Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Hasil Produksi Padi Dan Nilai Carbon Budget Pada Beberapa Macam Praktik Budidaya Padi

Latar Belakang Masalah Pembudidayaan Padi 

Emisi gas diturunkan dengan budidaya padi ramah lingkungan. Untuk Itu perlu dicari budidaya padi yang rendah kehilangan C dengan cara mengukur masukan, simpanan dan keluaran C serta masukan bahan organik yang menekan laju gas CO2 dan CH4 dan hal tersebut merupakan salah satu upaya mitigasi. Mitigasi emisi gas rumah kaca adalah upaya untuk menekan laju emisi gas rumah kaca dari berbagai kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas manusia(Ravindranath et al., 2008). Sumber pelepasan gas rumah kaca berhubungan erat dengan berbagai sektor yang berkaitan langsung dengan kehidupan manusia seperti energi, industri, pertanian, kehutanan, dan pengelolaan limbah(Casper, 2010).

Hasil Produksi Padi

Hasil Produksi Padi

 

Sumbangan utama emisi pada lahan sawah adalah penggunaan pupuk. Pemberian bahan organik pada lahan sawah akan menyebabkan bahan organik terdekomposisi dalam keadaan anaerob. Dekomposisi bahan organik secara anaerob akan menghasilkan gas berupa CH4. CH4 merupakan salah satu gas rumah kaca yang dapat menyebabkan perubahan iklim global, sehingga perlu adanya rekomendasi mengenai masukan bahan organik dan pengelolaan budidaya padi secara organik melalui carbon budget. Carbon budget merupakan strategi dalam mitigasi gas karbon dengan cara mempertimbangkan masukan carbon kedalam tanah, carbon yang tersimpan dan  carbon yang keluar, sehingga akan tercipta sistim pertanian organik yang sehat dan ramah lingkungan.

Perumusan Masalah

  1. Macam budidaya padi apakah yang dapat menekan secara maksimal emisi CH4 dan CO2, serta hasil padi yang paling optimum.
  2. Bagaimana korelasi antara cara budidaya padi, karakteristik tanah dengan carbon budget.

Tujuan Penelitian

  1. Menentukan macam budidaya padi yang menekan secara maksimal emisi CH4 dan CO2, serta hasil padi yang paling optimum.
  2. Mempelajari korelasi antara cara budidaya padi, karakteristik tanah dengan carbon budget.

Kesimpulan

  1. Semakin lama budidaya padi secara organik diterapkan maka mempunyai indikator tanah dalam mempertahankan C, nilai carbon budget dan hasil tanaman padi yang semakin tinggi.
  2. Sistem pertanian organik menghasilkan carbon budget tertinggi. Carbon budget berhubungan erat dengan saat budidaya padi secara organik, dosis pupuk kandang, kadar bahan organik tanah, dan C-organik tanah dengan hasil yang meningkatkan.
  3. Semakin lama budidaya padi secara organik diterapkan, semakin besar dosis pupuk kandang yang diaplikasikan, dan semakin tinggi kadar bahan organik tanah dan C-organik tanah maka semakin besar carbon budget yang dihasilkan
  4. Semakin tinggi carbon budget dan indikator tanah dalam mempertahankan C cenderung meningkatkan hasil tanaman padi

Saran

Perlu pengembangan teknik pengukuran carbon budget yang mengcover atau melingkupi sejumlah tanaman padi sehingga data yang dihasilkan akan lebih baik.