Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Implementasi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu

Latar Belakang Masalah IPS Terpadu

Hambatan untuk mencapai tujuan bidang IPS disebabkan antara lain: (1) kurikulum IPS itu sendiri tidak menggambarkan satu kesatuan yang terintegrasi, melainkan masih terpisah-pisah antarbidang ilmu-ilmu sosial; (2) latar belakang guru yang mengajar merupakan guru disiplin ilmu seperti geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi sehingga sangat sulit untuk melakukan pembelajaran yang memadukan antardisiplin ilmu tersebut; serta (3) terdapat kesulitan dalam pembagian tugas dan waktu pada masing-masing guru ”mata pelajaran” untuk pembelajaran IPS secara terpadu. (4) meskipun pembelajaran terpadu bukan merupakan hal yang baru namun para guru di sekolah tidak terbiasa melaksanakannya sehingga ”dianggap” hal yang baru (Puskur Depdiknas, 2007: 5).

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan judul “IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) TERPADU DI SMP NEGERI 1 GIRITONTRO KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 2010/2011”.

 

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana implementasi pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Giritontro Kabupaten Wonogiri?
  2. Apa saja yang menjadi hambatan atau kendala dan upaya apa saja yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Giritontro Kabupaten Wonogiri?
  3. Bagaimana peranan pembelajaran terpadu dalam meningkatkan keefektifan pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Giritontro Kabupaten Wonogiri?

 

Orientasi Teoretik

Konsep Pembelajaran

  • Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran selalu ditandai adanya interaksi antara guru dengan siswa. Interaksi tersebut dapat terjadi secara searah maupun terjadi secara timbal balik dari guru kepada siswa atau sebaliknya.

  • Sistem Pembelajaran

Kompleksitas, keunikan, dan saling ketergantungan dari situasi pembelajaran disebut sistem. Sistem adalah sekumpulan bagian atau elemen yang saling berhubungan dimana konsepnya terpisah dari lingkungannya (Banathy dalam Kozma, Belle, dan Williams, 1979: 12).

Konsep Pembelajaran Terpadu

  • Pengertian Pembelajaran Terpadu

Beberapa pengertian pembelajaran terpadu dikemukakan oleh para ahli, diantaranya:

  • Collins dan Dixon (1991: 6-10)

Pembelajaran terpadu terjadi ketika suatu kejadian atau eksplorasi dari suatu topik merupakan tenaga pendorong dalam kurikulum.

  • Fogarty (1991: 75-76)

Model kurikulum terpadu menunjukkan pendekatan antar cabang ilmu pengetahuan (interdisipliner).

 

Metodologi Penelitian

Penelitian ini termasuk studi kasus (kualitatif) yang mengambil lokasi di SMP Negeri 1 Giritontro Kabupaten Wonogiri Tahun 2010/ 2011. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif dan merupakan studi kasus. Sumber data diperoleh dari informan, peristiwa, dan dokumen.

Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi/pengamatan, dan analisis dokumen. Uji keterpercayaan data melalui teknik triangulasi.

Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif.

 

Simpulan

  • Implementasi Perencanaan/Rancangan Pembelajaran IPS Terpadu

Implementasi pembelajaran IPS Terpadu di SMP negeri 1 Giritontro menggunakan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP). Tim Penyususn kurikulum adalah unsur sekolah dan komite sekolah di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Kabupaten. Dalam perencanaan pembelajaran IPS disusun dengan menggunakan model pembelajaran terpadu jenis jaring laba-laba (weebed) atau tematik. Perencanaan/ rancangan pembelajaran IPS Terpadu dilaksanakan oleh semua guru IPS melalui forum MGMP.

  • Implementasi Pembelajaran IPS Terpadu

Bahan ajar/ sumber pembelajaran IPS Terpadu merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam ilmu-ilmu sosial, maka dalam pembelajaran memerlukan bahan ajar yang lebih lengkap dan komprehensif dibandingkan dengan pembelajaran yang dilakukan secara terpisah.

  • Implementasi Evaluasi / Penilaian Pembelajaran IPS Terpadu

Evaluasi/ penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran.

  • Hambatan/kendala dan Upaya mengatasi kendala dalam Pembelajaran IPS Terpadu

Hambatan/kendala dalam implementasi pembelajaran IPS Terpadu berasal dari guru, peserta didik, bahan ajar, dan media pembelajaran. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan antara lain: diberikan pelatihan terhadap guru IPS di luar bidang keahliannya, serta dengan koordinasi melalui kegiatan MGMP. Untuk menumbuhkan kembangkan minat peserta didik dalam pembelajaran IPS, guru harus dapat menghadirkan trik-trik yang dapat membangkitkan ketertarikan peserta didik pada pembelajaran IPS. Pembelajaran IPS Terpadu memiliki peluang untuk pengembangan kreativitas akademik. Hal ini disebabkan model ini menekankan pada pengembangan kemampuan analitik, kemampuan asosiatif, serta kemampuan eksploratif dan elaboratif. Pembelajaran IPS Terpadu ini akan lebih dipahami peserta didik jika dalam penyajiannya lebih mengupas pada permasalahan sosial yang ada, terutama permasalahan sosial di lingkungan peserta didik itu sendiri. Guna mendukung pembelajaran, bahan ajar harus mencerminkan keterpaduan seluruh cabang ilmu sosial, selain tiu pengadaan media/sarana pembelajaran terus diupayakan.

  • Peranan Pembelajaran Terpadu dalam Meningkatan Keefektifan Pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Giritontro

Implementasi model pembelajaran terpadu meningkatkan keefektifan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMP Negeri 1 Giritontro. Kefektifan pembelajaran terpadu tercermin dari bermaknanya pembelajaran. Pembelajaran yang bermakna ditandai adanya tingkat keaktifan peserta didik tinggi, tidak merasa tertekan atau terbebani sehingga pembelajaran berlangsung menyenangkan. Keterpaduan materi dari berbagai cabang ilmu sosial yang dikemas menjadi sebuah pembelajaran lebih efektif dan bermakna bagi peserta didik. Pembelajaran yang bermakna menghasilkan keaktifan peserta didik dalam proses belajar mengajar apalagi didukung sarana pembelajaran yang memadahi dan model pembelajaan yang inovatif serta kreativitas guru dalam mendesain sebuah pembelajaran. Keefektifan pembelajaran sebanding dengan keberhasilan pembelajaran. Hal ini tercapai ketika perancangan, proses pembelajaran dan evaluasi berjalan dengan baik sehingga menghasilkan prestasi belajar yang baik.