Karakterisasi Labu Kuning (Cucurbita Moschata) berdasarkan Penanda Morfologi

Judul Skripsi : Karakteristik Labu Kuning (Cucurbita moschata) berdasarkan Penanda Morfologi dan Kandungan Protein, Karbohidrat, Lemak pada Berbagai Ketinggian Tempat

 

A. Latar Belakang Masalah

Varietas labu kuning yang ada di Indonesia sangat beragam dan biasanya dibedakan berdasarkan ukuran, bentuk dan warna buah. Ukuran buah ada yang kecil hingga jumbo, dengan berat berkisar antara 0.11-273 kg (Rayburn, et al., 2008). Bentuknya ada yang bulat, berbentuk mirip buah pir atau memanjang, sedangkan permukaannya bisa rata, halus, berbintil, berusuk atau berkerut. Warna kulit bervariasi dari hijau, putih, kuning oranye atau merah tergantung jenisnya (Weinsten et al, 2004; Tatum et al, 2006).

Labu kuning banyak tumbuh di kabupaten Wonogiri, Karanganyar dan Magetan yang berada dilerang gunung Lawu dengan kondisi lingkungan beragam pada kisaran ketinggian tempat 0 mdpl sampai dengan 3265 mdpl. Mengingat potensi yang dimiliki labu kuning sebagai sumber pangan alternatif, maka perlu penelitian lebih lanjut mengenai keragaman spesies labu kuning yang mempunyai karakter yang paling baik sehingga dapat dikembangkan untuk digunakan sebagai bahan pangan alternatif dengan mutu gizi dan nutrisi yang baik. Studi variasi labu kuning ini dilakukan berdasarkan karakterisasi morfologi dan kandungan protein, karbohidrat, lemak pada berbagai ketinggian tempat di pulau Jawa, khususnya di kabupaten Wonogiri, Karanganyar dan Magetan.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana keragaman tanaman labu kuning ( moschata) di berbagai ketinggian tempat berdasarkan penanda morfologinya?
  2. Bagaimana pengaruh ketinggian tempat terhadap kandungan protein, karbohidrat, lemak pada tanaman labu kuning (moschata)?
  3. Bagaimana korelasi antara kandungan protein, karbohidrat, lemak pada labu kuning ( moschata) dengan faktor lingkungan?

 

C. Landasan Teori

Labu Kuning (Cucurbita moschata)

Tanaman ini merupakan tanaman menjalar yang hidup semusim, setelah berbuah sekali kemudian mati (Suprapti, 2005).

Penanda Morfologi

Menurut Sriyono (2006), penanda morfologi merupakan penanda yang menggunakan sifat yang biasanya terekspresi dalam fenotif suatu jenis, misalnya bentuk, letak, ukuran dan warna dari bagian vegetatif maupun generatif suatu tanaman.

Biokimia Nutrisi Labu Kuning (Cucurbita moschata)

Kandungan gizi buah labu kuning terutama terdiri atas kalori, protein, lemak, karbohidrat, vitamin C, vitamin A, vitamin B dan air (Sudarto, 1993).

Pengaruh Lingkungan terhadap Pertu­­­­­­­­­mbuhan Tanaman

Tanaman memerlukan kondisi lingkungan yang optimum untuk dapat tumbuh dengan maksimal, kondisi tersebut meliputi tanah, ketersediaan air, ketinggian tempat dan intensitas cahaya.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi lapangan dimana sampel tanaman Cucurbita moschata diambil dari 3 kabupaten Wonogiri, Karanganyar, dan Magetan secara acak.

Metode yang digunakan untuk menguji kandungan protein, karbohidrat, lemak menggunakan Analisis Proximat.

Data morfologi yang meliputi batang, daun, bunga, buah dan biji serta kandungan biokimia diberbagai ketinggian tempat yang berbeda dianalisis dengan Anova dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT).

Hubungan antara faktor lingkungan dengan kandungan biokimia dilakukan uji Korelasi Pearson.

 

E. Kesimpulan

1. Diameter tangkai daun pada area ketinggian tempat 1201-1500 m dpl terjadi keragaman, permukaan daun berwarna hijau sampai hijau tua bercak; bunga C. moschata varietas bokor menunjukkan keragaman, putik dan benang sari berwarna orange hingga orange tua; kulit pada waktu muda menujukkan keragaman berwarna kuning, hijau sampai kehitaman; biji moschata varietas bokor menunjukkan keragaman berwarna keputihan, kekuningan hingga kecoklatan.

2. Area ketinggian 1-600 m dpl merupakan ketinggian tempat yang paling baik buah labu kuning menghasilkan protein, karbohidrat dan lemak. Kandungan protein terbanyak (2.45%) dan paling sedikit (0.31%), kandungan karbohidrat terbanyak (16.65%) dan paling sedikit (4.05%), kandungan lemak terbanyak (0.45%) dan paling sedikit (0.03%).

3. Tingkat hubungan yang terjadi antara faktor lingkungan dengan kandungan biokimia pada buah moschata yang tumbuh diberbagai area ketinggian tempat adalah semakin tinggi nilai pH tanah dan suhu udara, maka ada kecenderungan bahwa kandungan protein, karbohidrat, lemak semakin tinggi. Sedangkan semakin tinggi kelembaban tanah, maka ada kecenderungan bahwa kandungan protein, karbohidrat, lemak semakin rendah.