Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Hubungan Zink Terhadap Penurunan Kadar Limfosit dan Pemendekan Masa Rawat

Judul Skripsi : Hubungan Zink terhadap Penurunan Kadar Limfosit dan Pemendekan Masa Rawat pada Anak Terinfeksi Virus Dengue di RSUD DR. Moewardi Surakarta

A. Latar Belakang Masalah

Defisiensi zink akan mempengaruhi perubahan imunitas yang didapat dengan pertumbuhan dan aktivasi yang berlebihan dari fungsi limfosit T, produksi sitokin Th1 dan limfosit B helper yang merupakan penanda peningkatan proses apoptosis yang umum terjadi pada diare, pneumonia, dan penyakit infeksi virus (Brigss, 2006). Recommended Dietary Allowance (RDA’s) menganjurkan perlunya komsumsi zink dalam dosis tertentu setiap hari oleh karena zink tidak mempunyai sistem penyimpanan khusus pada tubuh.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati hubungan zink terhadap penurunan kadar limfosit dan pemendekan masa rawat inap pada penderita infeksi dengue anak.

 

B. Rumusan Masalah

Adakah hubungan zink terhadap penurunan kadar limfosit darah dan pemendekan masa rawat inap pada pasien dengue?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Menentukan hubungan zink terhadap penurunan kadar limfosit dan pemendekan masa rawat inap pada pasien dengue

Tujuan Khusus

  1. Mengidentifikasi anak yang terinfeksi virus dengue di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta.
  2. Menganalisis perubahan kadar limfosit sebelum dan sesudah perlakuan pada kedua kelompok anak di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta.
  3. Menganalisis hubungan antara masa rawat inap anak setelah perlakuan pada penderita infeksi virus dengue anak di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta.

 

D. Simpulan

Penelitian ini menyimpulkan tidak adanya penurunan kadar limfosit setelah pemberian zink tetapi memperlihatkan hubungan yang bermakna secara statistik dan substansi antara pemberian zink terhadap pengurangan masa rawat inap anak dengan dengue di RS. Moewardi Surakarta (p=0,004, 95% CI: 1,07-0.16)

 

E. Saran

Zink dapat diberikan sebagai tambahan terapi standar pada pasien dengue untuk memperpendek masa rawat inap. Penelitian ini menggunakan desain uji klinis sehingga dapat dianalisis sebab akibat dari pemberian zink, sedangkan kelemahannya membutuhkan waktu yang lama dan pantauan berulang sehingga terkesan tidak praktis. Pengumpulan sampel juga tidak mudah mengingat diagnosis banding infeksi virus dengue yang dapat menyerupai infeksi virus lainnya. Selain itu penyembuhan pasien dapat saja diakibatkan faktor proses penyakit itu sendiri ataupun faktor sistem imunitas pejamu.