Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Kajian Ketahanan pada Pertumbuhan Awal Beberapa Klon Kakao Terhadap Cekaman Kekeringan

Judul Skripsi : Kajian Ketahanan pada Pertumbuhan Awal Beberapa Klon Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Cekaman Kekeringan

 

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

Dalam mengantisipasi kondisi kering di wilayah pengembangan kakao perlu diketahui hibrida atau klon yang toleran dengan kondisi tersebut, dengan demikian untuk wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan maka digunakan hibrida atau klon tersebut.

Untuk itu, perlu diketahui respon tanaman kakao terhadap cekaman kekeringan, baik pada tingkat perkecambahan dengan menggunakan senyawa PEG 6000 maupun pada tingkat tanaman dengan menggunakan metode penyaringan hambatan pertumbuhan pada berbagai tingkat kadar lengas tanah di pot percobaan.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimana tanggap beberapa klon kakao terhadap tingkat kadar larutan PEG (Poly Ethylene Glycol) 6000 pada tahap perkecambahan dalam upaya penyaringan ketahanan terhadap cekaman kekeringan.
  2. Bagaimana perubahan morfo-fisiologi tanaman kakao pada pertumbuhan awal dalam keadaan cekaman kekeringan pada tingkat kadar lengas tanah yang berbeda.

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Tujuan Umum

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mendapatkan bahan tanam kakao yang toleran terhadap cekaman kekeringan sehingga dapat digunakan langsung sebagai bahan tanam atau digunakan sebagai batang bawah dalam proses okulasi dan penyambungan.

  1. Tujuan Khusus

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tanggap morfofisiologi tanaman kakao pada pertumbuhan awal dalam keadaan cekaman kekeringan.

 

D. Kesimpulan

1. Pertumbuhan bibit kakao mulai terganggu aktivitas morfo-fisiologinya secara nyata pada kadar lengas tanah 50% kapasitas lapang.

2. Penyaringan ketahanan genotipe kakao terhadap cekaman kekeringan dengan metode pengurangan air dari kapasitas lapang, sebaiknya dilakukan pada kondisi 25% lengas tanah tersedia.

3. Penyaringan ketahanan genotipe kakao terhadap cekaman kekeringan pada tingkat perkecambahan, sebaiknya menggunakan kadar larutan PEG pada konsentrasi 20% (berat/volume).

4. Berdasarkan toleransinya terhadap kadar lengas tanah rendah, klon SCA 6 merupakan klon yang paling tahan/toleran terhadap kadar lengas tanah rendah/cekaman kekeringan.

5. Berdasarkan variabel daya kecambah dan indeks vigornya, penyaringan ketahanan genotipe kakao terhadap cekaman kekeringan dengan menggunakan kadar larutan PEG menunjukkan bahwa klon SCA 6 merupakan genotipe yang paling tahan terhadap cekaman kekeringan.

6. Peningkatan cekaman kekeringan menyebabkan terjadinya peningkatan kadar prolin daun. Bahan tanam yang tahan kekeringan (klon SCA 6) menunjukkan kandungan prolin yang tinggi pula.

7. Pada penelitian ini; berat berangkasan kering, kadar prolin daun, daya kecambah dan indeks vigor merupakan tolok ukur yang baik untuk mengetahui ketahanan tanaman kakao terhadap cekaman kekeringan.