Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Implementasi MBS Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Masalah Peningkatan Kualitas Pembelajaran Standar Nasional 

Selain itu dengan pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah pihak lain di luar siswa akan mengetahui kemampuan sekolah dalam mendidik, mengajar, dan melatih siswa menuju sumber daya manusia yang berkualitas. Namun sampai dengan saat ini pelaksanaan manajemen berbasis sekolah tersebut belum berjalan sesuai yang diharapkan. Akibat dari kurangnya manajemen berbasis sekolah maka produkstivitas kerja sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan belum dapat memperoleh hasil seperti yang diharapkan. Sebagai akibat akhir adalah tampak pada siswa yaitu prestasi belajar yang diperoleh belum sesuai dengan ketuntasan belajar baik secara individual maupun secara klasikal. Oleh karena itu, setiap sekolah diharapkan dapat elaksanakan manajemen berbasis sekolah sehingga apa yang akan dicapai oleh sekolah dapat tercemin dalam program sekolah.

Memperhatikan uraian latar belakang masalah tersebut di atas, maka penulis akan mengadakan penelitian dengan judul ” IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH STANDAR NASIONAL ( Studi Kasus di SMP Islam Diponegoro Surakarta ) ”

 

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah proses implementasi Manajemen Berbasis Sekolah sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Standar Nasional?
  2. Bagaimanakah hasil implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Standar Nasional?
  3. Bagaimanakah hambatan implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dalam meningkatkan kualitas pembalajaran di Sekolah Standar Nasional?

 

Landasan Teori Manajemen Berbasis Sekolah

  1. Manajemen Berbasis Sekolah

Secara umum Manajemen Berbasis Sekolah ( MBS ) dapat diartikan sebagai bentuk alternatif sekolah sebagai hasil desentralisasi dalam bidang pendidikan ( Jalal dan Dedi Supriyadi, 2001: 161 ).

  1. Prinsip dan Tujuan Manajemen Bebasis Sekolah

Terdapat empat prinsip MBS yaitu prinsip equifinalitas, prinsip desentralisasi, prinsip pengelolaan mandiri dan prinsip inisiatif manusia (Nurkulis,2002: 6 ).

Menurut Mulyasa (2005: 36 – 38 ) ada empat karakteristik MBS, yaitu :

  • Pemberian Otonomi Luas Kepada Sekolah
  • Partisipasi Masayarakat dan Orang Tua
  • Kepemimpinan yang Demokratis dan Profesional
  • Team-work yang Kompak dan Transparan.

Metode Penelitian

Penelitian ini termasuk penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan populasi SMP Islam Diponegoro Surakarta dengan sampel meliputi: pihak yayasan, komite sekolah, kepala sekolah dan guru dan karyawan sekolah serta personil sekolah lainnya.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat dijadikan pijakan untuk analisis masalah yang berkaitan dengan Implementasi MBS Sekolah Standar Nasional di SMP Islam Diponegoro Surakarta maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Bahwa proses implementasi Manajemen Berbasis Sekolah di SMP Islam Dipoenogoro sudah berjalan cukup baik, hal tercermin dengan adanya :
    • Dukungan seluruh staf,
    • Pentahapan MBS,
    • Pelatihan staf,
    • dukungan anggaran,
    • Pendelegasian wewenang.
  2. Ditinjau dari segi hasil implementasi MBS di SMP Islam Diponegoro Surakarta sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran sudah berjalan cukup efesien dan efektif, hal ini terlihat dari :
    • Tingginya prestasi akademik siswa,
    • Guru menguasai bahan dan onsep keilmuan,
    • Metode, pendekatan, gaya, seni, dan prosedur mengajar yang tepat,
    • Pemanfaatan fasilitas secara efesien dan efektif,
    • Pemahaman guru tentang karakteristik kelompok dan perorangan siswa,
    • Penciptaan dialog kreatif dan lingkungan belajar yang menyenangkan ,
    • Kepribadian guru ( keteladanan )
  3. Manfaat, yang dapat diambil dari Implementasi MBS di SMP Islam Diponegoro Surakarta sebagai berikut :
    • Sekolah dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya sekolah, sehingga diharapkan kualitas pembelajaran akan lebih baik dan meningkat.
    • Sekolah lebih bisa mengetahui kebutuhan lembaganya, khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan sekolahnya.
    • Penggunaan sumber daya pendidikan akan lebih efektif dan efesien
    • Keterlibatan seluruh warga sekolah akan menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat di sekolah
    • Sekolah dapat bertanggung jawab tentang membentuk budaya MBS, sehingga tercipta atmosfer sekolah yang kondusif, baik dalam menjalin hubungan internal maupun eksternal.