Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Hubungan Antara Kemampuan Penalaran dan Kebiasaan Membaca Karya Sastra

Judul Skripsi : Hubungan Antara Kemampuan Penalaran dan Kebiasaan Membaca Karya Sastra dengan Kemampuan Mengapresiasi Cerita Pendek

A. Latar Belakang Masalah

Kebiasaan membaca dapat ditingkatkan dan dikembangkan.Tampubolon dalam bukunya Kemampuan Membaca (1990: 229) menjelaskan bahwa fundasi kuat untuk membentuk kebiasaan membaca pada anak adalah menumbuhkan minat membaca. Minat membaca dapat ditumbuhkan melalui proses belajar mengajar di sekolah. Demikian juga minat membaca karya sastra dapat ditumbuhkan, agar menjadi kebiasaan. Apabila siswa memiliki kebiasaan membaca karya sastra diduga dapat meningkatkan kemampuan apresiasi sastra.

Jenis sastra ada prosa, puisi, dan drama. Prosa ada yang berbentuk cerpen, novel, dan roman. Hal ini sesuai dengan pendapat Rene Wellek dan Austin Warren yang mengatakan bahwa teori sastra modern membagi satra rekaan menjadi fiksi (novel, cerpen, epik), drama, dan puisi. Dalam penelitian ini yang dijadikan objek kajian adalah kemampuan penalaran, kebiasaan membaca karya sastra, dan kemampuan mengapresiasi cerpen.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut.

  1. Apakah terdapat hubungan antara kemampuan penalaran dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek?
  2. Apakah terdapat hubungan antara kebiasaan membaca karya sastra dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek?
  3. Apakah terdapat hubungan secara bersama-sama antara kemampuan penalaran dan kebiasaan membaca karya sastra dengan kemampuan mengapresiasi ceita pendek?

 

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini mempunyai dua tujuan , yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Adapun kedua tujuan tersebut secara rinci diuraikan sebagai berikut.

Tujuan Umum

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui tentang kemampuan penalaran,kebiasaan membaca karya sastra, dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek siswa SMA Negeri Kota Magelang.

 

Tujuan Khusus

Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya:

  1. hubungan kemampuan penalaran dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek.
  2. hubungan antara kebiasaan membaca karya sastra dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek.
  3. hubungan antara kemampuan penalaran dan kebiasaan membaca karya sastra secara bersama-sama dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek.

 

D. Simpulan

Pertama, terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan penalaran dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek siswa Kelas XI SMA Negeri se- Kota Magelang. Kemampuan penalaran memberikan sumbangan positif kepada kemampuan mengapresiasi cerita pendek. Keduanya terdapat hubungan seiring, maksudnya semakin tinggi kemampuan penalaran semakin tinggi pula kemampuan mengapresiasi cerita pendek.

Kedua, terdapat hubungan positif dan signifikan antara kebiasaan membaca karya sastra dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek siswa XI SMA Negeri se- Kota Magelang. Kebiasaan membaca karya sastra memberikan sumbangan positif kepada kemampuan mengapresiasi cerita pendek. Kedua variabel tersebut ada  seiring, artinya semakin tinggi frekuensi membaca karya sastra semakin tinggi kemampuan mengapresiasi cerita pendek.

Ketiga, terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan penalaran dan kebiasaan membaca karya sastra secara bersama-sama dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek siswa kelas XI SMA se- Kota Magelang. Semakin tinggi kemampuan penalaran dan semakin tinggi frekuensi membaca karya sastra, maka hasil kemampuan mengapresiasi cerita pendek semakin tinggi.

Incoming search terms: