Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Implementasi Critical Pedagogy Dalam Pembelajaran Sejarah Kontroversial

Latar Belakang Masalah Critical Pedogogy Dalam Sejarah

Relevansi critical pedagogy dalam pendidikan sejarah, khususnya pembelajaran sejarah disebabkan pula oleh adanya kesamaan-kesamaan pandangan di antara keduanya. Persamaan pertama, keduanya memandang bahwa ada keterkaitan antara pendidikan dengan politik, bahwa ada dalam pendidikan terdapat kepentingan-kepentingan politik, begitu pula sebaliknya bahwa dalam aktivitas politik terdapat muatan-muatan edukatif. Persamaan kedua adalah keduanya tidak dapat melepaskan diri dari konteks yang melingkupinya. Pendidikan sejarah maupun critical pedagogy memandang bahwa kondisi sekitar, baik kondisi politik, ekonomi, sosial, dan sebagainya sangat berpengaruh terhadap pendidikan.

Dari pemikiran di atas, penelitian ini mencoba untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran sejarah kontroversial ditinjau dari perspektif critical pedagogy, serta bagaimana pandangan dan apresiasi peserta didik terhadap implementasi critical pedagogy dalam pembelajaran sejarah kontroversial. Secara lebih spesifik, penelitian ini dilakukan di Kota Semarang karena berdasarkan data awal yang diperoleh dari penelitian Abu Su’ud (2008a) terhadap guru-guru sejarah di 16 Sekolah Menengah Atas Negeri ternyata kepedulian para pengajar sejarah terhadap isu kontroversial yang berkembang cukup tinggi. Hal ini menjadi modal awal dalam penerapan critical pedagogy dalam pembelajaran sejarah kontroversial, sehingga sangat menarik untuk meneliti tentang pelaksanaan critical pedagogy dalam pembelajaran sejarah kontroversial yang dilakukan oleh guru-guru sejarah di Kota Semarang.

 

Rumusan Masalah

  1. Apa kendala yang ditemui guru dalam implementasi critical pedagogy pada pembelajaran sejarah kontroversial?
  2. Bagaimana pandangan dan apresiasi peserta didik terhadap implementasi critical pedagogy dalam pembelajaran sejarah kontroversial?

 

Kajian Teori

Critical pedagogy merupakan pendekatan dalam pendidikan yang menempatkan peserta didik untuk mampu menghadapi dominasi.

  • Konsep-Konsep Dasar Critical Pedagogy

Henry Giroux yang dikutip Monchinski (2008: 2) menyatakan bahwa critical pedagogy sama dengan political pedagogy, artinya adalah critical pedagogy menyatakan bahwa proses pendidikan pada dasarnya bersifat politik, yang bertujuan untuk mewujudkan sebuah keterhubungan, kesepahaman, dan keterpautan secara kritis dengan berbagai isu-isu sosial dan bagaimana memaknainya.

  • Praksis Pembelajaran Sejarah

Pada pendidikan sejarah, secara lebih operasional Kuntowijoyo (1995: 2) menyatakan bahwa pendidikan sejarah yang diberikan secara kritis pada dasarnya menyangkut tiga hal, yakni aspek (1) mengapa sesuatu terjadi, (2) apa yang sebenarnya terjadi, serta (3) ke mana arah kejadian-kejadian itu. Dari pemikiran tersebut, Tsabit Azinar Ahmad dkk. (2008: 12) menyatakan bahwa kandungan yang harus terdapat dalam critical pedagogy dalam pembelajaran sejarah meliputi aspek (1) kausalitas, (2) kronologis, (3) komprehensif, serta (4) kesinambungan.

Guru dan peserta didik harus memahami bahwa sejarah adalah multidimensional, sehingga dibutuhkan padangan yang multiperspektif bahwa sejarah adalah dilingkupi, didefinisikan, ditampilkan, dan dihubungkan dengan konteks pada saat ini.

 

Metode Penelitian

  • Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus terpancang (embedded research).
  • Penelitian dilakukan di beberapa SMA Negeri se-Kota Semarang, yaitu di SMA N 1 Semarang, SMA N 5 Semarang, dan SMA N 12 Semarang.
  • Sumber data terdiri atas informan (guru-guru sejarah dan peserta didik), dokumen (silabus, RPP), serta tempat dan peristiwa (kelas dan kegiatan pembelajaran). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan content analysis.
  • Validitas data menggunakan trianggulasi data dan trianggulasi metode.
  • Analisis data menggunakan analisis interaktif dengan tiga tahapan analisis, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan yang berinteraksi dengan pengumpulan data secara siklus.

 

Kesimpulan

  • Pembelajaran sejarah kontroversial dalam perspektif critical pedagogy memiliki potensi untuk dapat menarik minat peserta didik dan melibatkan mereka aktif dalam menanggapi berbagai permasalahan. Adanya potensi yang dimiliki dalam pembelajaran sejarah kontroversial mendorong apresiasi yang baik di kalangan peserta didik.
  • Pemahaman guru terhadap implementasi critical pedagogy dalam pembelajaran sejarah kontroversial ternyata tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pelaksanaan pembelajarannya. Pelaksanaan critical pedagogy masih berjalan setengah hati karena konsep yang dipegang oleh guru masih berada dalam tahap refleksi.