Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Kajian Novel Karya Ahmad Tohari dan Karya Purwadmadi Admadipurwa

Judul Skripsi : Kajian Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari dan Novel Sinden Karya Purwadmadi Admadipurwa

A. Latar Belakang Masalah 

Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan novel Sinden karya Purwadmadi Admadipurwa, merupakan dua novel yang menggambarkan warna kehidupan sosial budaya masyarakat golongan bawah. Novel Ronggeng Dukuh Paruk diterbitkan tahun 1982 mengisahkan tentang pergulatan penari ronggeng yang terletak di dusun terpencil pada pedukuhan Paruk pada masa pergolakan komunis. Di mana tanpa disadari seni ronggeng dimanfaatkan dalam berpolitik. Begitu juga dalam novel Sinden yang mengisahkan sosok perempuan yang ingin menjadi sinden sejati yang mumpuni dalam perjuangannya terjadi tindak penganiayaan untuk keluarganya oleh penguasa yaitu seorang priyayi.

Penulis tertarik mengkaji novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan novel Sinden karya Purwadmadi Admadipurwa dengan pendekatan intertekstualitas. Pengkajian kedua novel tersebut dengan menganalisis struktur kedua novel kemudian menemukan benang merah berupa persamaan dan perbedaan dari novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan novel Sinden karya Purwadmadi Admadipurwa, serta mencari nilai-nilai pendidikan yang terkandung pada kedua novel tersebut. Sehingga akan memberikan jawaban dari permasalahan dan mempermudah dalam memahami novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan novel Sinden karya Purwadmadi Admadipurwa, sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap karya sastra.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah persamaan dan perbedaan unsur pembangun novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan novel Sinden karya Purwadmadi Admadipurwa ?
  2. Bagaimanakah nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan novel Sinden karya Purwadmadi Admadipurwa ?

 

C. Tujuan Penelitian Skripsi

  1. Mendeskripsikan dan menjelaskan persamaan dan perbedaan unsur pembangun novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan novel Sinden karya Purwadmadi Admadipurwa.
  2. Mendeskripsikan dan menjelaskan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan novel Sinden karya Purwadmadi Admadipurwa.

 

D. Simpulan

1. Hubungan intertekstual berdasarkan keterkaitan unsur pembangun novel, novel Ronggeng Dukuh Paruk sebagai hipogram dan novel Sinden sebagai transformasinya. Persamaan dan perbedaan unsur-unsur struktur novel. Persamaan: tema pada kedua novel yaitu sosial budaya, perjuangan wong cilik sebagai penari ronggeng dan pesinden, penokohannya menggunakan tokoh wanita muda belia yang cantik belia, alur kedua novel menggunakan alur maju, setting waktu sekitar tahun 1960-an. Perbedaan: penokohan pada novel Ronggeng Dukuh Paruk tokoh utama Srintil menjadi ronggeng karena panggilan, sedangkan untuk novel Sinden tokoh uatama Tumi karena cita-cita, latar tempat pada novel Sinden menggunakan latar desa yang agak maju (dibawah pimpinan Priyayi) sebagai latar primer yaitu desa Sumberwungu, sedangkan novel Ronggeng Dukuh Paruk menggunakan latar pedukuhan terpencil, miskin, terbelakang yaitu dukuh Paruk, setting sosial novel Ronggeng Dukuh Paruk menghadirkan sosial kemasyarkatan masyarakat pedesaan dengan penuh keluguan dan kesederhanaan, sedangkan segi sosial novel Sinden menghadirkan latar suasana masyarakat campuran antara wong cilik dan priyayi yang penuh keangkuhan.

2. Nilai pendidikan novel Ronggeng Dukuh Paruk dan novel Sinden ialah nilai pendidikan religius, nilai pendidikan budaya, nilai pendidikan sosial, dan nilai pendidikan moral. Keempat nilai pendidikan tersebut terintegrasi dan diwujudkan dalam kedua novel masing-masing melalui penggambaran perwatakan para tokoh-tokohnya.