Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Penyuluh Dalam Pemanfaatan Cyber Extension

Latar Belakang Pemanfaatan Cyber Extension

Sesuai dengan Undang-Undang No 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, menyebutkan bahwa bentuk kelembagaan penyuluhan di setiap kecamatan adalah Balai Penyuluhan. Balai Penyuluhan mempunyai kegiatan yang salah satunya sebagai layanan terpadu informasi melalui cyber extension (Badan PPSDMP, 2010).

Kinerja Penyuluh Pertanian

Kinerja Penyuluh Pertanian

 

Pada tahun 2010, Kementerian Pertanian terus mengembangkan Balai Penyuluhan yang berada di setiap kecamatan sebagai pusat informasi pertanian melalui pengembangan cyber extension (penyuluhan melalui internet). Sebanyak 724 (18,32%) Balai Penyuluhan Kecamatan dari 3.953 Balai Penyuluhan Kecamatan yang ada di Indonesia dibantu oleh Kementerian Pertanian satu perangkat alat komputer dan pendukung untuk bisa mengakses cyber extension pada tahun 2010 (Badan PPSDMP, 2010). Berkaitan dengan segala upaya-upaya tersebut, perlu diketahui faktor-faktor yang akan mempengaruhi kinerja penyuluh dalam pemanfaatan cyber extension.

Perumusan Masalah

  1. Bagaimana pelaksanaan cyber extension di Kabupaten Bogor?
  2. Bagaimana tingkat kinerja penyuluh dalam pemanfaatan cyber extension di Kabupaten Bogor?
  3. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi kinerja penyuluh dalam pemanfaatan cyber extension di Kabupaten Bogor?
  4. Bagaimana upaya-upaya perbaikan peningkatan kinerja penyuluh dalam pemanfaatan cyber extension di Kabupaten Bogor?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk:

  1. Mendeskripsikan pelaksanaan cyber extension di Kabupaten Bogor.
  2. Mendeskripsikan tingkat kinerja penyuluh dalam pemanfaatan cyber extension di Kabupaten Bogor.
  3. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja penyuluh dalam pemanfaatan cyber extension di Kabupaten Bogor.
  4. Merumuskan upaya-upaya perbaikan kinerja penyuluh dalam pemanfaatan cyber extension di Kabupaten Bogor.

Kesimpulan Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Pemanfaatan Cyber Extension

  1. Gambaran singkat pelaksanaan cyber extension di Kabupaten Bogor dapat dijelaskan bahwa pelaksanaan cyber extension dimulai semenjak tahun 2010 dengan diawali oleh penyaluran sarana-prasarana komputer, printer dan modem di enam BP3K (dari 12 BP3K se-Kabupaten Bogor). BP4K juga menunjuk dan menetapkan seorang administrator untuk mengelola informasi dalam cyber extension (khusus untuk materi spesifik lokalita dan gerbang daerah). Sosialisasi cyber extension kepada penyuluh diadakan di tiap BP3K dalam pertemuan mingguan. Selain itu perwakilan penyuluh juga ikut serta menghadiri sosialisasi cyber extension di tingkat pusat. Dukungan pembiayaan BP4K adalah melalui biaya internet yang dimasukkan dalam pengeluaran telpon tiap-tiap BP3K. BP4K juga mencetak buku panduan mengenai teknik mengakses cyber extension untuk membantu penyuluh yang tidak bisa mengoperasikan internet, dan belum tahu keberadaan cyber extension.
  2. Kinerja penyuluh pertanian Kabupaten dalam pemanfaatan cyber extension dalam kriteria sangat rendah. Salah satu yang menonjol dari pelaksanaan kinerja tersebut yaitu mencari informasi oleh Penyuluh THL-TBPP, meskipun kecenderungan penyuluh tidak pernah mencari informasi melalui cyber extension. Pelaksanaan kinerja yang paling rendah adalah pengenalan cyber extension kepada petani
  3. Kinerja penyuluh dalam pemanfaatan cyber extension dipengaruhi secara langsung secata signifikan oleh sosialisasi cyber extension kepada penyuluh, komunikasi antara penyuluh dan administrator cyber extension Kabupaten Bogor, dan persepsi penyuluh terhadap cyber extension. Faktor komunikasi antara penyuluh dan admin yang merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja penyuluh dalam pemanfaatan cyber extension.
  4. Faktor yang tidak langsung mempengaruhi kinerja penyuluh dalam pemanfaatan cyber extension adalah faktor penunjang cyber extension, kualitas informasi cyber extension dan karakteristik penyuluh.