Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Kajian Intertekstual dan Nilai Pendidikan Novel Sang Pemimpi dan Novel Ranah 3 Warna

Judul Skripsi : Kajian Intertekstual dan Nilai Pendidikan Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata dan Novel Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi

A. Latar Belakang Masalah

Peristiwa yang dialami tokoh-tokoh dalam kedua novel tersebut dapat membuka pandangan bahwa pendidikan sangatlah penting. Untuk bisa mendapatkan pendidikan yang layak harus berjuang dengan keras agar keberhasilan dapat dicapai.  Novel tersebut berisi perjuangan anak remaja untuk mendapatkan pendidikan agar dapat meraih cita-cita dan keberhasilan.  Penulis tertarik mengkaji novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi dengan menggunakan pendekatan intertekstual.

Pengkajian yang akan dilakukan adalah dengan menganalisis struktur yang ada dalam kedua novel kemudian menemukan benang merah berupa hubungan persamaan dan perbedaan dari novel tersebut serta menemukan nilainilai pendidikan yang terkandung dalam novel Sang Pemimpi dan Ranah 3 Warna, sehingga dapat memberikan jawaban atas permasalahan dan mempermudah dalam memahami kedua novel tersebut sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap karya sastra.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana persamaan dan perbedaan unsur-unsur struktur novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi dengan pendekatan intertekstualitas?
  2. Bagaimana nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mendeskripsikan dan menjelaskan persamaan dan perbedaan unsur-unsur struktur novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi dengan pendekatan intertekstualitas.
  2. Mendeskripsikan dan menjelaskan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam novel novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi.

 

D. Simpulan

  • Hubungan Intertekstual Novel Sang Pemimpi dan Ranah 3 Warnaberkaitan dengan Struktur Novel
  1. Tema yang terdapat dalam kedua novel memiliki persamaan yaitu perjuangan dalam mengarungi kehidupan serta kepercayaan terhadap kekuatan sebuah mimpi, cita-cita atau pengharapan .
  2. Plot atau alur dalam kedua memiliki persamaan. Novel Sang Pemimpi dan Ranah 3 Warna sama-sama memiliki plot atau alur campuran (perpaduan antara alur maju dan alur mundur)
  3. Tokoh utama kedua novel memiliki karakter yang pantang menyerah, rela berjuang untuk meraih semua keinginan dan cita-citanya, dapat dikatakan terkait dengan penokohan novel Sang Pemimpi merupakan hipogram dan novel Ranah 3 Warna sebagai transformasinya.
  • Nilai-nilai Pendidikan dalam Novel Sang Pemimpi dan Ranah 3 Warna
  • Nilai Pendidikan Moral
  1. Nilai Pendidikan Moral dalam Novel Sang Pemimpi: Dalam novel Sang Pemimpi pengarang menulis melalui gaya bahasa sarkasme yaitu gaya bahasa sindiran yang paling kasar dalam pengungkapannnya supaya manusia memahami dan menghayati etika ketika berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat.
  2. Nilai Pendidikan Moral dalam Novel Ranah 3 Warna: Setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan. Dalam setiap kesempatan dan kondisi tertentu, tetaplah menjadi diri sendiri dan berlaku baik dalam segala hal, termasuk bersikap jujur.
  • Nilai Pendidikan Religius (Agama)
  1. Nilai Pendidikan Religius (Agama) dalam Novel Sang Pemimpi Tokoh-tokoh dalam novel Sang Pemimpi mencerminkan tokoh yang taat beragama dengan mengaji setiap hari.
  2. Nilai Pendidikan Religius (Agama) dalam Novel Ranah 3 Warn Taat dan patuh selalu kepada orang tua, saat orang tua masih hidup hingga meninggal. Ketika sudah meninggalpun anak harus mengirim doa untuknya.