Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Kebijakan Pemerintah dalam Pelaksanaan Deteksi Dini Tumbuh Kembang

Judul Tesis : Kebijakan Pemerintahan dalam Pelaksanaan Deteksi Dini Tumbuh Kembang

A. Latar Belakang Masalah 

Kendala yang lazim ditemui di lapangan adalah pada pelaksana deteksi dini tumbuh kembang balita dalam hal ini adalah bidan selaku penanggungjawab pelayanan kesehatan ibu dan anak. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kurang optimalnya bidan dalam pelaksanaan DDTK antara lain, beban kerja bidan yang overload, format penilaian DDTK dan sistem pelaporan yang kurang user friendly sehingga menyebabkan keengganan petugas dalam melaksanakan DDTK. Masalah pada kuantitas petugas, dari hasil evaluasi Puslitbang Sistem dan Kebijakan Kesehatan Propinsi Jawa Timur rasio tenaga kesehatan (perawat dan bidan) terhadap penduduk yang standartnya 1 : 1.000 fakta dilapangan masih jauh dari harapan, fakta yang ada perbandingannya mencapai 1 : 1.500-2.300 bervariasi pada tiap kabupaten dan kota yang ada di Indonesia.

Banyak upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan hasil pencapaian kegiatan deteksi dini tumbuh kembang balita salah satunya dengan mengadakan evaluasi faktor–faktor yang potensial menghambat keberhasilan program. Evaluasi dapat dilakukan secara berkala untuk mengetahui kinerja suatu kabupaten sehingga penentuan alokasi sumber daya daerah dapat lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan sebenarnya. Selain itu dapat dilakukan evaluasi besar anggaran yang dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan program disamping penetapan kebijakan pemerintah daerah dalam tehnis pelaksanaan dan target cakupan DDTK pada Kabupaten sesuai potensi yang dimiliki tiap–tiap daerah itu sendiri.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimana peranan bidan dalam pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang di Kabupaten Nganjuk?
  2. Bagaimana kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Nganjuk dalam pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang?

 

C. Kajian Teori

1. Pertumbuhan dan Perkembangan

  • Pengertian Pertumbuhan

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.

  • Pengertian Perkembangan

Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian. (Wong, 2004, 138)

2. Stimulasi Tumbuh Kembang Balita dan Anak Pra Sekolah Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

3. Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak

Deteksi dini tumbuh kembang anak adalah kegiatan/ pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak prasekolah.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini termasuk studi kasus (kualitatif) yang mengambil lokasi di Kabupaten Nganjuk. Data dalam penelitian ini meliputi kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah, peran bidan dalam melaksanakan DDTK dan hambatan–hambatan yang menyebabkan rendahnya cakupan DDTK di Kabupaten Nganjuk.

Sumber data yang dipilih mengutamakan perpektif emic, artinya mementingkan pandangan informan berkaitan dengan pelaksanaan program DDTK.

Pemgambilan sampel/ informan dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Pengumpulan datanya dilakukan dengan tehnik observasi, wawancara, dokumentasi dan gabungan/ triangulasi.

Analisis datanya dengan menggunakan model analisis interaktif. Model analisis ini, meliputi reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.

E. Kesimpulan

1. Peranan bidan dalam pelaksanaan stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang balita dan anak usia pra sekolah. Dari hasil pengolahan data dan analisis data yang telah dilakukan ditemukan bahwa bidan merupakan ujung tombak pelaksanaan program DDTK dan bertanggung jawab atas keberhasilan program DDTK di Kabupaten Nganjuk, hal ini kurang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam juknis dan juklak DDTK bahwa sebenarnya banyak pihak yang harus berperan dalam program ini antara lain orang tua, kader, tokoh masyarakat, guru TK dan petugas kesehatan lain.

2. Kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Nganjuk dalam pelaksanaan program stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang balita dan anak usia prasekolah. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah Kabupaten Nganjuk sudah cukup optimal antara lain sudah diselenggarakan beberapa sesi pelatihan DDTK dengan sasaran bidan meskipun belum mencapai seluruh bidan dan pihak yang harusnya ikut berperan dalam pelaksanaan program DDTK.

Incoming search terms: