Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Judul Skripsi: Pengaruh Perubahan CAR terhadap Perubahan Kredit dan Deposito Perbankan

Judul Skripsi : Pengaruh Perubahan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Perubahan Kredit dan Deposito Perbankan di Indonesia Periode 2006-2008

 

A. Latar Belakang

Reformasi ekonomi dan liberalisasi keuangan menyebabkan ledakan pinjaman di Indonesia melalui bank sebagai lembaga paling penting dalam intermediasi keuangan. Hal tersebut menyebabkan peningkatan konsumsi dan pertumbuhan harga aset pada sektor perusahaan dan keuangan yang sangat menikmati pertumbuhan tinggi, namun tidak demikian dengan ekonomi makro yang rawan terkena serangan sebagai dampak meningkatnya risiko portofolio bank. Depresiasi mata uang rupiah secara cepat mendorong kegagalan membayar perusahaan dan terutama bank yang memiliki pinjaman dalam bentuk mata uang asing yang tidak dilindungi dengan hedging. Beberapa bank mengalami kekurangan modal yang kritis. Shock capital bank menyebabkan pasar tidak stabil dan banyak bank yang memotong jalur kreditnya karena alternatif transmisi lain seperti obligasi pasar tidak dikembangkan.

Basel Accord menyarankan rasio kecukupan modal minimum bank sebesar 8 persen untuk bank sehat dalam regulasi yang baik dan ekonomi yang stabil. Rasio semakin tinggi dibutuhkan untuk risiko tinggi atau berpotensi gejolak ekonomi. Selama krisis, perbankan Indonesia banyak yang mengalami masalah dalam rasio kecukupan modalnya. Untuk menanggulanginya sesuai standar internasional, bank-bank diharuskan mengikuti program restrukturisasi perusahaan. Pada tahun 1998, Bank Indonesia sebagai regulator perbankan di Indonesia mendesain program untuk membantu masalah tersebut. Bank-bank diharuskan mengikuti program restruktuirisasi jika tidak mampu memenuhi rasio kecukupan modal yang dipersyaratkan regulator.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah terdapat pengaruh makroekonomi Indonesia dan mikroekonomi bank terhadap perubahan CAR perbankan di Indonesia?
  2. Apakah terdapat pengaruh perubahan deposito perbankan di Indonesia setelah adanya penerapan persyaratan kecukupan minimum modal bank?

 

C. Landasan Teori Skripsi

Deregulasi Financial Di Indonesia

Isu sektor keuangan berperan penting dalam pembangunan ekonomi berkembang sejak tahun 1970-an, dimana terdapat perbedaan dua pendapatan tentang peran penting financial terhadap pembangunan suatu negara. Kebijakan pemerintah seharusnya ditujukan untuk mendukung pertumbuhan sistim financial. Hal ini bisa dicapai dengan memberikan iklim kondusif, melakukan upaya menghapus pagu suku bunga, menggalakkan tabungan deposito, dan mendorong financial deepening.

Perbankan

Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara, dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.

Permodalan Bank

Permodalan bagi bank, sebagaimana perusahaan pada umumnya selain berfungsi sebagai sumber utama pembiayaan terhadap kegiatan operasionalnya juga berperan sebagai penyangga terhadap kemungkinan terjadinya kerugian. Selain itu, modal juga berfungsi untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan bank dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi.

 

D. Metode Penenlitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang berupa data laporan keuangan bulanan.

Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dengan men-download laporan keuangan Bank yang ter-publish di Bank Indonesia (www.bi.go.id) dari tahun 2006-2008, BI Rate diambil dari Bank Indonesia dan Inflasi diambil dari Badan Pusat Statistik (www.bps.go.id) Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data diperoleh dari laporan keuangan Bank Indonesia mulai tahun 2006 sampai tahun 2008.

 

E. Kesimpulan

  1. Hasil uji F menunjukkan pengujian pada hipotesis pertama variabel bebas secara simultan atau serentak memperoleh hasil sebesar 205,499 dengan signifikansi F sebesar 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel bebas asset, Modal, BI rate dan inflasi secara bersama-sama signifikan terhadap CAR. Pengujian pada hipotesis kedua variabel bebas menunjukkan hasil sebesar 15,329 dengan signifikansi F sebesar 0,000 (p < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel bebas yaitu asset, CAR, BI rate dan inflasi secara bersama-sama signifikan terhadap deposito. Dan dari hasil pengolahan data pada hipotesis ketiga diperoleh nilai uji F sebesar 28,398 dengan signifikansi F sebesar 0,000 (p < 0,05), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel bebas yaitu asset, CAR, BI rate dan inflasi secara bersama-sama signifikan terhadap kredit.
  2. Pengujian dengan menggunakan uji-t menunjukkan bahwa :
    1. Berdasarkan hasil uji t diketahui bahwa variabel BI rate mempunyai nilai thitung sebesar -0,012 dengan nilai p (0,991) > alpha (0,05) dan variabel inflasi mempunyai nilai thitung sebesar 0,180 dengan nilai p (0,858) > alpha (0,05) sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel BI rate dan inflasi (makroekonomi) tidak berpengaruh positif terhadap CAR. Namun pada variable mikroekonomi diketahui bahwa hasil secara parsial keduanya signifikan terhadap CAR. Hal ini dapat disimpulkan bahwa CAR ditetapkan oleh komitmen dari pemilik bank.
    2. Variabel CAR tidak berpengaruh positif terhadap variabel deposito. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t terhadap variabel CAR yang mempunyai nilai thitung sebesar -0,040 dengan nilai p (0,968) > alpha (0,05), dengan demikian H0 diterima dan Ha ditolak.

 

Contoh Skripsi Manajaman

  1. Perceived Organizational Support Sebagai Pemediasi Pengaruh Keadilan Prosedural
  2. Analisis Lay Out Fasilitas Unit Pelayanan Di Pdam Sragen
  3. Pengaruh Perubahan Capital Adequacy Ratio (Car) Terhadap Perubahan Kredit
  4. Analisis Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Jasa pada PT. FBC Indonesia
  5. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Underpricing Pada Penawaran Umum Perdana