Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Fungsi Keluarga dgn Peningkatan Derajat Kesehatan

Judul Skripsi : Hubungan Sembilan Fungsi Keluarga dengan Peningkatan Derajat Kesehatan Keluarga di Kabupaten Karanganyar

A. Latar Belakang Masalah

Kegiatan puskesmas di kabupaten Karanganyar yang berhubungan dengan pendidikan kesehatan hingga saat ini adalah kegiatan promosi kesehatan. Laporan kegiatan promosi kesehatan oleh masing–masing puskesmas dan diserahkan ke dinas kesehatan setiap bulan. Kegiatan tersebut berupa penyuluhan–penyuluhan yang dilaksanakan di puskesmas, kelurahan, RW, RT, posyandu, dasa wisma, PKK, baik itu tentang KB/KIA, gizi, imunisasi, P2P, kesehatan lingkungan, PHBS, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan jiwa, dana sehat, dan lain–lain. Penyuluhan dilaksanakan oleh dokter, bidan, paramedis, dan petugas kesehatan lain dengan metode ceramah, demonstrasi, anjangsana, siaran keliling, dan lain–lain (DKK Karanganyar, 2010).

Suatu tantangan besar untuk memberikan pendidikan kesehatan berorientasi pada pendekatan fungsi keluarga yang efektif untuk memelihara kesehatan individu dan keluarga dikarenakan selama ini kesehatan belum menjadi kebutuhan pokok individu dan keluarga. Hal tersebut disebabkan ketidaktahuan dari masyarakat, masyarakat masih menganut paradigma sakit, perilaku yang salah dan banyak yang tidak mampu (Kekalih, 2008).

 

B. Rumusan Masalah

Adakah hubungan sembilan fungsi keluarga dengan derajat kesehatan keluarga?

 

C. Tujuan Penelitian Skripsi

Tujuan Umum :

Mengetahui hubungan sembilan fungsi keluarga (fungsi holistik, fungsi fisiologis, fungsi patologis, fungsi interaksi antar anggota keluarga, fungsi keturunan, fungsi perilaku, fungsi nonperilaku, fungsi indoor, dan fungsi outdoor keluarga) dengan derajat kesehatan keluarga (dengan indikator mortalitas, morbiditas, dan status gizi).

 

Tujuan Khusus :

  1. Untuk menganalisa adakah hubungan fungsi holistik keluarga dengan derajat kesehatan keluarga di kabupaten Karanganyar
  2. Untuk menganalisa adakah hubungan fungsi fisiologis keluarga dengan derajat kesehatan keluarga di kabupaten Karanganyar

 

D. Kesimpulan

1. Terdapat hubungan signifikan antara sembilan fungsi keluarga dengan peningkatan derajat kesehatan, dan keluarga dengan sembilan fungsi keluarga yang baik memiliki risiko mengalami peningkatan derajat kesehatan seratus delapan belas kali lebih besar daripada keluarga dengan sembilan fungsi keluarga buruk.

2. Terdapat hubungan signifikan antara fungsi holistik keluarga dengan peningkatan derajat kesehatan, dan keluarga dengan fungsi holistik yang baik memiliki risiko mengalami peningkatan derajat kesehatan tiga kali lebih besar daripada keluarga dengan fungsi holistik buruk.

3. Terdapat hubungan signifikan antara fungsi fisiologis keluarga dengan peningkatan derajat kesehatan, dan keluarga dengan fungsi fisiologis yang baik memiliki risiko mengalami peningkatan derajat kesehatan empat kali lebih besar daripada keluarga dengan fungsi fisiologis buruk.