Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Kajian Kualitas Air Kolam Ikan Bawal pada Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI)

Judul Skripsi : Kajian Kualitas Air Kolam Ikan Bawal pada Kelompok Pembudidayaan Ikan (KPI) Mina Mulya Tempelsari, Maguwoharjo, Depok, Sleman, di Yogyakarta

A. Latar Belakang Masalah 

Air sungai yang sudah digunakan untuk mengaliri kolam ikan Bawal ini, selanjutnya akan dipakai untuk mengaliri daerah pertanian. Namun pemanfaatan air untuk usaha perikanan akan membawa perubahan-perubahan baik terhadap kualitas maupun kuantitasnya. Dampak tersebut disebabkan oleh masuknya polutan ke air sungai Kuning sehingga air sungai akan turun kualitasnya dan seberapa besar penurunan kualitas air sungai Kuning tersebut, akan dapat diketahui dengan melakukan suatu penelitian. Jika melihat sepintas dari air sungai/Kali Kuning yang akan digunakan untuk mengisi kolam ikan Bawal di KPI Minamulya, air sungainya cukup jernih/tidak keruh, dan volume airnya relatif sedikit. Sesudah dibendung, maka volume air sungai Kuning menjadi banyak dan ketersediaannya menjadi terjaga. Salah satu pemanfaatannya yaitu untuk mengaliri kolam ikan Bawal tersebut. Namun sesudah digunakan pada kolam ikan, tentu air kolam tersebut akan berubah kualitasnya, namun seberapa jauh perubahan kualitas air kolam ikan Bawal tersebut, ini belum jelas.

Semua hal inilah yang melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian air kolam ikan Bawal tersebut untuk tesis dengan judul ”KAJIAN KUALITAS AIR KOLAM IKAN BAWAL PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN (KPI) MINA MULYA TEMPELSARI, MAGUWOHARJO, DEPOK, SLEMAN, D.I.YOGYAKARTA”.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimana kualitas air kolam ikan Bawal KPI Mina Mulya jika ditinjau dari sifat fisika dan sifat kimianya?
  2. Bagaimana derajat/tingkat eutrofikasinya?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui kualitas air kolam ikan Bawal KPI Mina Mulya jika ditinjau dari sifat fisika dan sifat kimianya.
  2. Untuk mengetahui derajat/tingkat eutrofikasinya.

 

D. Kesimpulan Skripsi

1. Secara umum, kualitas air yang masuk dan keluar kolam ikan Bawal secara fisik yang ditinjau dari suhu, TDS, dan TSS maka kualitas air masih cukup baik. Namun secara kimia yang di tinjau dari nilai pH, DO, COD, BOD, NH3, NO3-, dan PO4-3, kualitas air menurun, meskipun penurunan tidak terlalu signifikan dan masih bisa digunakan untuk mengairi pertanian.

2. Derajat eutrofikasinya, dapat dilihat dari kadar nitrat dan pospat, yaitu bahwa dengan memberikan makanan alternatif yang berupa sisa makanan (50 kg/hari/kolam kurang lebih 500m2) ke kolam ikan Bawal, menimbulkan nitrat sebanyak 0,35-4,43 mg/l, sedangkan Baku Mutu Lingkungan untuk nitrat adalah 10 mg/l artinya kualitas air kolam jika ditinjau dari kadar nitrat adalah masih baik dan dapat digunakan untuk pertanian. Sedangkan kadar pospat yang terkandung dalam air kolam ikan adalah 0,6701 – 0,9126 mg/l dan ini lebih tinggi dari Baku Mutu Lingkungan untuk pospat yaitu 0,2 mg/l, artinya kualitas air kolam ditinjau dari kandungan pospat adalah tidak baik. Berdasarkan hal tersebut maka derajat/tingkat eutrofikasinya adalah tinggi.

 

E. Saran

1. Suasana di sekitar kolam ikan yang panas, dapat ditanggulangi dengan cara menanam vegetasi alam seperti menanam pohon-pohon yang rindang di sekitar kolam.

2. Adanya dana untuk pelestarian lingkungan yang diambilkan dari nilai jual produk ikan Bawal sebesar 10% untuk pelestarian lingkungan seperti mengeruk lumpur dan sisa-sisa makanan ikan yang ada di dasar kolam yang akan menimbulkan pendangkalan kolam dan membuat kualitas air kolam ikan menjadi menurun, juga untuk membeli bibit-bibit pohon yang akan ditanam di sekitar kolam ikan.