Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Hubungan Antara Kadar C-Reactive Protein dengan Kadar Feritin Serum

Judul Skripsi : Hubungan Antara Kadar C-Reactive Protein dengan Kadar Feratin Serum Pada Anak dengan Gizi Kurang Usia 7-9 Tahun di Sekolah Dasar Surakarta

 

A. Latar Belakang Masalah

Kepustakaan menyatakan kadar feritin serum tidak dapat menggambarkan indeks cadangan besi dalam tubuh pada saat terjadi kerusakan sel tubuh. Feritin diproduksi oleh sistem RS. Sistem RS berperan penting dalam proses metabolisme zat besi saat pembentukan hemoglobin dari sel darah merah senescent. Proses inflamasi dan infeksi akut akan memicu blokade pelepasan zat besi sehingga akan menurunkan kadar zat besi serum. Peningkatan kadar feritinn serum menggambarkan respons klinis terhadap mikroorganisme (Worwood, 1990; Griffiths, 1991; Wooldridge dan Williams, 1993; Krol dan Cunha, 2003). Peningkatan kadar feritin serum terlihat pada penderita ensefalitis dan peningkatannya sebanding dengan peningkatan protein fase akut (Cunha et al., 2004). Peningkatan kadar feritin serum juga terlihat pada penderita infeksi virus dengue (Chaiyaratana et al., 2008). Penelitian oleh Beard et al memperlihatkan hubungan yang signifikan antara peningkatan kadar feritin serum dengan kadar protein fase akut yaitu CRP dan AGP (Beard et al., 2006).

Anak yang dipilih pada penelitian adalah anak dengan umur 7 sampai dengan 9 tahun, pemilihan ini dimaksudkan untuk menyamakan populasi dan untuk menghindari masa pertumbuhan cepat (growth spurt) yang dimulai pada usia 9 tahun.

 

B. Rumusan Masalah

Adakah hubungan antara kadar CRP dengan kadar feritin serum pada anak dengan gizi kurang usia 7-9 tahun di Surakarta?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan umum

  • Menentukan hubungan antara kadar CRP dengan kadar feritin serum pada anak dengan gizi kurang usia 7-9 tahun.

Tujuan khusus

  • Mengetahui kadar feritin serum pada anak gizi kurang di sekolah dasar di Surakarta.
  • Mengetahui kadar CRP pada anak gizi kurang di sekolah dasar di Surakarta.
  • Menganalisis hubungan antara kadar CRP dengan kadar feritin serum pada anak dengan gizi kurang usia 7-9 tahun di sekolah dasar di Surakarta.

 

D. Simpulan Skripsi

Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar CRP dengan kadar feritin serum pada anak dengan gizi kurang usia 7-9 tahun di Surakarta. Anak yang mengalami peningkatan kadar CRP mempunyai kesempatan 6,33 kali mengalami peningkatan kadar feritin serum (p = 0,006; 95% CI 1,6 – 23,8).

 

E. Saran

Kadar feritin serum dapat digunakan sebagai prediksi adanya proses inflamasi, seperti halnya kadar CRP. Penelitian ini merupakan uji potong lintang, sehingga peneliti tidak dapat menentukan sebab dan akibat. Kelemahan kedua yaitu peneliti hanya berdasarkan satu kali pengambilan sampel darah, sehingga peneliti tidak dapat melihat perubahan kadar CRP dan kadar feritin serum yang dapat terjadi pada saat terdapat proses inflamasi. Diperlukan penelitian selanjutnya dengan metode cohort yang lebih baik untuk melihat hubungan sebab dan akibat antara kadar CRP dan kadar feritin.