Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Implementasi Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw Untuk Meningkatkan Belajar Mandiri Siswa Dan Hasil Belajar IPS

Latar Belakang Masalah Model Pembelajaran Untuk Mata Pelajaran IPS

Pembelajaran kooperatif model jigsaw diharapkan mampu membuat siswa aktif dan membangun sendiri apa yang harus dikuasainya, siswa juga membangun aspek sosialisasi karena metode ini merupakan kerja kelompok. Dalam proses pembelajaran ini siswa dibiasakan untuk memecahkan masalah, bertanya, menyampaikan gagasan atau ide-idenya. Siswa juga dibiasakan untuk bertanggung jawab terhadap apa yang disampaikan pada orang lain sehingga dalam berbicara harus menggunakan dasar yang jelas, serta berani mempertahankan argumentasinya di depan orang banyak.

Belajar mandiri merupakan sikap atau perbuatan yang dilakukan oleh individu yang tumbuh dari dalam diri berupa tumbuhnya kesadaran akan pentingnya belajar. Dalam belajar mandiri seorang memiliki keyakinan apa yang dipelajari akan bermanfaat bagi kehidupannya. Pembelajaran yang demokratis dan menghargai perubahan sekecil apapun yang akan dicapai akan membuat anak percaya diri. Rasa percaya diri akan memunculkan motivasi untuk selalu ingin tahu, dan berusaha mencari makna dari hal-hal yang dipelajari.

 

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana implementasi pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan belajar mandiri siswa?
  2. Bagaimana imlementasi pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar IPS?

 

Kajian Teori

Diskripsi tersebut akan digunakan sebagai landasan bagi pemahaman konsep yang digunakan dalam penelitian ini:

  1. Pembelajaran Kooperatif
  2. Teori Teori Belajar
  • Teori Ausubel
  • Teori Piaget

Implikasi dari teori Piaget dalam pembelajaran (Slavin,1994:5) sebagai berikut:

  1. Memusatkan perhatian pada proses berpikir anak, bukan sekedar hasilnya.
  2. Menekankan pada pentingnya peran siswa berinisiatif sendiri dan keterlibatannya secara aktif dalam pembelajaran, Dalam pembelajaran di kelas pengetahuan tidak mendapat penekanan melainkan anak didorong menemukan sendiri melalui interaksi lingkungannya,
  3. Memaklumi adanya perbedaan individual dalam hal kemajuan perkembangan. Guru harus melakukan upaya khusus untuk mengatur kegiatan kelas dalam bentuk individu-individu atau kelompok-kelompok kecil.
  • Teori Vygotsky

Tujuan Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai tiga tujuan pembelajaran yaitu prestasi akademik, penerimaan dan ketrampilan sosial (Arend, 1997:111).

  • Prestasi Akademik
  • Penerimaan
  • Pengembangan ketrampilan sosial

Model-Model Pembelajaran Kooperatif

  • Student Team Achievement Division (STAD)
  • Jigsaw
  • Group Investigation (GI)
  • Rotating Trio Exchange
  • Group Resume

Komponen kegiatan belajar mengajar meliputi kurikulum dengan materi yang terkandung di dalamnya, pendekatan dan strategi pembelajaran, metode dan media pembelajaran, siswa sebagai subyek didik, dan guru sebagai pendidik.

 

Metodologi Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dari hasil penelitian tindakan kelas (PTK) berupa perlakuan (treatment) khusus dengan pembelajaran kooperatif model jigsaw.

Subyek penelitian adalah siswa kelas VII A SMP N 1 Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, pada semester 1 tahun pelajaran 2009/2010 berjumlah 40 siswa yang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan.

Data penelitian diperoleh dari peristiwa selama pembelajaran berlangsung, informan dari siswa, guru, kepala sekolah dan warga sekolah lainnya, pengamatan, dokumen arsip dan foto kegiatan.

Melalui tahapan planning, acting, observing dan reflecting, penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus dengan langkah-langkah pembelajaran kooperatif model jigsaw yang terdiri dari membaca, diskusi kelompok ahli, laporan kelompok dan kuis/ tes. Untuk memperlancar pembelajaran kooperatif model jigsaw dirancang skenario pembelajaran, media pendukung, alat dan bahan yang diperlukan dan instrumen penelitian tindakan.

 

Kesimpulan

  1. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw dalam Pembelajaran IPS dapat Meningkatkan Belajar Mandiri Siswa Kemampuan belajar mandiri siswa mengalami peningkatan dalam setiap siklus. Komponen belajar mandiri terdiri dari minat, motivasi, mengatasi masalah, rasa ingin tahu dan mengetahui makna belajar. Selama penelitian tindakan dari siklus pertama sampai siklus ke III keberhasilan belajar mandiri siswa terlihat nyata. Setelah melaksanakan PTK siswa lebih senang pada pelajaran IPS, IPS bukan pelajaran yang sulit dan membosankan, siswa selalu belajar jika besok pagi ada pelajaran IPS dan selalu mengerjakan tugas di rumah baik secara individu maupun kelompok.
  1. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw dalam Pembelajaran IPS dapat Meningkatkan Hasil Belajar Pembelajaran kooperatif model jigsaw yang di desain dengan metode yang bervariasi mampu meingkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa diperoleh dari penilaian otentik (authentic assessment) selama proses pembelajaran, penilaian tugas dan penilaian hasil belajar pada tiap selesai siklus. Ketrampilan guru dalam memilih pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran akan meningkatkan minat, motivasi dan semangat belajar siswa. Dengan semangat belajar yang tinggi iklim belajar menjadi lebih kondusif dan hasil belajar meningkat. Setelah melakukan tindakan dalam tiga siklus rata-rata ulangan harian IPS siswa mencapai 72,50 dan ketuntasan klasikal sebesar 85%