Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Hubungan Obesitas dan Sindrom Pra Menstruasi dgn Prestasi Belajar

Judul Tesis : Hubungan Obesitas dan Sindrom Pra Menstruasi dengan Prestasi Belajar pada Siswa SMAN 2 Ngawi

A. Latar Belakang Masalah

Ada keterkaitan antara obesitas dan tingkat prestasi belajar. Hubungan negatif telah ditemukan antara obesitas dengan prestasi akademik, yaitu siswa obesitas yang kurang melakukan aktifitas fisik mempunyai prestasi akademik yang lebih rendah (Byrd, 2007). Sindrom pra menstruasi secara tidak langsung berperan terhadap keberhasilan siswa dalam meraih prestasi belajarnya. Gejala premenstrual bisa cukup parah sehingga memiliki pengaruh negatif pada aktivitas sehari-hari yang berhubungan dengan anggota keluarga, fungsi sosial dan pribadi, prestasi kerja atau prestasi belajar, aktivitas keluarga dan sosial (Halbreich et al., 2007).

Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan obesitas dan sindrom pra menstruasi dengan prestasi belajar siswa SMAN 2 Ngawi.

 

B. Perumusan Masalah

Dari uraian dalam latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

  1. Apakah ada hubungan antara obesitas dengan prestasi belajar pada siswa SMAN 2 Ngawi?
  2. Apakah ada hubungan antara sindrom pra menstruasi dengan prestasi belajar pada siswa SMAN 2 Ngawi?
  3. Apakah ada hubungan antara obesitas dan sindrom pra menstruasi dengan prestasi belajar siswa SMAN 2 Ngawi?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Menganalisis hubungan antara obesitas dan sindrom pra menstruasi dengan prestasi belajar pada siswa SMAN 2 Ngawi.

Tujuan Khusus

  1. Mengetahui hubungan antara obesitas dengan prestasi belajar siswa SMAN 2 Ngawi.
  2. Mengetahui hubungan antara sindrom pra menstruasi dengan prestasi belajar siswa SMAN 2 Ngawi.
  3. Mengetahui hubungan antara obesitas dan sindrom pra menstruasi dengan prestasi belajar pada siswa SMAN 2 Ngawi.

 

D. Simpulan

1. Terdapat hubungan negatif antara obesitas dengan prestasi belajar yang secara statistik signifikan. Siswa obes (IMT ≥ 25) memiliki prestasi belajar 1,20 point lebih rendah daripada siswa yang tidak obes (IMT < 25) (b = -1,20, CI 95% -2,13 hingga -0,28). Koefisien tersebut sudah mengontrol pengaruh sindrom pra menstruasi , inteligensi, dan motivasi belajar Sedangkan secara substantif tidak signifikan antara obesitas dengan prestasi belajar, karena perbedaan prestasi belajarnya sangat kecil.

2. Terdapat hubungan negatif antara sindrom pra mensruasi dengan pretasi belajar, yang secara statistik signifikan. Siswa yang mengalami sindrom pra menstruasi memiliki prestasi belajar 0,56 point lebih rendah daripada siswa yang tidak mengalami sindrom pra menstruasi (b = -0,56, CI 95% -1,27 hingga 0,14). Koefisien tersebut sudah mengontrol pengaruh obesitas, inteligensi, dan motivasi belajar (Tabel 4.3). Sedangkan secara substantif tidak signifikan antara sindrom pra menstruasi dengan prestasi belajar, karena perbedaan prestasi belajarnya sangat kecil.

 

E. Saran

Berikut adalah beberapa saran yang dapat dikemukakan terkait dengan penelitian yang telah dilakukan :

Bagi siswa

Adanya kerjasama yang baik dari siswa yang mengalami obesitas dan sindrom pra menstruasi untuk menambah wawasan tentang keadaan yang dialami, sehingga bisa mengatasi permasalahan yang dihadapi agar tidak berpengaruh terhadap prestasi belajarnya.

Bagi peneliti selanjutnya

Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian untuk meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar siswa.