Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Kajian Sifat Teknis Agregat Lokal di Sekitar Kabupaten Blora

Judul Skripsi : Kajian Sifat Teknis Agregat Lokal di Sekitar Kabupaten Blora terhadap Durabilitas Campuran Laston

A. Latar Belakang Masalah 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat teknis agregat Rembang maupun agregat Pati. Dari pengujian terhadap agregat-agregat ini diharapkan diketahui sifat-sifat teknis agregat dan kinerja laston (asphalt concrete) yang menggunakan agregat-agregat tersebut, sehingga dapat diketahui durabilitas perkerasan yang bersangkutan. Laston dipilih karena jenis campuran inilah yang banyak digunakan sebagai perkerasan jalan di Kabupaten Blora. Jenis pengujian yang akan dilakukan untuk mengetahui sifat teknis pada agregat-agregat ini antara lain: uji berat jenis, uji penyerapan air, uji abrasi Los Angeles, uji agregat impact, uji kepipihan, dan uji kelekatan agregat terhadap aspal. Untuk mengetahui kandungan mineral dalam agregat, dilakukan pengujian petrografi.

Pengujian Marshall digunakan untuk mengetahui karakteristik Marshall. Untuk menilai durabilitas campuran beraspal, dilakukan pengujian kuat tarik tak langsung (indirect tensile strength, ITS), kuat tarik bebas (unconfined compressive strength, UCS) dan permeabilitas, sehingga akan diketahui campuran yang menggunakan agregat mana yang memiliki durabilitas yang lebih tinggi.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimana sifat teknis dan kandungan mineral agregat dari Kabupaten Rembang dan agregat dari Kabupaten Pati?
  2. Bagaimanakah perbandingan durabilitas campuran laston yang menggunakan agregat dari kedua quarry ditinjau dari kuat tarik tak langsung, kuat tekan bebas, dan permeabilitas?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui sifat teknis dan kandungan mineral agregat yang berasal dari Kabupaten Rembang dan agregat dari Kabupaten Pati.
  2. Memperoleh perbandingan durabilitas laston yang menggunakan agregat Rembang dan agregat Pati ditinjau dari kuat tarik tak langsung, kuat tekan bebas, dan permeabilitas.

 

D. Kesimpulan

1. Pada sifat teknis agregat, baik agregat Pati maupun Rembang memenuhi syarat sebagai bahan perkerasan jalan, kecuali pada agregat Rembang untuk nilai berat jenis dan kepipihan, serta agregat Pati untuk nilai kepipihan. Sifat teknis agregat Pati adalah sebagai berikut: berat jenis 2,68 gram/cm3, penyerapan air 1,82%, nilai abrasi Los Angeles 26%, kelekatan terhadap aspal >95%, nilai impak agregat 4,86%, dan indeks kepipihan 49,25%. Sifat teknis agregat Rembang adalah sebagai berikut: berat jenis 2,38 gram/cm3, penyerapan air 2,99%, nilai abrasi Los Angeles 37,6%, kelekatan terhadap aspal >95%, nilai impak agregat 10,45%, dan indeks kepipihan 43,98%. Kandungan mineral agregat Pati adalah plagioklas (30%), piroksen (25%), opak mineral (15%), dan massa dasar gelas (30%). Kandungan mineral agregat Rembang adalah plagioklas (50%), piroksen (10%), opak mineral (15%), hornblende (5%) dan massa dasar gelas (20%).

2. Durabilitas campuran yang menggunakan agregat Pati lebih tinggi dibandingkan dengan campuran yang menggunakan agregat Rembang. Hal ini berdasarkan bahwa campuran yang menggunakan agregat Pati memiliki nilai ITS lebih tinggi 30,95% dan nilai UCS yang lebih tinggi 41.73% dibanding campuran yang menggunakan agregat Rembang. Selain itu, campuran yang menggunakan agregat Pati lebih sulit dilalui air, ditunjukkan dengan koefisien permeabilitas yang lebih kecil, yaitu 1,6 x 10-4 cm/detik, sedangkan nilai permeabilitas campuran yang menggunakan agregat Rembang adalah 2,18 x 10-4 cm/detik.