Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Jalur Komunikasi Informal

Jalur Komunikasi Informal –  Bila karyawan berkomunikasi dengan yang lainnya tanpa memperhatikakan jabatan dalam organisasi.Informasi ini mengalir keatas ke bawah atau horizontal tanpa melihat hubungan posisi. Komunikasi ini dikenal dengan desas-desus atau kabar angin.Informasi mengalir tidak secara resmi.

Dalam komunikasi desas-desus cenderung berisi laporan rahasia mengenai kejadian orang dan tidak secara resmi, berkenaan dengan apa yang didengar atau apa yang dikatakan. Desas-desus ini membawa informasi yang bermanfaat bagi organisasi.Komunikasi informal dapat berperan lebih banyak untuk memberikan beberapa solusi karena terjadi dimana saja.Hasil mengenai desas-desus (grapevine) menemukan berupa atribut, sebagai berikut:

  1. Grapevine sangat cepat.
  2. Grapevine itu tepat.
  3. Grapevine membawa banyak informasi.
  4. Grapevine tersebar menurut rantai kelompok.
  5. Grapevine melalui interaksi cerita dari mulit ke mulut.
  6. Grapevine bebas dari pengandalin organisasi.
  7. Partisipasi dalam jaringan komunikasi informal mengambil peranan sebagai pengantara.
  8. Makin cepat seseorang mengetahui sesuatu, makain cepat menyampaikan pesan itu.
  9. Arus informasi yang lebih utama terjadi dalam kelompok fungsional daripada antar kelompok.
  10. Informasi dari komunikasi informal kurang lengkap dan menjadikan salah interprestasi.
  11. Grapevine memberikan pengaruh kepada organisasi.
  12. Grapevine tidak dapat ditekan dan dikontrol langsung.
  13. Pemimpin tidak resmi dalam organisasi sering menjadi pusat menerima, menginterprestasikan dan menyebarkan informasi grapevine.
  14. Laki-laki dan permpuan sama aktifnya dalam komunikasi ini.
  15. Aktivitas grapevine bukan tanda ketidak sehatan organisasi, tapi gejala yang normal.

Komunikasi yang efektif terlihat dari ketrampilan komunikasi antar karyawan untuk terus menerus membangun kepercayaan dan dapat dipercaya segala apa yang kita komunikasikan dalam organisasi.