Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Implementasi Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah

“Implementasi Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) Pada SMA Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di SMA Negeri 1 Surakarta”

Latar Belakang Masalah Peningkatan Mutu RSBI

Dari berbagai wacana yang memiliki sudut pandang dan penilaian yang berbeda–beda inilah peneliti merasa tertarik untuk mengkaji seperti apa dan sejauh mana sebenarnya manajemen sekolah di SMA RSBI. SMA Negeri 1 Surakarta dikenal masyarakat sebagai kelompok 5 sekolah unggulan di Surakarta dan menempati urutan pertama. Sebagai wujud nyata banyak masyarakat yang berkeinginan menyekolahkan putra-putrinya di SMA Negeri 1 Surakarta dari tahun ke tahun cenderung meningkat.

Dari pertimbangan latar belakang di atas serta kondisi SMA Negeri 1 Surakartatersebut, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Implementasi Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) Pada SMA Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di SMA Negeri 1 Surakarta Tahun 2010”.

Perumusan Masalah

Berpijak pada latar belakang masalah dan batasan masalah, seperti tersebut di atas maka peneliti memberikan perumusan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana implementasi MPMBS pada SMA RSBI di SMA Negeri 1 Surakarta?
  2. Apakah hambatan–hambatan yang dihadapi SMA Negeri 1 Surakarta dalam implementasi MPMBS pada SMA RSBI?
  3. Apakah upaya-upaya yang dilakukan SMA Negeri 1 Surakarta untuk mengatasi hambatan yang timbul dalam implementasi MPMBS pada SMA RSBI?

Landasan Teori Manajemen Sekolah

  1. Manajemen

Menurut Scanlan dan Key dalam Sudarwan Danim (2006: 32) mendefinisikan “Manajemen sebagai proses pengkoordinasian dan pengintegrasian semua sumber, baik manusia, fasilitas, maupun sumber daya teknikal lain untuk mencapai aneka tujuan khusus yang ditetapkan”.

  1. Mutu

Menurut Umaedi (2000:21), Mutu mengandung makna derajat (tingkat) keunggulan suatu produk (hasil kerja/upaya) baik berupa barang maupun jasa; baik yang tangible maupun yang intangible.

  1. MPMBS

Menurut David dalam Nurkolis (2003:33) MPMBS merupakan otonomi sekolah yang dibarengi dengan pembuatan keputusan secara partisipatori.

Menurut Mulyasa (2004: 35-37) bahwa karakteristik dasar MBS adalah sebagai berikut :

  • Pemberian Otonomi Luas Kepada Sekolah
  • Partisipasi Masyarakat dan Orang Tua
  • Kepemimpinan yang Demokratis dan Profesional
  • Team Work yang Tinggi dan Profesional

Metode Penelitian

Bentuk penelitian yang digunakan adalah kualitatif, sedangkan strategi penelitian yang digunakan adalah strategi kasus tunggal terpancang. Sumber data yang digunakan terdiri dari informan, peristiwa atau aktivitas, tempat atau lokasi, dan dokumen atau arsip. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive snowball sampling.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumen, dan studi kepustakaan. Untuk mengukur validitas data digunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif.

Kesimpulan

SMA Negeri 1 Surakarta adalah sebagai berikut:

  1. SMA Negeri 1 Surakarta sebagai salah satu Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional sudah menerapkan 8 Standar Nasional pendidikan, yaitu : standar kelulusan minimal, standar isi, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar penilaian, standar penilaian, standar pengelolaan, serta standar sarana dan prasarana. Selain itu, SMA N 1 Surakarta juga telah menerapkan satu komponen tambahan yakni kultur sekolah.
  2. Standar Kompetensi Lulusan yang diterapkan di SMA Negeri 1 Surakarta untuk saat ini hanya di ukur dari Standar Kompetensi Lulusan yang dibuat sekolah.
  3. Pengadopsian kurikulum Cambridge belum dimaksimalkan dengan penguasaan bahasa inggris dan materi pelajaran oleh guru dalam proses belajar mengajar.
  4. Adanya beberapa guru yang menyusun Silabus dan RPP dengan mengadopsi contoh yang sudah ada dari tahun sebelumnya.
  5. Input sekolah di SMA Negeri 1 Surakarta dalam menunjang MPMBS sudah cukup baik dengan seleksi penerimaan siswa baru yang cukup ketat dengan mensyaratkan nilai di atas rata-rata serta kondisi ekonomi yang cukup baik. SMA Negeri 1 Surakarta setiap awal tahun pelajaran senantiasa merumuskan visi, misi dan tujuan sekolah dan untuk selanjutnya mensosialisasikan kepada ‘warga masyarakat.