Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Hubungan Kekerabatan Bahasa Malagasy dgn Bahasa Maanyan

Judul Skripsi : Hubungan Kekerabatan Bahasa Malagasy dengan Bahasa Maanyan

 

A. Latar Belakang Masalah

Kaitannya dengan studi komparatif antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lainnya, Keraf (1990) mengemukakan bahwa: “perbandingan antara dua bahasa atau lebih dibenarkan seumur dengan kelahiran bahasa itu sendiri. Hal itu tidak bisa dihindari karena pengenalan dengan bahasa lain selalu lebih menarik manusia untuk mengetahui atau menganalisis seberapa jauh persamaan dan perbedaan aspek-aspek kebahasaannya.” Jadi penguasaan terhadap suatu bahasa juga dapat ditempuh dengan cara mengadakan studi komparatif antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain dalam satu rumpun bahasa tertentu, seperti bahasa Malagasy dan bahasa Maanyan yang merupakan bahasa berasal dari satu anggota rumpun bahasa yakni rumpun bahasa Austronesia.

Rumpun bahasa adalah sekelompok bahasa yang mempunyai kesamaan dalam tata bahasa, bunyi bahasa dan perbendaharaan kata. Hal ini merupakan dasar bahwa bahasa tersebut memiliki unsur kesamaan dengan bahasa aslinya. Selanjutnya rumpun bahasa berangsur-angsur mengalami perubahan yang kemudian disebut sejarah perkembangan bahasa. Perkembangan itu menghasilkan berbagai macam kaidah dan aturan. Ini berarti bahwa bahasa yang satu dilahirkan dari bahasa yang lain. Dengan demikian, bahasa Malagasy, bahasa Maanyan dan lainnya dilahirkan dari sebuah hipotesis bahasa proto Austronesia yang kemudian berangsur-angsur mengalami perubahan sesuai dengan kaidah masing-masing bahasa tersebut. Dari pembagian di tersebut semakin jelaslah bahwa bahasa Malagasy termasuk subkelompok bahasa Melayu-polinesia Barat yang serumpun dengan bahasa Maanyan yang berasal dari satu rumpun bahasa yakni bahasa Austronesia.  Sebagaimana dikatakan di atas bahwa banyak rumpun bahasa Austronesia memperlihatkan bentuk-bentuk yang sama dalam fonologi, morfologi dan perbendaharaan kata. Di bawah disajikan sebagai contoh untuk menunjukkan kekerabatan, kata-kata bilangan dari satu sampai sepuluh dalam beberapa bahasa Austronesia.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah sistem fonologis bahasa Malagasy dan bahasa Maanyan secara sinkronis?
  2. Bagaimanakah memerikan refleks fonem-fonem PMP pada kedua bahasa tersebut agar ditemukan bukti-bukti kekerabatan berupa pembaruan(Inovasi) yang memperlihatkan keeratan hubungan historis antar bahasa itu secara diakronis?
  3. Bagaimanakah hubungan kekerabatan bahasa dengan membandingkan kata kerabat (kognat) dengan teknik leksikostatistik dan teknik rekonstruksi agar mengetahui persentase kekerabatan yang dapat menjelaskan peringkat kekerabatan secara kuantitatif dan kualitatif?

 

C. Tujuan Penelitian

Mendeskripsikan sistem fonologis BMs dan BMy secara sinkronis.

  1. Mendeskripsikan BMs dan BMy secara diakronis dengan cara memerikan refleks fonem-fonem PMP pada kedua bahasa tersebut agar ditemukan buktibukti kekerabatan berupa pembaruan (Inovasi) yang memperlihatkan keeratan hubungan historis antar bahasa itu.
  2. Mendeskripsikan hubungan kekerabatan bahasa dengan membandingkan kata kerabat (kognat) dengan teknik leksikostatistik dan teknik rekonstruksi agar mengetahui persantase kekerabatan yang dapat menjelaskan peringkat kekerabatan secara kuantitatif dan kualitatif.

 

D. Kesimpulan Skripsi

Berdasarkan analisis yang telah diuraikan, maka dapat ditarik simpulan bahwa bahasa Malagasy dan bahasa Maanyan memperlihatkan sejumlah persamaan dan perbedaan. Dari kajian sinkronis dan diakronis terlihat adanya ciri-ciri individual atau detail khas, yang menjadi bukti bahwa keduanya memiliki sejarah perkembangan yang berbeda. Di samping itu, dari kajian tersebut juga diketahui adanya ciri bersama atau fakta khas yang menjadi bukti bahwa keduanya pernah mengalami kesamaan sejarah, sehingga dapat disimpulkan kedua bahasa ini merupakan bahasa yang digolongkan dalam bahasa berkerabat. Hal tersebut didukung dengan pembuktian dari kajian sinkronis pada aspek fonologi.