Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Identifikasi Kerusakan dan Prediksi Umur Layan Jalan Brigjend. Katamso Kota Surakarta

Judul Skripsi : Identifikasi Kerusakan dan Prediksi Umur Layan Jalan Brigjend. Katamso Kota Surakarta

 

A. Latar Belakang Skripsi

Bertambahnya umur jalan, menyebabkan perkerasan akan mengalami penurunan kondisi. Apabila beban kendaraan yang lewat melebihi batas yang direncanakan, akan dapat mempercepat terjadinya kerusakan perkerasan. Perencanaan perkerasan yang baik dilakukan dengan mempertimbangkan tipe jalan, umur rencana, tingkat pertumbuhan (growth factor ) dan bentuk geometri jalan. Perencanaan yang baik akan menjaga kondisi jalan agar sesuai dengan umur pelayanan yang direncanakan. Penetapan umur rencana untuk suatu jalan juga harus mempertimbangkan growth factor dan rencana pengembangan wilayah. Perkerasan jalan akan dapat mencapai umur rencana apabila dilakukan pemeliharaan.

Pemeliharaan yang benar akan meningkatkan kenyamanan dan keamanan dari pengguna jalan serta menghemat biaya pemeliharaan. Untuk mengetahui besar pembebanan dan kekuatan dari struktur perkerasan dapat dilakukan dengan pengujian Indirect Tensile Strength (ITS) dan Indirect Tensile Stiffness Modulus (ITSM)

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana jenis kerusakan flexible pavement jalan Brigjend Katamso Kota Surakarta.
  2. Bagaimana kondisi perkerasan jalan Brigjend Katamso Kota Surakarta saat ini serta prediksi umur layan perkerasan jalan Brigjend. Katamso.

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi jenis kerusakan dan penyebab kerusakan yang terjadi pada flexible pavement jalan Brigjend Katamso Kota Surakarta
  2. Mengetahui kondisi perkerasan jalan Brigjend. Katamso saat ini serta menganalisis prediksi umur layan perkerasan jalan Brigjend. Katamso.

 

D. Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Brigjend. Katamso antara lain pergeseran (shoving), retak kulit buaya (alligator cracking), depresi (depressions) dan gelombang (corrugation). Kerusakan disebabkan karena beban kendaraan yang melewati jalan Brigjend Katamso serta turunnya nilai stabilitas perkerasan.
  2. Benda uji kondisi perencanaan mempunyai prediksi umur layan yang lebih tinggi Nf 6,46E+08 MSA dibandingkan sampel kondisi eksisting Nf 5,82E+08 MSA. Halini sebanding dengan hasil pengujian Marshall, ITS dan ITSM. Perkerasan akan mengalami retak lelah setelah dilewati pembebanan di atas.

 

E. Saran

Menindaklanjuti penelitian ini dan untuk mengembangkan wawasan serta pengetahuan lebih jauh, diberikan saran-saran sebagai berikut

  1. Pemeliharaan berkala terhadap perkerasan perlu ditingkatkan lagi untuk mempertahankan kekuatan perkerasan dalam melayani lalu lintas yang bekerja diatasnya tanpa menunggu kerusakan yang cukup parah pada perkerasan jalan.
  2. Penegakan peraturan tentang jumlah beban yang dapat diangkut kendaraan angkutan barang sehingga dapat meminimalisir kerusakan. Jembatan timbang harus menjalankan fungsinya dengan baik sebagai kontrol bagi angkutan barang agar tidak terjadi muatan yang berlebihan.