Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Implementasi Kurikulum Khusus Autis Di Sekolah Luar Biasa

Latar Belakang Kurikulum Khusus Anak Autis

Penelitian tentang Pengembangan Model Modifikasi Kurikulum Sekolah Inklusif Berbasis Kebutuhan Individu Peserta Didik (Abdul Salim : 2010) merupakan salah satu penelitian yang relevan dengan penelitian ini sebab dalam penelitian tersebut memandang bahwa peserta didik berkebutuhan khusus (ABK) terdapat perbedaan karakter dan kemampuan yang tampak mencolok pada hampir semua bidang baik akademik maupun non akademik. Implikasi dari perbedaan tersebut menyebabkan bentuk layanan pendidikan harus sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

Seperti halnya penelitian di atas, penelitian ini akan membahas tentang kurikulum khusus yang dikembangkan di SLB Autis Alamanda. Kurikulum tersebut tentu saja berbeda dengan kurikulum yang digunakan di sekolah-sekolah khusus lain maupun sekolah umum. Kurikulum ini dikembangkan dengan mengacu pada karakteristik, kebutuhan, dan kemampuan yang berbeda pada anak autis. Selain itu, SLB Autis Alamanda juga mengembangkan PPI yang mengacu pada kurikulum khusus tersebut. Pelaksanaan kurikulum khusus ini pun menggunakan berbagai pendekatan yang berbeda dengan pendekatan-pendekatan  pembelajaran lainnya. Untuk dapat mengetahui lebih dalam mengenai kurikulum khusus dan implementasi kurikulum yang digunakan di SLB Autis Alamanda, peneliti melakukan studi mengenai implementasi kurikulum khusus di SLB Autis Alamanda.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pelaksanaan kurikulum khusus autis di SLB Autis Alamanda?
  2. Bagaimana hasil yang dicapai?
  3. Kendala apa yang ditemui dalam pelaksanaan kurikulum tersebut?

Landasan Teori

  1. Teori Tentang Kurikulum Khusus

Dalam Martinis Yamin (2008:82) menyebutkan bahwa kurikulum pendidikan khusus terdiri dari 8 sampai 10 mata pelajaran, muatan local, program khusus, dan pengembangan diri

  1. Teori tentang Kurikulum Khusus Autis

pendapat Ron Leaf&John McEachin (1999:9), yang menyatakan bahwa isi kurikulum untuk anak autis harus mencakup semua keterampilan anak sehingga dapat difungsikan dan digunakan untuk menikmati hidup secara penuh.

Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Strategi penelitian yang digunakan adalah tunggal terpancang. Sumber data penelitian berasal dari informan, tempat dan peristiwa, serta dokumen atau arsip.

Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara/interview, dan analisis dokumen. Untuk pengujian validitas data, digunakan triangulasi data dan metode.

Teknik analisis yang digunakan melalui cara: (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, yaitu merupakan proses pengolahan, pemusatan perhatian dan penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang diperoleh di lapangan, (3) penyajian data, yaitu dengan menyajikan berbagai informasi yang diseleksi dalam rangka penarikan kesimpulan, dan (4) verifikasi data.

Kesimpulan

Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan tentang implementasi kurikulum khusus autis di SLB Autis Alamanda, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

Pelaksanaan Kurikulum di SLB Autis Alamanda

  1. Sebelum diterima menjadi siswa SLB autis Alamanda, siswa terlebih dahulu akan menjalani proses assessment yaitu penilaian awal terhadap kemampuan siswa.
  2. Pemberian materi untuk setiap siswa berbeda-beda antara individu yang satu dengan yang lain yaitu dengan menerapkan pembuatan Program Pelaksanaan Individual (PPI).

Hasil yang dicapai :

  1. SLB Autis Alamanda belum meluluskan peserta didik dari tingkat sekolah dasar luar biasa, tetapi SLB Autis Alamanda telah dapat mengantarkan peserta didik untuk dapat melanjutkan pendidikannya di sekolah regular melalui kelas transisi yang dibuka di SLB Autis Alamanda.
  2. SLB Autis Alamanda mengikutkan siswa-siswanya dalam berbagai kegiatan keluar, baik lomba maupun dalam mengisi berbagai acara sebagai ajang sosialisasi interaksi, dan generalisasi siswa autisme.

Kendala :

  • Dalam pelaksanaan kurikulum, SLB Autis Alamanda masih menemui kendala-kendala baik dari perekrutan guru dengan kualifikasi yang sesuai, peningkatan pengalaman guru, penyusunan dan evaluasi PPI terutama pada orang tua yang cenderung kurang responsive dalam memberikan masukan mengenai pendidikan yang tepat untuk anaknya, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan metode pembelajaran serta pengadaan sarana dan media pembelajaran.