Kapasitas Aerobik Dan Anaerobik Pada Anak Laki-Laki Dan Perempuan Usia Dini

Latar Belakang Masalah Perbedaan Senam Pada Anak Laki-Laki dan Perempuan

Pendidikan jasmani merupakan fondasi dari perkembangan dan pembinaan olahraga nasional. Untuk itu, baik dan tidaknya pengelolaan dan pelaksanaan pendidikan jasmani di Sekolah sangat menentukan prestasi olahraga yang akan dicapai oleh suatu negara. Sebagai langkah konkrit untuk membenahi sistem pembinaan olahraga nasional adalah dengan memperbaiki pendidikan dengan cara menata kondisi minimal di sekolah-sekolah. Sehingga, pendidikan jasmani dan olah raga di tempat itu dapat berjalan. Perbaikan pendidikan, khususnya sekolah-sekolah lebih banyak pada penataan infrastruktur dan ketenagaan. Artinya, dalam konteks pendidikan jasmani, harus disiapkan guru pendidikan jasmani yang berkompeten agar kegiatan pelajaran pendidikan jasmani tak lagi menjadi mata pelajaran yang gersang. Pendidikan jasmani harus muncul sebagai proses pendidikan yang bersama-sama mata pelajaran lainnya dapat mengantarkan anak untuk menjadi peserta didik yang cerdas, terampil, dan sehat, seperti juga kecerdasan emosi, kecakapan sosialnya, di samping lebih peduli dengan soal lingkungan hidup (Lutan, 2002).

Berkaitan dengan pembinaan olahraga melalui pelaksanaan pendidikan jasmani di sekolah-sekolah, pola pembinaan usia dini yang dimasukkan dalam program Indonesia Bangkit (IB) merupakan program yang tidak bisa dipisahkan dari pembinaan olahraga melalui pendidikan jasmani. Ini disebabkan karena, secara umum anak usia dini merupakan anak yang sedang dalam masa sekolah baik SD, atau SMP. Namun demikian salah satu hal yang menjadi dasar dari keberhasilan dalam pembinaan usia dini adalah proses penyaringan anak usia sekolah sebagai calon bibit atlet (talent identification), untuk dibina sebagai bibit atlet dalam konteks pembinaan olahraga usia dini.

Perumusan Masalah

  • Analisis kapasitas aerobik
  1. Apakah ada perbedaan kapasitas aerobik antara anak yang dilahirkan dan tinggal di dataran tinggi dengan anak yang dilahirkan dan tinggal di dataran rendah?
  2. Apakah ada perbedaan kapasitas aerobik antara anak laki-laki dengan anak perempuan?
  • Analisis kapasitas anaerobik
  1. Apakah ada perbedaan kapasitas anaerobik antara anak yang dilahirkan dan tinggal di dataran tinggi dengan anak yang dilahirkan dan tinggal di dataran rendah?
  2. Apakah ada perbedaan kapasitas anaerobik antara anak laki-laki dengan anak perempuan?

 

Kajian Teori

Dalam upaya penyediaan energi, di dalam tubuh manusia terdapat dua sistem metabolisme sangat mendukung dan diperlukan sekali oleh atlet ketika berolahraga, sehingga kemampuan atlet dalam menampilkan gerak-gerakan teknik dalam suatu cabang olahraga lebih maksimal. Walaupun tidak ada atlet yang unggul dalam kemampuan kerja menggunakan kedua sistem penyediaan energi tersebut.

Metode Penelitian

Kapasitas Anaerobik

Yang dimaksud dengan kapasitas anaerobik dalam penelitian ini adalah kemampuan tubuh dalam melakukan kerja pada intensitas tinggi dengan menggunakan sistem energi alactic anaerobic dan lactacid anaerobic.

Simpulan

  • Analisis data kapasitas aerobik
  1. Ada perbedaan yang signifikan antara kapasitas aerobik pada anak dari wilayah dataran tinggi dan dataran rendah. Kapasitas aerobik pada anak dari wilayah dataran tinggi lebih baik dari pada dengan dataran rendah, rata-rata hasilnya masing-masing adalah 25.13 dan 24.12.
  2. Ada perbedaan kapasitas aerobik yang signifikan antara anak yang memiliki jenis kelamin laki-laki dengan jenis kelamin perempuan. Hasil kapasitas aerobik pada anak laki-laki lebih baik dari pada yang memiliki jenis kelamin perempuan, rata-rata hasilnya masing-masing adalah 26.03 dan 23.23
  • Analisis data kapasitas anaerobik
  1. Ada perbedaan yang signifikan antara kapasitas anaerobik pada anak dari wilayah dataran tinggi dan dataran rendah. Kapasitas anaerobik pada anak dari wilayah dataran tinggi lebih baik dari pada dengan dataran rendah, rata-rata hasilnya masing-masing adalah 35.98 dan 29.60.
  2. Ada perbedaan kapasitas anaerobik yang signifikan antara anak yang memiliki jenis kelamin laki-laki dengan jenis kelamin perempuan. Hasil kapasitas anaerobik pada anak laki-laki lebih baik dari pada yang memiliki jenis kelamin perempuan, rata-rata hasilnya masing-masing adalah 44.60 dan 20.98