yang akan menganalisis keefektifan teknik kompres Tepid Sponge yang dilakukan Ibu dalam menurunkan demam pada anak di Puskesmas Mumbulsari.

Perumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah yang telah dikemukakan tersebut di atas, maka masalah yang dikaji dalam penelitian ini dapat dirumuskan: Apakah teknik kompres Tepid Sponge yang dilakukan ibu efektif dalam menurunkan demam pada anak?

Tinjauan Pustaka

  1. Konsep Pendidikan Kesehatan

Semua petugas kesehatan telah mengakui bahwa pendidikan kesehatan penting untuk menunjang program-program kesehatan yang lain. Akan tetapi pada kenyataannya pengakuan ini tidak didukung oleh kenyataan.

  1. Konsep Anak

Memahami anak-anak dan pertumbuhan serta perkembangan mereka merupakan hal yang esensial untuk meningkatkan kesehatan dan menetapkan pola yang sehat.  Perawtan harus memiliki pemahaman yang jelas tentang pertumbuhan yang normal serta tahap perkembangan untuk membimbing dan meningkatkan kondisi normal dan untuk mendeteksi dan mencegah kondisi abnormal.

Masa prasekolah berkorelasi dengan tingkat prelogikal yang ditandai dengan pemikiran mistik, egosentris, dan pemikiran yang didominasi dengan persepsi bukan abstraksi. Pemikiran mistik meliputi animisme, dan kepercayaan yang tidak realistik tentang kekuatan dan harapan. Anak mungkin percaya bahwa hujan turun karena ada orang yang sedang membawa payung, matahari terbenam karena lelah, dan perasaan kecewa pada sibling yang membuat dia sakit (Kliegman et all., 2007).

Metode Penelitian

Analisis yang digunakan adalah t – test dengan P value perbedaan rerata penurunan suhu masing-masing kelompok pada menit ke-5=0,079, menit ke- 15=0,956, menit ke-30=0,030, menit ke-60=0,000, menit ke-90=0,032 dan menit ke-120=0,010.

Kesimpulan

  1. Penurunan suhu tubuh pada anak dengan perlakukan kompres konvensional maupun kompres hangat tepid sponge terjadi pada pengukuran suhu tubuh menit ke-5 sampai menit ke-90. Setelah itu suhu tubuh anak kembali naik.
  2. Perbedaan rerata penurunan suhu tubuh antara anak yang dilakukan kompres konvensional dan anak dengan kompres hangat tepid sponge terjadi pada mulai menit ke-30 sampai dengan menit ke-120. Pada menit ke-5 dan ke-15 tidak terdapat perbedaan penurunan suhu yang signifikan antara kedua kelompok.
  3. Kompres hangat tepid sponge yang dilakukan Ibu efektif dalam menurunkan suhu tubuh pada anak dengan demam.