Novel Perempuan Berkalung Sorban Karya Abidah El Khalieqy dan Pintu Karya Fira Basuki (Kajian Intertekstualitas dan Nilai Pendidikan)

Latar Belakang Masalah Kajian Dua Novel

Dasar intertekstualitas adalah analisis struktur karya sastra dari unsur intrinsik dan ekstrinsiknya, kemudian menganalisis hubungan struktur karya sastra untuk menemukan persamaan dan perbedaan yang dijumpai di dalam kedua novel di atas. Analisis unsur ekstrinsik berupa nilai-nilai pesan antara lain nilai moral, nilai sosial budaya, nilai religi dan nilai falsafi yang disampaikan oleh pengarangnya (Jakob Sumardjo, 1999: 9).

Pendekatan intertekstualitas dalam penelitian ini untuk memperjelas pemahaman terhadap novel PBS karya Abidah El Khalieqy dan PT karya Fira Basuki yang di dalamnya sarat akan simbolisasi. Sehingga akan memberikan jawaban akan permasalahan-permasalahan yang ada pada kedua novel tersebut.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah struktur naratif novel PBS karya Abidah El Khalieqy dan PT karya Fira Basuki?
  2. Bagaimana unsur-unsur pembentuk struktur novel PBS karya Abidah El Khalieqy dan PT karya Fira Basuki?
  3. Apakah persamaan dan perbedaan unsur-unsur struktur novel PBS karya Abidah El Khalieqy dan PT karya Fira Basuki?

Kajian Teori, Penelitian Yang Relevan, Dan Kerangka Berpikir

  • Pendekatan Kajian Sastra

Pendekatan kajian yang dapat digunakan untuk menelaah novel sangat beragam, namun berikut ini disampaikan beberapa pendekatan kajian sastra. Hal ini dikandung maksud sebagai dasar kajian perlu mengetahui asumsi karya sastra sesuai pendekatan yang digunakan dalam mengkaji karya sastra.

  1. Pendekatan Struktural
  2. Pendekatan Intertekstualitas
  • Nilai Pendidikan dalam Novel
  1. Pengertian Nilai

Pada dasarnya yang maksud dengan nilai adalah sifat-sifat, hal-hal yang penting dan berguna bagi kemanusiaan. Dengan kata lain, nilai adalah aturan yang menentukan sesuatu benda atau perbuatan lebih tinggi, dikehendaki dari yang lain (Atar Semi, 1988:54).

  1. Pengertian Pendidikan

Dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I ketentuan umum pasal 1 disebutkan bahwa: ”Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara” (dalam Soedomo Hadi: 2003: 108). Dari beberapa pendapat tentang nilai pendidikan yang terdapat dalam karya sastra dapat disimpulkan bahwa ada beberapa nilai pendidikan yang bisa diperoleh dari sebuah cerita (dalam hal ini novel). Nilai pendidikan itu diantaranya adalah yang berhubungan dengan sosial, budaya, kemanusiaan, religi/agama, dan moral.

Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif–deskriptif.

Teknik pengumpulan data yang digunakan: teknik interaktif meliputi observasi berperan dan focus group discussion. Teknik noninteraktif meliputi mencatat dokumen atau arsip (content analysis), observasi tak berperan, teknik simak dan catat, dan teknik riset pustaka.

Dalam melakukan pengumpulan data, peneliti menyadari bahwa posisi dan peran utamanya adalah sebagai alat pengumpul data (human instrument), sehingga kualitas data yang diperoleh akan bergantung dari kualitas penelitinya.

Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan teknik analisis model analisis interaktif dengan tiga alur kegiatan: (1) reduksi data; (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan atau verifikasi.

Simpulan

  1. Struktur Naratif Novel PBS dan Pintu

Struktur naratif PBS mengisahkan kehidupan Annisa. Kisah ini didasarkan pada novel karya Abidah El Khalieqy, Kisah pengorbanan seorang perempuan, anak kyai salafiah sekaligus seorang ibu dan isteri. Annisa (23 tahun), seorang perempuan dengan pendirian kuat, cantik dan cerdas. Annisa hidup dalam lingkungan keluarga kiai di pesantren yang kolot. Struktur naratif Pintu dimulai dari pernikahan tokoh aku (Bowo) dengan Aida mantan kekasihnya.

  1. Unsur-unsur Struktur Pembentuk Novel PBS dan Pintu

Tema dalam novel PBS secara umum pengarang ingin mengungkapkan bahwa perlunya pengakuan eksistensi perempauan. Sedangkan Tema novel Pintu,  menceritakan tentang kehidupan sosial tokoh utama dari masa sekolah dan para wanitanya. Budaya Jawa dalam novel ini sangat kental. Dengan demikian, tema sentral dalam novel ini adalah keluhuran budi pekerti seseorang yang tercabut dari akar budayanya. Alur novel PBS dan Pintu bila dikaji secara cermat menggunakan model alur yang sama, yaitu alur konvensional yang sama. Penokohan tokoh utama dalam novel PBS adalah Annisa Nuhaiyyah. Setting waktu novel PBS dan Pintu tidak ada persamaan, kecuali yang terkait dengan perubahan suasana misalnya penggambaran suasana pagi, siang, dan malam. Dalam novel PBS tidak secara tersirat maupun tersurat dijelaskan kapan peristiwa itu terjadi. Namun novel Pintu secara gamblang disebutkan waktunya. Sehingga dalam Pintu secara terperinci dapat dicermati dengan detail.

  1. Nilai Pendidikan dalam Novel PBS dan Pintu

Nilai pendidikan sosial dalam novel PBS, bahwa pendidikan sosial sebaiknya dan seharusnya ditanamkan sejak kecil seperti yang dilakukan oleh orang tua Nisa. Nilai pendidikan sosial dalam novel Pintu, bahwa pendidikan sosial sebaiknya ditanamkan sejak kecil seperti yang dilakukan oleh Papa-Mama Bowo. Dengan demikian, kedua novel tersebut selalau mengingatkan kepada manusia untuk selalu memiliki jiwa sosial, ingat kepada orang sekeliling kita.