Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Hubungan Modal Finansial dan Modal Sosial Ibu dgn Status Gizi Balita

Judul Skripsi : Hubungan Modal Finansial dan Modal Sosial Ibu dengan Status Gizi Balita di Wilayah Puskesmas Miri Kabupaten Sragen

 

A. Latar Belakang Masalah

Hubungan antara modal finansial dan status gizi balita melewati faktor struktural, bukan sekedar persepsi tentang kesenjangan pendapatan. Faktor struktural tersebut, yaitu proses ekonomi dan keputusan politik mengkondisikan tersedianya sumber-sumber daya bagi individu-individu, dan membentuk infrastruktur publik seperti pendidikan, pelayanan kesehatan, transportasi, kontrol lingkungan, ketersediaan makanan, kualitas perumahan, regulasi kesehatan kerja yang membentuk matriks “neo-materialis” tentang kehidupan kontemporer .

Pengaruh kesenjangan pendapatan terhadap kesehatan mencerminkan tidak hanya ketiadaan atau kekurangan sumberdaya yang dihadapi individu-individu, tetapi juga rendahnya investasi pada berbagai infrastruktur komunitas. Pada level mikro, kesenjangan modal finansial individu berimplikasi kepada sedikitnya sumberdaya ekonomi yang dimiliki orang-orang miskin, sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan mereka dalam menghindari risiko, status gizi rendah pada balitanya. Pada level makro, kesenjangan modal finansial menyebabkan rendahnya investasi sosial dan lingkungan (perumahan sehat dan aman, sekolah yang baik, dan sebagainya) yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan di antara orang-orang miskin. Namun sejauh pengetahuan peneliti belum ada penelitian empiris di Indonesia yang mendukung teori tersebut.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah hubungan modal finansial dengan status gizi balita?
  2. Adakah hubungan modal sosial ibu dengan status gizi balita?
  3. Adakah hubungan modal finansial dan modal sosial Ibu dengan status gizi balita?

 

C. Tujuan Penelitian Skripsi

Tujuan umum

  1. Menganalisis modal finansial ibu balita
  2. Menganalisis modal sosial ibu balita.
  3. Menganalisis status gizi balita.

Tujuan khusus

Menganalisa hubungan modal finansial dan modal sosial ibu dengan status gizi balita

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan di atas maka dapat disimpulkan hipotesis sebagai berikut :

1. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara modal finansial dengan status gizi balita. Variabel bebas pertama memberikan sumbangan efektif sebesar 23,9 % dengan status gizi balita.

2. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara modal sosial dengan status gizi balita. Variabel bebas kedua memberikan sumbangan efektif sebesar 6.0 % dengan status gizi balita.

3. Ada hubungan yang positif dan signifikan secara bersama – sama antara modal finansial dan modal sosial dengan status gizi balita. Kedua variabel bebas secara bersama –sama memberikan sumbangan efektif sebesar 29,9 % dengan status gizi balita.

 

E. Saran

Berdasarkan temuan-temuan penelitian diusulkan saran-saran sebagai berikut:

1. Upaya keluarga untuk meningkatkan pendapatan akan sangat bermanfaat karena merupakan faktor penting yang mampu meningkatkan status gizi balita khususnya dan gizi keluarga umumnya.

2. Modal sosial merupakan modal yang mengacu pada hubungan antar individu yang dapat memberikan dampak bagi kesehatan dan nutrisi. Apabila modal sosial ibu tinggi maka status gizi balita baik lebih besar dari ibu dengan modal sosial rendah, peran serta ibu dalam pertemuanpertemuan memudahkan untuk mengakses informasi khususnya tentang kesehatan, contohnya di kelompok pertemuan Posyandu, Dasawisma dan lain-lain.

3. Bagi ibu-ibu harus lebih banyak memperhatikan tentang gizi anak balitanya dan keluarga pada umumnya.

4. Penelitian yang akan datang perlu menggunakan desain longitudinal untuk memastikan hubungan temporal antara modal finansial dan modal sosial dengan status gizi balita.