Judul Tesis : Strategi Pelayanan Sertifikasi Tanah

Judul Tesis : Strategi Pelayanan Sertifikasi Tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar

A. Latar Belakang

Dengan masih banyaknya bidang-bidang tanah yang belum bersertifikat yang berjumlah sekitar 26% dari obyek pensertifikatan tanah, tentu saja menuntut masyarakat untuk lebih berperan aktif dalam pembuatan sertifikat tanah. Karena selama ini kurangnya peran masyarakat selain disebabkan oleh faktor geografis juga karena masih adanya anggapan masyarakat mengenai proses pembuatan sertifikat tanah yang selalu dibebani dengan syarat-syarat dan aturan-aturan yang banyak sehingga pengerjaannya membutuhkan waktu yang cukup lama dan juga tambahan biaya. Seperti yang diungkapkan oleh Bupati Karanganyar Hj. Rina Iriani Ratnaningsih, sebagai berikut:

”Dari keluhan ke saya, sebagian besar mengeluhkan tingginya biaya pengurusan sertifikat yang mencekik dan pengurusannya juga lama.”(Joglo Semar, 19/01/08)

Selama ini sudah menjadi opini umum di tanah air menyangkut rumitnya pengurusan sertifikat tanah, lama, berbelit-belit, tidak jelas dan segudang permasalahan lain yang mewarnai setiap pengurusan surat-surat tanah. Hal semacam ini terkesan disengaja oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan, sehingga membawa dampak orang enggan mengurus hak atas tanah dalam memperoleh kepastian hukum atas bidang tanah yang dikuasai/ dimilikinya.

B. Rumusan Masalah

“Bagaimana strategi pelayanan sertifikasi tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar ?”

C. Landasan Teori

Strategi Pelayanan

Definisi Argyris hampir sama dengan definisi dari Hamel dan Prahalad, yang dikutip Freddy Rangkuti yaitu:

“Strategi adalah tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus dan dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan.” (Dalam Freddy rangkuti, 2006: 4)

Sertifikasi Tanah

Sebelumnya perlu kita ketahui terlebih dahulu mengenai pengertian dari sertifikat tanah. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1961 menyebutkan bahwa:

“Sertifikat tanah adalah salinan buku tanah dan surat ukur yang dijahit menjadi satu bersama-sama dengan suatu kertas sampul yang bentuknya ditentukan oleh Menteri Agraria dan diberikan kepada yang berhak.”

Setelah mengetahui penjelasan tentang pengertian strategi pelayanan, sertifikasi tanah, maka penulis dapat menarik kesimpulan mengenai apa yang dimaksud dengan strategi pelayanan sertifikasi tanah. Strategi pelayanan sertifikasi tanah yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah bagaimana Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar mengambil tindakan-tindakan yang tentunya adaptif dengan perkembangan yang ada dan disesuaikanStrategi Pemasaran (relationship marketing)

D. Metode Peneitian

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sumber datanya adalah informan atau narasumber, tempat dan peristiwa/ aktivitas, juga arsip dan dokumen resmi. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menjamin validitas data maka menggunakan trianggulasi data. Analisis data dengan menggunakan model analisis interaktif.

E. Kesimpulan

Strategi Penanganan Keluhan

Strategi penanganan keluhan Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar juga sudah baik yakni dengan sistem pengaduan. Dimana pelanggan yang ingin menyampaikan keluhannya dapat menyampaikan permasalahan dan keluhannya secara langsung melalui loket pengaduan. Respon Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar terhadap keluhan dari masyarakat dapat disimpulkan juga sudah baik. Hal tersebut dapat dilihat dari penyediaan sarana untuk pengaduan masyarakat. Dimana Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk menyampaikan komentar, saran, kritik, pertanyaan, maupun keluhannya. Cara untuk mengadukan keluhan yang dihadapi yaitu masyarakat yang merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar dapat mengadukan melalui loket pengaduan secara langsung, mengirimkan pengaduan secara tertulis/ surat melalui kotak pengaduan atau lewat layanan sms.

Strategi Peningkatan Kinerja

Strategi peningkatan kinerja Kantor Pertanahan juga sudah baik. Dimana dilaksanakan dengan mengikutsertakan pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar dalam Program Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia BPN-RI, memberikan kursus-kursus informal utamanya pendidikan ketrampilan bidang penguasaan teknologi informasi. Ini penting karena sumber daya manusia merupakan salah satu unsur kunci dalam pelaksanaan tugas-tugas pertanahan. Kompetensi dan kinerja para pegawai sangat mempengaruhi kualitas pelayanan di bidang pertanahan. Selain itu Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar telah melaksanakan Land Office Compurization (LOC) atau Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP). Strategi ini bagus karena pemanfaatan perangkat keras komputer dan perangkat lunak aplikasi sistem komputerisasi pertanahan dapat membantu para pelaksana dan pejabat dalam melaksanakan seluruh tugas kantor pertanahan secara efektif, efisien dan terkendali. dengan situasi lingkungan baik internal organisasi yang dapat berupa kekuatan dan kelemahan serta memanfaatkan kesempatan yang timbul dari eksternal organisasi dan mengatasi tantangan yang ada dalam masyarakat, dalam memberikan pelayanan sertifikasi tanah kepada masyarakat.

Contoh Skripsi Administrasi

  1. Strategi Pelayanan Sertifikasi Tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Karanganyar
  2. Manajemen Pelayanan Penerbitan Kartu Program PKMS Gold di Dinas Kesehatan Kota Surakarta
  3. Kinerja Kantor Lingkungan Hidup Kota Surakarta dalam Pengendalian Pencemaran Sungai Akibat Limbah Industri
  4. Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan Partisipatif
  5. Evaluasi Pelaksanaan Program Puskesmas Gratis di Puskesmas I Kecamatan Grogol Kabupaten