Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Kajian Gebyok dan Makna Simbol Ragam Hias pada Rumah Kudus

Judul Skripsi : Kajian Gebyok dan Makna Simbol Ragam Hias pada Rumah Kudus

 

A. Latar Belakang Masalah

Pergeseran nilai memang sudah terjadi sesuai dengan perubahan dan perkembangaan zaman. Suatu realitas yang tidak mungkin dihindari, dan itu berpengaruh langsung terhadap eksistensi seni kriya dan kerajinan. Kondisi-kondisi dalam dan sosio-kultural yang membentuk seni kriya dewasa ini, sangat berbeda dengan kondisi-kondisi masa lampau ketika norma-norma dan sistem nilai telah berkembang secara kompleks dalam struktur yang rumit oleh spesifikasi disiplin yang khas.

Perubahan yang terjadi di pengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi yang semakin canggih, dan perubahan seni itu sendiri. Hal ini sesuai dengan pendapat J.W.M. Bakker SJ dalam Filsafat Kebudayaan, Sebuah Pengantar mengatakan “perubahan itu berasal dari pengalaman baru, pengetahuan baru, teknologi baru dan akibatnya dalam penyesuaian cara hidup dan kebiasaan kepada situasi baru” (Bakker, 1984:113).

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimana bentuk gebyok dan ragam hias pada gebyok Kudus saat ini, yang merupakan hasil budaya masyarakat Kudus?
  2. Bagaimana pengaruh perubahan gebyok dan makna simbol ragam hias pada gebyok dalam kehidupan budaya masyarakat Kudus saat ini?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mendikripsikan gebyok dan perubahannya serta ragam hias pada gebyok Kudus saat ini yang merupakan hasil budaya masyarakat Kudus
  2. Merumuskan pengaruh perubahan gebyok dan makna simbol ragam hias pada gebyok dalam kehidupan budaya masyarakat Kudus saat ini.

 

D. Kesimpulan

1. Rumah Adat Kudus dibangun oleh masyarakat yang kebanyakan berprofesi sebagai pedagang, salah satu bagian rumah Kudus yang sangat terkenal dan banyak yang diproduksi oleh perajin adalah gebyok yang menjadi pembatas antara jogosatru dengan ruang tengah, mempunyai ragam hias yang sangat komplek, ragam hiasnya mencerminkan pengaruh yang kuat dari budaya Hindu Buda, Cina, Islam dan Eropa. Ragam hias gebyok yang merupakan salah satu hasil karya seni yang perwujudannya berkaitan erat dengan kehidupan religi masyarakat mempunyai bentuk yang diambil dari alam. Ragam hias pada gebyok Kudus dipengaruhi oleh budaya Hindu dan Budha, Cina, Islam dan Eropa yang diwujudkan dalam motif bunga, kala, peksi, kawung, jalinan, wajikan, kerang, sorot, ukel, nanasan, mahkota, daun pisang.

2. Pada perkembangannya, untuk memenuhi kebutuhan konsumen makna simbol yang melekat menjadi bias, yang semula mengandung pesan moral dan pedoman hidup dalam tatanan kehidupan masyarakat Kudus, akhirnya berubah menjadi makna estetik untuk memenuhi tututan komersial. Sehingga makna simbol yang melekat pada ragam hias gebyok sudah mengalami perubahan makna, yang disebabkan adanya penggantian ragam hias dengan kaligrafi arab seperti bacaan syahadat yang ditempatkan diatas pintu utama gebyok. Pengaruh perubahan gebyok, ragam hias dan makna simbol ragam hiasnya, melibatkan peran lembaga budaya seperti perajin, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, Klaster Ukir Gebyok dan Rumah Adat Kudus, Paguyuban Perajin Ukir Gebyok dan masyarakat. Perubahan gebyok dan ragam hiasnya mempunyai pengaruh yang besar pada kehidupan dibidang ekonomi masyarakat Kudus yang semakin meningkat dan sejahtera, peningkatan kehidupan sosial baik pada kebersamaan produksi maupun peningkatan pemenuhan pendidikan serta pengaruh pada budaya Kudus dengan semakin banyak masyarakat mengapresiasi produk gebyok untuk digunakan sebagai elemen estetik rumah tinggal dan fasilitas umum sekarang ini.