Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Karakterisasi Senyawa Bioaktif Isoflavon dan Uji Aktivitas Antioksidan

Judul Skripsi : Karakteristik Senyawa Bioaktif Isoflavon dan Uji Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Etanol Tempe Berbahan Baku Koro Pedang (Canavalia ensiformis)

 

A. Latar Belakang Masalah 

Selama ini tempe kedelai yang dikonsumsi oleh masyarakat adalah tempe hasil fermentasi kedelai selama 36–48 jam. Lama waktu fermentasi tersebut merupakan lama waktu fermentasi kedelai untuk menghasilkan tempe yang paling optimum dari sisi cita rasa untuk dikonsumsi, tetapi lama waktu fermentasi yang optimum untuk menghasilkan ekstrak antioksidan khususnya isoflavon yang optimum belum diketahui. Koro pedang mempunyai ukuran biji yang relatif lebih besar (8 kali) dari ukuran biji kedelai, untuk itu perlu diteliti pula ukuran biji yang optimum disamping lama waktu fermentasi untuk menghasilkan ekstrak antioksidan khususnya isoflavon yang optimum.

Untuk memperoleh zat antioksidan alami, dapat dilakukan dengan cara ekstraksi tanaman menggunakan pelarut organik seperti, heksana, benzena, etil eter, kloroform, etanol atau metanol. Metanol 90 % merupakan pelarut optimum untuk mengekstrak isoflavon dari kedelai, namun penggunaanya untuk skala komersial masih perlu dikaji lebih lanjut karena bersifat toksik. Penelitian dengan menggunakan pelarut etanol untuk ekstraksi diharapkan dapat mengganti metanol untuk menghasilkan ekstrak antioksidan alami secara komersial, karena kepolaran etanol mendekati metanol dan relatif tidak beracun. (Susanto et al.,1998 dalam Ariani dan Hastuti, 2009). Untuk selanjutnya pada penelitian ini juga akan difokuskan pada ekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Isoflavon jenis apa sajakah yang terkandung dalam biji koro pedang dan produk tempenya bentuk utuh maupun rajang?
  2. Berapa lama waktu fermentasi optimum untuk menghasilkan aktivitas antioksidan yang optimum pada perlakuan fermentasi dengan biji bentuk utuh dan rajang?
  3. Bagaimana aktivitas antioksidan koro pedang bila dibandingkan dengan antioksidan alami (α-tokoferol, β-karoten, dan vitamin C) maupun antioksidan sintetis (BHT)?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Legume

Legume adalah tanaman dikotil setahun dan tahunan, sebagian besar legume sayuran dan legume bijian yang dibudidayakan adalah tanaman setahun.

Koro Pedang atau Jack Beans (Canavalia ensiformis)

  1. Daerah Asal dan Penyebarannya
  2. Morfologi Koro Pedang
  3. Kandungan Kimia Koro Pedang (Canavalia ensiformis)

Bahan Tempe

Tempe adalah produk fermentasi yang amat dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Metabolit Sekunder

Metabolit sekunder merupakan senyawa-senyawa yang terdapat pada spesies tertentu dan sangat khas untuk setiap spesies.

Definisi Isoflavon

Flavonoid adalah senyawa fenol yang terdapat pada seluruh tumbuhan, di bagian daun, akar, kayu, kulit, bunga, buah dan biji.

Antioksidan dalam Tubuh

Didalam tubuh kita memiliki sistem enzim antioksidan yang bekerja secara simultan mematabolisme radikal bebas sehingga tidak meninggalkan kerusakan pada jaringan (Hodgson dan Levi, 2000).

 

D. Metodologi Penelitian

Metode yang digunakan untuk ekstraksi isoflavon adalah metode maserasi dan untuk identifikasi isoflavon menggunakan metode HPLC.

Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH.

Analisis data untuk uji aktivitas antioksidan menggunakan metode General Linear Model – Univariete dan Compare Means – One Way Annova.

 

E. Kesimpulan

1. Pada tempe koro pedang utuh kandungan isoflavon total tertinggi adalah 0.786% yang terdiri dari kandungan isoflavon faktor-2 0.009%, daidzein 0.228%, glisitein 0.079%, dan genistein 0.469%. Pada tempe koro pedang rajang kandungan total isoflavon tertinggi adalah 0.590% yang terdiri dari kandungan isoflavon daidzein 0.226%, glisitein 0.077%, genistein 0.287%. Kandungan total isoflavon tertinggi pada tempe kedelai adalah 1.812% yang terdiri dari kandungan isoflavon faktor-2 0.064%, daidzein 0.586%, glisitein 0.306% dan genistein 0.856%.

2. Aktivitas antioksidan yang tertinggi untuk koro pedang utuh, koro pedang rajang dan kedelai adalah pada fermentasi 3 hari yaitu masing-masing 77.32% , 68.63%, dan 81.43%.

3. Koro pedang serta produk tempenya berpotensi dalam upaya pemanfaatan sebagai antioksidan alami walaupun kandungan isoflavonnya lebih kecil bila dibandingkan dengan kedelai dan produk tempenya, namun aktivitas antioksidannya lebih tinggi bila dibandingkan dengan β-karoten dan tidak berbeda nyata dengan vitamin C dan α-tokoferol.