Hubungan Antara Sistem Pembiayaan Dengan Kualitas Pelayanan

Latar Belakang Masalah Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan

Menurut WHO dan Azwar, cara pembayaran adalah cara pengguna pelayanan kesehatan membayar kepada pelaksana kesehatan di Rumah Sakit, Puskesmas, atau Praktek Swasta. Ada dua cara pembayaran kepada pelaksana pelayan kesehatan yaitu langsung dan melalui asuransi kesehatan (Azwar, 1998).

Beberapa pasien Puskesmas merasa bahwa pelayanan kesehatan terhadap pasien dengan cara pembayaran langsung dan cara pembayaran melalui asuransi kesehatan dibedakan. Pasien dengan cara pembayaran melalui asuransi kesehatan kadang-kadang merasa enggan menggunakan kartu asuransi kesehatannya karena kawatir pelayanan kesehatan yang dia dapatkan akan lain dengan pasien yang cara pembayaran langsung (DepKes, 2009).

Rumusan Masalah

Adakah hubungan antara sistem pembiayaan dengan kualitas pelayanan kesehatan?

Tujuan Penelitian

  • Tujuan Umum :

Mengetahui hubungan antara sistem pembiayaan, yaitu pembayaran langsung, Askes PNS dan Jamkesmas dengan kualitas pelayanan di Puskesmas.

  • Tujuan Khusus :
  1. Menyajikan pencapaian kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien dengan sistem pembiayaan langsung di Puskesmas Slogohimo Wonogiri.
  2. Menyajikan pencapaian kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien dengan sistem pembiayaan Askes PNS di Puskesmas Slogohimo Wonogiri.
  3. Menyajikan pencapaian kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien dengan sistem pembiayaan Jamkesmas di Puskesmas Slogohimo Wonogiri.

Kesimpulan

Penelitian ini mendukung hipotesis bahwa terdapat hubungan antara sistem pembiayaan yang secara statistik signifikan terhadap kualitas pelayanan sebagaimana dipersepsikan oleh pasien (F = 15,75 ; p < 0,001). Kualitas pelayanan yang diterima oleh pasien Jamkesmas dari provider (dokter, perawat, bidan dan petugas administrasi) rata-rata 6,9 poin lebih rendah dari pada kualitas pelayanan yang diterima pasien Askes PNS. Perbedaan tersebut secara statistik signifikan (p < 0,001).

Kualitas pelayanan yang diterima oleh pasien Askes PNS dari pemberi pelayanan kesehatan (dokter, perawat, bidan dan petugas administrasi) rata-rata 10,0 poin lebih rendah dari pada kualitas pelayanan yang diterima pasien umum yang membayar dengan cara langsung (out of pocket). Perbedaan tersebut secara statistik signifikan (p < 0,001). Kualitas pelayanan yang diterima oleh pasien Jamkesmas dari pemberi pelayanan kesehatan (dokter, perawat, bidan dan petugas administrasi) rata-rata 17,0 poin lebih rendah dari pada kualitas pelayanan yang diterima pasien umum yang membayar dengan cara langsung (out of pocket). Perbedaan tersebut secara statistik signifikan (p < 0,001).

Data kualitatif dari pemberi pelayanan kesehatan belum ada maka untuk mejawab pertanyaan mengapa kualitas pelayanan bisa berbeda pada sistem pembiayaan perlu dilakukan penelitian kualitatif dari pemberi pelayanan kesehatan.

Saran

Kepala puskesmas dengan seluruh stafnya perlu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien Askes PNS dan Jamkesmas, sehingga tidak terdapat kesenjangan dengan kualitas pelayanan yang diberikan bkepada pasien umum (pasien yang membayar langsung). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan sistem pembiayaan dengan kualitas pelayanan, dengan mengendalikan faktor-faktor perancu yang juga mempengaruhi persepsi pasien tentang kualitas pelayanan, misalnya tingkat pendidikan pasien, frekuensi berobat, jenis penyakit dan sosial ekonomi. Perlu dilakukan penelitian yang sama di puskesmas lainnya sehingga berguna untuk menarik kesimpulan umum berdasar temuan penelitian ini.