Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Hubungan Minat dan Motivasi Menjadi Perawat

Judul Skripsi : Hubungan Minat dan Motivasi Menjadi Perawat dengan Prestasi Belajar (Pada Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hutama Abdi Husada Tulungagung)

 

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hutama Abdi Husada Tulungagung merupakan institusi pendidikan yang mempunyai sejarah cukup panjang diantaranya dimulai pendidikan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) yang berdiri mulai tahun 1986, kemudian pada tahun 1999 konversi menjadi Akademi Keperawatan (AKPER), dan pada tahun 2009 berubah bentuk menjadi STIKes (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan), diantaranya ada 3 Program Studi yaitu Program S-1 Keperawatan, Program D-III Keperawatan dan yang masih dalam proses D-III Kebidanan. Indeks Prestasi Komulatif merupakan angka yang menunjukkan prestasi atau kemajuan belajar mahasiswa secara komulatif mulai dari semester pertama sampai dengan semester paling akhir yang telah ditempuh. Adapun predikat kelulusan program D-III Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hutama Abdi Husada Tulungagung, ditetapkan sebagai berikut: (1) IPK 2,00 – 2,75 dengan predikat memuaskan, (2) IPK 2,76 – 3,50 dengan predikat sangat memuaskan, (3) IPK 3,51 – 4,00 dengan predikat pujian (cumlaude). Minat dan motivasi menjadi suatu hal yang sangat penting dalam menentukan sikap seseorang untuk meraih sesuatu yang diinginkan. Apabila mahasiswa memiliki minat dan motivasi yang tinggi untuk menjadi perawat, tentunya akan didorong oleh prestasi belajar yang giat pula. Tetapi kenyataannya, bila melihat fenomena sekarang, banyak mahasiswa yang tidak begitu berminat untuk menjadi perawat. Oleh karena itu akan sangat berpengaruh terhadap minat dan motivasi untuk meraih prestasi. Padahal bila melihat prospek ke depan, seorang lulusan Program Studi D-III Keperawatan mempunyai prospek yang cukup menjanjikan yaitu bisa menjadi perawat profesional yang bisa diandalkan kemampuan, ketrampilan dan sikap yang profesional.

Dari uraian diatas dapat dilihat apabila minat dan motivasi menjadi perawat rendah maka keinginan belajar akan berkurang, dan bisa menurunkan prestasi belajar, sehingga menjadikan lulusan perawat yang kurang profesional. Untuk mencapai Indeks Prestasi Komulatif yang tinggi dengan kategori pujian maka dibutuhkan minat dan motivasi yang tinggi untuk menjadi perawat. Oleh karena itu sangatlah penting untuk mengidentifikasi adanya ”Hubungan Minat dan Motivasi Menjadi Perawat dengan Prestasi Belajar (Pada Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hutama Abdi Husada Tulungagung)”.

 

B. Perumusan Masalah

Dari latar belakang masalah tersebut diatas, peneliti mengambil perumusan masalah “Apakah Ada Hubungan Antara Minat dan Motivasi Menjadi Perawat dengan Prestasi Belajar (Pada Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hutama Abdi Husada Tulungagung)?”.

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Menganalisa hubungan minat dengan prestasi belajar
  2. Menganalisa hubungan motivasi dengan prestasi belajar
  3. Menganalisa hubungan minat dan motivasi dengan prestasi belajar

 

D. Kesimpulan

1. Ada hubungan antara minat menjadi perawat dengan prestasi belajar mahasiswa, ditunjukkan dengan nilai rhitung>rtabel yaitu 0,764 > 0,159 (ρ= 0.000)

2. Ada hubungan antara motivasi menjadi perawat dengan prestasi belajar mahasiswa, ditunjukkan dengan nilai rhitung>rtabel yaitu 0,632 > 0,159 (ρ= 0.000)

3. Terdapat hubungan yang signifikan secara bersama antara minat dan motivasi menjadi perawat dengan prestasi belajar mahasiswa, ditunjukkan dengan nilai F hitung lebih besar dari F tabel (103.58 > 4.78)