Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di Pelajaran Sejarah

Masalah Pembelajaran Sejarah di Kurikulum KTSP 2006 

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP 2006)  SMA di Kabupaten Sukoharjo disosialisasikan tanggal 7 Pebruari 2007 melalui Kepala Sekolah, dilanjutkan tanggal 5 Maret 2007. Pada sosialisasi kedua dihadiri oleh Kepala Sekolah dan tiga guru bidang studi yang mewakili sekolah masing-masing. KTSP di SMA lain seperti SMA 69 Jakarta telah melaksanakan KTSP mulai awal tahun pelajaran 2006/2007. Sedangkan Kabupaten Sukoharjo baru melaksanakan KTSP pada tahun pelajaran 2007/2008 sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan.

Pada awal ditetapkannya KTSP di Kabupaten Sukoharjo khususnya mata pelajaran sejarah, banyak guru yang kurang paham dengan standar isi dalam materi pembelajaran sejarah untuk program bahasa. Di samping itu kurangnya sarana prasarana yang mendukung seperti buku-buku yang relevan dengan materi sejarah program bahasa masih sangat terbatas. Ketidakmampuan guru sejarah dalam memahami KTSP sejarah program bahasa mengkibatkan penafsiran yang berbeda terhadap materi pelajaran sejarah.

Rumusan Masalah 

Agar penelitian lebih terarah dan terfokus, dari identifikasi masalah-masalah yang telah disebutkan di atas, dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana pemahaman guru sejarah terhadap KTSP?
  2. Bagaimanakah guru sejarah menyusun silabus dan RPP sejarah di SMA Negeri 1 Sukoharjo berdasar KTSP?
  3. Bagaimanakah guru mengimplementasikan pembelajaran sejarah pada program bahasa di SMA Negeri 1 Sukoharjo?
  4. Kendala apa yang dialami dalam pelaksanaan pembelajaran sejarah pada program bahasa?
  5. Bagaimana cara mengatasi kendala dalam melaksanakan pembelajaran sejarah pada program bahasa?

Landasan Teori untuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006

  1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP 2006)

KTSP diartikan sebagai kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan (BSNP, 2006: 3).

  1. Komponen-Komponen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP 2006)

Menurut Masnur Muslich (2008: 29) KTSP memiliki empat Komponen yaitu: (1) Tujuan pedidikan tingkat satun pendidikan; (2) Struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan; (3) Kalender pendidikan; (4) Silabus dan RPP.

  1. Silabus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP 2006)

Pengembangan silabus mencakup: a. Prinsip-prinsip pengembangan silabus; b. Karakteristik mata pelajaran; c. Langkah-langkah pengembangan silabus.

Metode Penelitian

Berdasarkan masalah yang diajukan dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif.

Data atau informasi yang penting untuk dikumpulkan dan dikaji dalam penelitian ini sebagian besar berupa data kualitatif.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, meneliti dokumen dan observasi.

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam bab IV dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pemahaman guru sejarah terhadap KTSP, baru secara struktur dan prosedural implementasi KTSP pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Sukoharjo dipahami, secara konseptual pemahaman guru sejarah belum utuh dan menyeluruh, sehingga dalam menerapkan kurikulum baru masih sama pelaksanaannya dengan kurikulum yang lama. Pemahaman terhadap standar isi dan standar kompetensi lulusan belum sepenuhnya dipahami, hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi KTSP sejarah pada progam bahasa, terlalu banyaknya beban tugas yang harus dikerjakan oleh guru, dan tidak adanya pihak yang mengoreksi tingkat pemahaman guru terhadap KTSP.

2. Silabus dan RPP yang disusun oleh guru sejarah SMA Negeri 1 Sukoharjo secara struktur dan prosedural sudah sesuai dengan KTSP tetapi secara konseptual belum sesuai dengan pedoman KTSP, karena silabus dan RPP dibuat secara bersama dengan guru-guru sejarah dalam MGMP tingkat Kabupaten. Hal ini mengakibatkan adanya ketidaksesuaian antara silabus dan RPP yang dibuat dengan kondisi dan fasilitas sekolah yang tersedia pada masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan ketentuan KTSP, karena silabus dan RPP yang disusun dalam MGMP mengadopsi contoh silabus dari pusat (BSNP).