Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Motivasi Kader dgn Penemuan Suspek Tuberkulosis Paru

Judul Skripsi :  Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Motivasi Kader dengan Penemuan Suspek Tuberkulosis Paru di Puskesmas Sanankulon

 

A. Latar Belakang Masalah

Puskesmas Sanankulon merupakan salah satu Puskesmas di Kabupaten Blitar dengan jumlah penduduk yang cukup besar yaitu sebesar 50.694 jiwa,namun capaian CDR masih jauh dari target yang diharapkan yaitu baru sebesar 18,5 %, dengan BTA positip sejumlah 10 penderita dan suspek yang ditemukan hanya sebesar 33 % atau 179 suspek TB Paru pada tahun 2009. Kegiatan penemuan kasus TB Paru di Puskesmas Sanankulon yang dilakukan selain dengan pasif case finding, pada tahun 2010 juga dengan melibatkan kader kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan program TB Paru seperti penyebarluasan informasi tentang TB Paru di masyarakat, aktif mencari dan memotivasi suspek TB Paru ke sarana pelayanan kesehatan. Pembekalan yang telah dilakukan pada kader kesehatan di Puskesmas Sanankulon adalah kegiatan penyuluhan dan pelatihan kader tentang TB Paru, namun dalam pelaksanaannya masih belum semua kader berperan aktif dalam kegiatan penemuan suspek TB Paru.

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk mengambil judul penelitian “ Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Motivasi Kader dengan Penemuan Suspek TB Paru di Puskesmas Sanankulon ”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah terdapat hubungan pengetahuan kader dengan penemuan suspek TB paru di Puskesmas Sanankulon?
  2. Apakah terdapat hubungan sikap kader dengan penemuan suspek TB Paru di Puskesmas Sanankulon?
  3. Apakah terdapat hubungan motivasi kader dengan penemuan suspek TB Paru di Puskesmas Sanankulon?
  4. Apakah terdapat hubungan pengetahuan, sikap dan motivasi kader dengan penemuan suspek TB Paru di Puskesmas Sanankulon?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan umum

Menganalisis hubungan pengetahuan, sikap dan motivasi kader dengan penemuan suspek TB Paru di Puskesmas Sanankulon

 

Tujuan khusus

  1. Menganalisis hubungan antara pengetahuan kader dengan penemuan suspek TB paru di Puskesmas Sanankulon.
  2. Menganalisis hubungan sikap kader dengan penemuan suspek TB Paru di Puskesmas Sanankulon.
  3. Menganalisis hubungan motivasi kader dengan penemuan suspek TB Paru di Puskesmas Sanankulon.

 

D. Kesimpulan Skripsi

1. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan dengan penemuan suspek TB Paru di Puskesmas Sanankulon ( p-value = 0,002 dan r = 0,733 ).

2. Terdapat hubungan hubungan yang positif dan signifikan antara sikap dengan penemuan suspek TB Paru di Puskesmas Sanankulon (p-value = 0,012 dan r = 0,717).

3. Terdapat hubungan hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi dengan penemuan suspek TB Paru di Puskesmas Sanankulon (p-value = 0,012 dan r = 0,712).

4. Terdapat hubungan hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan, sikap dan motivasi kader dengan penemuan suspek TB Paru di Puskesmas Sanankulon (p-value = 0,00 dan R2 = 0,691).

E. Saran

1. Bagi Dinas Kesehatan selaku pembuat kebijakan program pemberantasan penyakit TB Paru, diharapkan melibatkan peran serta kader dalam penemuan suspek TB Paru sebagai upaya meningkatkan cakupan kegiatan.

2. Bagi Puskesmas dalam melibatkan kader dalam penemuan suspek TB Paru agar disertai upaya peningkatan pengetahuan dan motivasi dalam bentuk pendidikan kesehatan atau pelatihan secara berkala, dan melakukan pendampingan dalam pelaksanaannya.