Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Kajian Sinonim Nomina dalam Bahasa Indonesia

Judul Skripsi : Kajian Sinonim Nomina dalam Bahasa Indonesia

 

A. Latar Belakang Masalah

Makna kata nomina yang tergolong dalam pasangan sinonim memiliki kekhasan tersendiri yang memerlukan kejelian dan kedalaman analisis, sehingga persamaan dan perbedaan makna kata yang sekecil-kecilnya di antara pasangan sinonim tersebut dapat diperoleh. Hasil penganalisisan kata-kata dalam pasangan sinonim tersebut akan sangat membantu para pemakai bahasa dalam menggunakan kata-kata yang merupakan pasangan sinonim secara tepat. Jadi, tidaklah mengherankan jika hubungan makna yang banyak diteliti oleh para ahli linguistik Indonesia adalah hubungan kesinoniman (Umi Basiroh, 1992: 9). Namun, pembahasan kesinoniman tersebut kadang-kadang dirancukan dengan pembahasan kehiponiman.

Bertolak dari pemikiran di atas, peneliti terdorong untuk mengkaji perbedaan makna kata dalam pasangan sinonim nomina bahasa Indonesia. Hal itu dilakukan dengan pertimbangan bahwa pemakaian nomina dalam komunikasi sehari-hari relatif tinggi dan nomina dalam sebuah kalimat cenderung menduduki fungsi subjek, objek, atau pelengkap. Namun, dalam penelitian ini tidak semua nomina dianalisis karena pembagiannya dapat tumpang tindih dan rinciannya sangat banyak. Jadi, nomina yang akan dianalisis dalam penelitian inihanyalah nomina dasar (nomina yang hanya terdiri atas satu morfem (morfofonemik)).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah ciri pembeda makna seperangkat nomina bahasa Indonesia yang bersinonim?
  2. Bagaimanakah pemakaian kata-kata yang termasuk dalam suatu pasangan sinonim nomina bahasa Indonesia?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mengidentifikasi ciri pembeda makna seperangkat nomina bahasa Indonesia yang bersinonim.
  2. Mengidentifikasi ruang lingkup pemakaian kata-kata yang termasuk dalam pasangan sinonim nomina bahasa Indonesia.

 

D. Simpulan

Terkait dengan ciri pembeda makna seperangkat nomina bahasa Indonesia yang bersinonim.

  • Kebanyakan nomina dalam Bahasa Indonesia adalah bersinonim dekat (near synonym) dan tidak ada yang bersinonim mutlak.
  • Terdapat ciri semantik generic (umum) di antara pasangan nomina yang bersinonim, antara lain:
  1. Pasangan sinonim nomina yang terkait dengan manusia mempunyai ciri umum: benda berwujud (konkret), bernyawa, dan manusia.
  2. Pasangan sinonim nomina yang terkait dengan nomina tak bernyawa (konkret) mempunyai ciri umum: benda berwujud (konkret), benda mati, dan dapat dilihat.
  3. Pasangan sinonim nomina yang terkait dengan nomina tak bernyawa (abstrak) mempunyai ciri umum: benda tak berwujud (abstrak), terkait manusia, dan tidak terjangkau oleh pancaindra.
  • Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa ada beberapa kata yang selama ini dikelompokkan ke dalam sinonim, tetapi sebenarnya merupakan anggota dari kehiponiman.

Terkait dengan pemakaian kata-kata yang termasuk dalam suatu pasangan sinonim nomina bahasa Indonesia.

  • Pasangan nomina dalam Bahasa Indonesia yang bersinonim, ternyata hanya bersinonim dekat (near synonym). Hal itu disebabkan adanya ciri pembeda dalam pemakaian katakata bersinonim itu, yang meliputi:
  1. perbedaan rasa estetis pemakai bahasa (misalnya pemakaian kata untuk tujuan arkhaik, puitik, hormat, atau santai);
  2. perbedaan media kalimat yang menggunakan kata-kata bersinonim;
  3. ketidaklaziman penggunaan kata yang dianggap bersinonim; dan
  4. adanya pengaruh dialek dalam penggunaan kata-kata bersinonim.
  • Ditemukan dua kelompok nomina dasar dalam pemakaian kata-kata yang termasuk dalam suatu pasangan sinonim nomina bahasa Indonesia, yaitu:
  1. Nomina dasar asli, misalnya manusia, warung, kamar, rumah, dan lain-lain.
  2. Nomina dasar serapan, misalnya restoran, kafetaria, auditorium, dan lain-lain.