Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Adopsi Inovasi Pertanian

Latar Belakang Pengaruh Kecepatan Inovasi Pertanian

Untuk meningkatkan produksi padi di Indonesia diterapkan cara Pengelolaan Tanaman dan Sumber Daya Terpadu (PTT). Dimana PTT adalah suatu pendekatan ekoregional yang ditempuh untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan dengan memperhatikan prinsip-prinsip efisiensi. Dalam pengembangan inovasi teknologi dengan pendekatan PTT, digunakan prinsip sinergisme, yaitu bahwa pengaruh komponen teknologi secara bersama terhadap produktivitas lebih tinggi dari pengaruh komponen tehnologi sendiri-sendiri.

Inovasi Pertanian

Inovasi Pertanian

 

Komponen unggulan PTT Padi antara lain adalah : Pengaturan tata tanam ; Penanaman Varietas unggul ; Pemupukan sesuai dengan kebutuhan : pengendalian Hama dan Penyakit tanaman secara terpadu dan Penanganan proses panen dan pasca panen dengan baik ( Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo, 2009 :8-9 ). Di Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo yang terdiri dari 14 desa. Dari ke-14 desa yang ada baru 12 desa yang mulai diterapkan cara pengelolaan tanaman dan sumber daya terpadu (PTT) dalam rangka meningkatkan produktivitas, produksi dan pendapatan serta kesejahteraan petani.

Perumusan Masalah

  1. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi kecepatan adopsi inovasi pertanian?
  2. Apakah ada hubungan antar faktor-faktor tersebut terhadap kecepatan adopsi inovasi pertanian?

Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan adopsi inovasi pertanian di kalangan petani di Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo.
  2. Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antar faktor-faktor tersebut terhadap kecepatan adopsi inovasi pertanian di kalangan petani di Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo.

Kesimpulan Kecepatan Inovasi Pertanian

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan adopsi inovasi pertanian di kalangan petani di Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo, adalah: Sifat/Karakteristik Inovasi (X1); Sifat/Karakteristik Calon Pengguna (X2); Saluran Komunikasi (X4). Dari faktor X1, indikator yang mempengaruhi kecepatan adopsi inovasi adalah keuntungan relatif dan observabilitas. Dari faktor X2, indikator yang berpengaruh signifikan terhadap kecepatan adopsi inovasi adalah status sosial ekonomi yaitu penguasaan lahan; variabel kepribadian yaitu keberanian ambil resiko; dan perilaku komunikasi yaitu tingkat partisipasi dalam kelompok tani, komunikasi inter-personel dan cari informasi. Sedangkan dari faktor X4, indikator yang berpengaruh adalah saluran antar pribadi dan media massa.
  2. Dari analisa indirect effect terlihat bahwa X1 à X3 à Y arah pengaruhnya negatif; X2 à X3 à Y arah pengaruhnya negatif; dan X5 à X4 à Y arah pengaruhnya positif. Berdasarkan analisa ANOVA dengan SPSS untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara Pengurus dan Anggota Kelompok tani dalam mengdopsi inovasi yakni dengan menganalisis nilai kritis dari tabel F, dan dapat terlihat bahwa p < 0,05 sehingga hipotesa Nol dapat ditolak dan Hipotesa alternatif yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan tingkat adopsi inovasi Pengurus dan Anggota Kelompok tani dapat diterima, yaitu F (1,88) = 47,772 ; p< 0,05.

Saran Inovasi Pertanian

  1. Kepada Dinas Pertanian

Diharapkan dapat menciptakan inovasi yang mendatangkan manfaat bagi petani (keuntungan relative) dan mudah diamati oleh petani sehingga inovasi tersebut dapat lebih cepat diadopsi oleh petani. Pada akhirnya bisa menaikkan produktivitas pertanian dan dapat meningkatkan taraf hidup petani tersebut.

  1. Kepada Penyuluh Pertanian

Diharapkan untuk bisa meningkatkan komunikasi dengan binaan, kesesuaian dengan kebutuhan dan kemampuan ber-empati sehingga inovasi yang dibawakan dapat diadopsi oleh petani dengan lebih cepat.