Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Hubungan Antara Pengetahuan Kesehatan Reproduksi tentang Seks Bebas pada Remaja

Judul Skripsi : Hubungan Antara Pengetahuan Kesehatan Reproduksi, Keyakinan Agama dan Kelompok Sebaya dengan Sikap tentang Seks Bebas pada Remaja

A. Latar Belakang

Sikap seks bebas pada remaja bisa berwujud positif ataupun negatif, sikap positif kecenderungan tindakan adalah mendukung seksual pranikah sedangkan sikap negatif kecenderungan tindakan adalah menghindari seksual pranikah remaja (Azwar, 2009).

Berdasarkan hasil survey PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) tahun 2003 dan survey IRRMA (Indonesian Reproductive Health & Right Monitoring and Advocation) tahun 2004, risiko yang dihadapi remaja menyangkut perkembangan kesehatan reproduksi dan seksualnya, antara lain sebanyak 15,8 % mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Selain itu, sebanyak 30,6 % remaja terkena infeksi HIV/AIDS dan 24,4 % terlibat pelacuran (Jameela, 2008). Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang tahun 2010-2011, didapatkan angka seks bebas antara Remaja Putri (0,28%-0,42%) lebih tinggi dibanding remaja putra (0,22%-0,31%) baik yang ditemukan di sekolah maupun di luar sekolah.

 

B. Rumusan Masalah

Apakah ada hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi, keyakinan agama dan kelompok sebaya dengan sikap tentang seks bebas pada remaja?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Menganalisis hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi, keyakinan agama dan kelompok sebaya dengan sikap tentang seks bebas pada remaja.

Tujuan Khusus

  1. Mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap tentang seks bebas pada remaja.
  2. Mengetahui hubungan antara keyakinan agama dengan sikap tentang seks bebas pada remaja.
  3. Mengetahui hubungan antara kelompok sebaya dengan sikap tentang seks bebas pada remaja.
  4. Mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dan kelompok sebaya dengan sikap tentang seks bebas pada remaja.
  5. Mengetahui hubungan antara keyakinan agama dan kelompok sebaya dengan sikap tentang seks bebas pada remaja.

 

D. Kesimpulan

  1. Ada hubungan yang secara statistik signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dan kelompok sebaya dengan sikap seks bebas. Setiap peningkatan 1 poin pengetahuan akan meningkatkan sikap tentang seks bebas sebesar 0,92 poin (b = 0,92; CI = 95% dari 0,33 hingga 1,51; p = 0,003).
  2. Ada hubungan yang secara statistik signifikan antara keyakinan agama dan kelompok sebaya dengan sikap seks bebas. Setiap peningkatan 1 poin keyakinan agama akan meningkatkan sikap tentang seks bebas sebesar 1,06 poin (b = 1,06; CI = 95% dari 0,74 hingga 1,38; p = 0,000).

E. Saran

1. Bagi Remaja

Diharapkan remaja lebih selektif dalam memilih teman agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dan seks bebas, meningkatkan keaktifannya mengikuti penyuluhan kesehatan, konsultasi kepada petugas kesehatan, membaca buku, majalah, koran, internet mengenai seks bebas dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuannya sehingga mampu menentukan sikap positif.

2. Bagi Institusi Pendidikan

Diharapkan STIKES ICME Jombang bisa lebih menjalin komunikasi dengan mahasiswi, bisa mengarahkan mahasiswi ke kegiatan yang bersifat  positif seperti penanaman agama, kegiatan ekstra kurikuler yang positif, serta mengembangkan kegiatan konseling kesehatan reproduksi

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Diharapkankan agar peneliti selanjutnya melakukan kajian faktor lain yang berpengaruh terhadap sikap seks bebas seperti persepsi, nilai, dukungan sosial (tokoh masyarakat, tokoh agama).