Identifikasi Sektor–Sektor Unggulan dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Asli Daerah

Judul Tesis : Identifikasi Sektor-Sektor Unggulan dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Madiun

A. Latar Belakang Masalah 

Kewenangan untuk mendayagunakan sumber keuangan sendiri dilakukan dalam wadah pendapatan asli daerah (PAD) yang utamanya adalah pajak daerah dan retribusi daerah (Sidik : 2001:10). Sementara pajak daerah dan retribusi daerah diatur tersendiri di dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009. Otonomi menuntut kemandirian daerah untuk dapat menyelenggarakan kepentingan masyarakat berdasarkan prinsip keterbukaan, partisipasi masyarakat, dan pertanggungjawaban kepada masyarakat. Dengan demikian daerah juga dituntut untuk dapat mendanai pelaksanaan pembangunan di daerahnya. Jika dilihat dari kemandirian Kabupaten Madiun untuk mendanai pembangunan di daerah masih sangat kecil, yaitu rata-rata 5,06 persen pertahun dilihat dari kontribusi PAD terhadap Penerimaan Daerah sejak 2005 sampai dengan 2010.

Ini dimaksudkan bahwa Kabupaten Madiun secara rata rata setiap tahunnya hanya mampu mendanai sebesar 5,06 persen saja dari total kebutuhannya, atau tingkat ketergantungan fiskal Kabupaten Madiun terhadap penerimaan bantuan Pusat sangat tinggi. Dilihat dari data kemampuan Kabupaten Madiun jika dikaitkan dengan bantuan dari Pusat sudah tidak dapat diharapkan, maka upaya untuk meningkatkan PAD sudah merupakan keharusan daerah terutama yang bersumber dari pajak daerah yang berbasis konsumsi, melalui peningkatan laju pertumbuhan ekonomi (PDRB).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Belum diketahui dan dimanfaatkannya sektor unggulan di Kabupaten Madiun?
  2. Bagaimana deskripsi kegiatan ekonomi potensial yang diperkirakan dapat meningkatkan PAD?

 

C. Tinjauan Pustaka

Ketentuan Umum Bab I Pasal 1 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa desentralisasi mempunyai pengertian penyerahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

1. Pengertian Otonomi Daerah dan Desentralisasi Fiskal

Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sardi (1999) menjelaskan bahwa perkembangan teori desentralisasi di Indonesia tercatat ada 3 jenis, yaitu sebagai berikut.

  • Desentralisasi administrasi
  • Desentralisasi teritorial
  • Desentralisasi fungsional

Nilai persentase dalam perencanaan digunakan sebagai salah satu pedoman merumuskan kebijakan intensifikasi suatu jenis pajak yaitu Pajak Hotel dan Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame dan Pajak Penerangan Jalan dan atau retribusi sebagai komponen PAD.

 

D. Metode Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari PDRB Kabupaten Madiun, PDRB Propinsi Jawa Timur dan Pajak Daerah Kabupaten Madiun.

Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Madiun, Badan Pusat Statistik Propinsi Jawa Timur, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Madiun, dan  Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Kabupaten Madiun.

Alat analisis yang digunakan, yaitu Model Rasio Pertumbuhan (MRP), Location Quotient (LQ), Overlay, dan Elastisitas.

 

E. Kesimpulan

Berdasarkan Analisis Deskriptif dapat dirumuskan beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Sub Sektor tanaman bahan makanan, Sub Sektor Pemerintahan Umum mampu tumbuh secara positif dengan perubahan absolut yang tinggi, namun persentase perubahannya rendah.

2. Selama kurun waktu penelitian terlihat bahwa laju perkembangan PDRB Kabupaten Madiun bernilai 336.996,26 juta rupiah atau sekitar 157,78 persen.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada hasil penelitian, maka dapat dirumuskan beberapa kesimpulan berikut ini :

1. Berdasarkan Analisis MRP dapat disimpulkan bahwa Sektor Angkutan dan Komunikasi baik di wilayah studi maupun referensi, Sektor Pertanian, Indutri Pengolahan, Sektor Bangunan dan Konstruksi merupakan Sektor yang menonjol di Kabupaten Madiun.

2. Berdasarkan hasil Analisis Location Quotient (LQ) Sektor yang menjadi unggulan di Kabupaten Madiun sejak tahun 2005 sampai dengan 2009 ada 5 Sektor.