Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Kajian Secara Optik Sensor Pergeseran Mikro Berbasis Fiber Optik Polimer Berdiameter Besar

Judul Skripsi : Kajian Secara Optik Sensor Pergeseran Mikro Berbasis Fiber Optik Polimer Berdiameter Besar

 

A. Latar Belakang Masalah 

Penelitian yang sudah dilakukan berkaitan dengan pemanfaatan pergeseran mikro pada fiber optik, salah satu diantaranya adalah penelitian Kulkarni et al (2006) dengan judul penelitian “Fiber optic micro-displacement sensor using coupler “. Jenis fiber optic yang digunakan adalah jenis multimode plastic berdiameter 1 mm, coupler 50:50, Laser model-501 (Newport) panjang gelombang sebesar 783 nm, output power 3 mW dan detector model-818-SL (Newport). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pada setiap pengambilan data dalam orde pergeseran sebesar 10 μm, diperoleh daerah kerja penelitian dengan rentang 0-5,5 mm. Pada daerah kerja penelitian tersebut range sensor pergeseran mikro yang digunakan sebesar 1 mm. dari range sensor sebesar 1 mm tersebut, range linieritasnya 1 mm, dengan resolusi 10 μm dengan standar deviasi sebesar 0,051 dengan sensitivitas sebesar 6.28 μW /mm.

Dalam kesempatan ini dilakukan penelitian terhadap fiber optik jenis multimode dengan diameter yang lebih besar untuk kepentingan pembuatan berbagai macam sensor yang memanfaatkan pergeseran mikro. Di dalam penelitian ini akan divariasi Receiving output fiber dari satu gandengan hingga 4 gandengan, selain itu jarak antara input fiber dengan receiving output fiber akan divariasi dengan jarak 0 mm, 1 mm, 2 mm dan 3 mm.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah pengaruh C terhadap intensitas sinar laser yang ditransmisikan pada fiber optic berdiameter 3 mm?
  2. Bagaimanakah pengaruh pergeseran mikro terhadap intensitas sinar laser yang ditransmisikan pada variasi jarak antara input fiber terhadap receiving ouput fiber yaitu jarak 0 mm, 1 mm, 2 mm, dan 3 mm?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk menentukan pengaruh pergeseran mikro terhadap intensitas sinar laser yang ditransmisikan pada fiber optic berdiameter 3 mm.
  2. Untuk menentukan pengaruh pergeseran mikro terhadap intensitas sinar laser yang ditransmisikan pada variasi jarak antara input fiber terhadap receiving ouput fiber yaitu jarak 0 mm, 1 mm, 2 mm, dan 3 mm.

 

D. Kesimpulan Skripsi

  1. Pada fiber optic berdiameter 3 mm diperoleh nilai NA sebesar 0,625 dan jumlah mode maksimum yang dapat diterima oleh receiving output fiber sebesar 5,3 x 103. Dengan jumlah mode 5,3 x 103 tersebut menghasilkan nilai tegangan puncak-puncak maksimum sebesar 296 mV pada skala pergeseran 2,90 mm. Rentang skala pergeseran mikro yang terbentuk melebihi 10 mm. Ukuran diameter fiber optic berpengaruh terhadap jumlah mode yang diterima oleh receiving output fiber. Jadi semakin besar diameter suatu fiber optic maka semakin besar pula rentang skala pergeseran mikronya.
  2. Nilai slopenya sebesar 44 dengan standard error 9. Selanjutnya bertambahnya variasi jarak antara input fiber terhadap receiving output fiber juga mempengaruhi letak nilai tegangan puncak-puncak maksimum pada skala pergeseran hal itu terlihat dari nilai slope nya sebesar 0,56 dengan standar error 0,04 atau dengan kata lain puncak grafik semakin bergeser kekiri seiring bertambahnya jarak antara input fiber terhadap receiving output fiber. Variasi jarak antara input fiber dengan receiving output fiber yang paling miring pada slope kiri adalah variasi jarak 3 mm yaitu 0,331 dengan standar error sebesar 0,015. Sedangkan pada slope kanan, adalah variasi jarak 0 mm yaitu 0,088 dengan standard error sebesar 0,002.