Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Hubungan Desentralisasi Fiskal dgn Belanja Pembangunan

Judul Skripsi : Analisis Hubungan Desentralisasi Fiskal dengan Belanja Pembangunan di Kabupaten Klaten

 

A. Latar Belakang

Meningkatnya pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Klaten, menuntut juga peningkatan pemberian pelayanan kepada masyarakat serta usaha peningkatan pertumbuhan perekonomian daerah, diperlukan sumbersumber penerimaan daerah yang potensial. Sumber-sumber penerimaan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi berasal dari:

1. Pendapatan Asli Daerah (PAD), terdiri dari :

  1. Pajak Daerah
  2. Retribusi Daerah
  3. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan
  4. Lain-lain PAD yang sah

2. Dana Perimbangan, terdiri dari :

  1. Dana Bagi Hasil
  2. Dana Alokasi Umum
  3. Dana Alokasi Khusus
  4. Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah meliputi hibah, dana darurat dan lain-lain pendapatan yang ditetapkan pemerintah.

Permasalahannya sekarang adalah apakah perubahan kebijakan otonomi daerah yang diterapkan di Kabupaten Klaten selama ini sudah mempunyai dampak sesuai dengan yang diharapkan? Pertanyaan ini diajukan untuk menjawab dasar pemikiran dari pelaksanaan otonomi daerah, dimana dengan desentralisasi fiskal akan dicapai efektifitas dan efisiensi pendanaan pembangunan sehingga pertumbuhan ekonomi akan semakin tinggi/cepat.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana hubungan desentralisasi fiskal dengan Belanja Pembangunan daerah di Kabupaten Klaten?
  2. Bagaimana perkembangan hubungan desentralisasi fiskal dengan Belanja Pembangunan daerah di Kabupaten Klaten selama tahun 2005-2009?

 

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui:

  1. Hubungan desentralisasi fiskal dengan Belanja Pembangunan daerah di Kabupaten Klaten.
  2. Perkembangan hubungan desentralisasi fiskal dengan Belanja Pembangunan daerah di Kabupaten Klaten selama tahun 2005-2009.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan, maka dalam penelitian ini dapat disimpulkan:

  1. Terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara dana perimbangan dengan belanja pembangunan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai korelasi product moment (r) yang diperoleh sebesar 0,968 atau nilai r memiliki koefisien interval 0,80 – 1,000.
  2. Terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara lain-lain penerimaann yang sah dengan belanja pembangunan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai korelasi product moment (r) yang diperoleh sebesar 0,837 atau nilai r memiliki koefisien interval 0,80 – 1,000.
  3. Terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara pendapatan asli daerah dengan belanja pembangunan Hal ini ditunjukkan oleh nilai korelasi product moment (r) yang diperoleh sebesar 0,886 atau nilai r memiliki koefisien interval 0,80 – 1,000.

 

E. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis memberikan saran kepada:

  1. Transfer pemerintah pusat tidak hanya digunakan untuk membiayai belanja rutin daerah, tetapi juga untuk mendukung belanja pembangunan dengan melakukan alokasi perencanaan, penganggaran dan pemilihan proyekproyek investasi publik yang sesuai dengan kondisi daerah sehingga standar pelayanan publik dapat dioptimalkan yang ditujukan kepada masyarakat.
  2. Menerapkan asas transparansi terhadap sumber-sumber pendapatan daerah yang ditetapkan Pemerintah, untuk menekan potensi penyimpangan dan penggelapan sumber-sumber pendapatan daerah, supaya dapat digunakan untuk pembiayaan pembangunan secara efektif dan efisien.