Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holdings Daerah Pada Pemerintah

Latar Belakang Masalah Pengaruh Cash Holidgs Daerah

Penelitian Gore (2009) yang membuktikan bahwa cash holdings di Amerika Serikat sering digunakan untuk alasan pencegahan dan alasan operasional mendorong motivasi penelitian ini. Motivasi penelitian ini adalah karena praktek cash holdings pada pemerintah daerah di Indonesia masih sehingga perlu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hal ini ditandainya dengan fakta yang menunjukkan bahwa pemerintah daerah di Jawa Bali mempunyai sumber daya yang tinggi, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam, khususnya potensi wisata di Bali yang menghasilkan pendapatan daerah yang besar. Akan tetapi, pendapatan daerah yang tinggi disertai jumlah penduduk yang padat menyebabkan belanja daerah juga mengalami peningkatan. Hal ini menyebabkan kas daerah tidak mampu menutup belanja daerah sehingga diperlukan pinjaman atau utang dari pihak lain (Kompas,2006).

Berkaitan dengan hal tersebut, maka penelitian ini berfokus pada faktorfaktor

yang mempengaruhi cash holdings daerah. Gore (2009) mengemukakan bahwa koefisien variasi pendapatan (coefficient of variation of revenue), dan pertumbuhan (growth) berpengaruh positif terhadap cash holdings daerah. Sedangkan utang per kapita (debt per capita), dan ukuran pemerintah daerah (size) berpengaruh negatif terhadap cash holdings daerah.

Perumusan Masalah

Berbagai bukti empiris yang membuktikan faktor-faktor yang mempengaruhi cash holdings mendasari perumusan masalah penelitian, yaitu:

  1. Apakah koefisien variasi pendapatan (coefficient of variation of revenue) berpengaruh terhadap cash holdings daerah pada pemerintah daerah di Indonesia?
  2. Apakah utang per kapita, ukuran, pertumbuhan berpengaruh terhadap cash holdings daerah pada pemerintah daerah di Indonesia?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan yang dapat untuk memperoleh bukti empiris terkait pengaruh utang per kapita (debt per capita) terhadap cash holdings daerah pada pemerintah daerah di Indonesia.

Kesimpulan

Simpulan ini didasarkan pada hasil pengujian model penelitian dengan model regresi berganda yang menunjukkan bahwa variabel koefisien variasi pendapatan (coefficient of variation of revenue) tidak berpengaruh terhadap cash holdings daerah pada di Indonesia. Variabel utang per kapita (debt per capita) berpengaruh negatif secara signifikan terhadap cash holdings daerah pada pemerintah di Indonesia. Variabel ukuran pemerintah daerah (size) berpengaruh positif secara signifikan terhadap cash holdings daerah pada pemerintah daerah di Indonesia. Variabel pertumbuhan (growth) berpengaruh positif secara signifikan terhadap cash holdings daerah pada pemerintah daerah diIndonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola kas daerah untuk belanja operasi bulanan pemerintah daerah dipengaruhi oleh beban utang setiap masyarakat yang menjadi penduduk pemerintah daerah setempat, populasi dan pertumbuhan populasi dalam suatu pemerintah daerah di Indonesia khususnya pemerintah daerah di Jawa dan Bali.

Saran

  1. Penelitian di bidang serupa hendaknya dilakukan secara berkelanjutan sehingga menghasilkan bukti empiris yang cukup akurat sehingga dapat memberikan kontribusi pada bidang akuntansi tentang faktor yang berpengaruh terhadap cash holdings pada pemerintah daerah di Indonesia.
  2. Penelitian selanjutnya diharapkan memperluas objek penelitian, yaitu pemerintah daerah se Indonesia. bahwa koefisien variasi pendapatan (coefficient of variation of revenue), dan pertumbuhan (growth) berpengaruh positif terhadap cash holdings daerah.Sedangkan utang per kapita (debt per capita), dan ukuran pemerintah daerah (size) berpengaruh negatif terhadap cash holdings daerah.