Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Faktor Risiko yg Paling Berperan terhadap Hipertensi pada Masyarakat

Judul Skripsi : Faktor Risiko yang Paling Berperan terhadap Hipertensi pada Masyarakat di Kecamatan Jatipuro Kabupaten Karanganyar Tahun 2010

A. Latar Belakang Masalah

Data program pengendalian PTM dari kunjungan pasien di Puskesmas Jatipuro menunjukkan bahwa prosentase penyakit tidak menular mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Penyakit hipertensi 5% (tahun 2005) meningkat 5,5% (tahun 2008), penyakit diabetes millitus 1,07% (tahun 2005) meningkat 1,08% (tahun 2008), penyakit asma 1,01 % (tahun 2005) meningkat 1,1% (tahun 2008).

Dari uraian di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Hubungan Faktor Risiko Penyakit Hipertensi Pada Masyarakat Di Kecamatan Jatipuro Tahun 2010”. Dari hasil survei tersebut nantinya akan diketahui faktor-faktor risiko apa saja yang menjadi penyebab penyakit hipertensi di Kecamatan Jatipuro. Sehingga akan membantu dalam pelaksanaan program pengendalian penyakit tidak menular di Jatipuro khususnya penyakit hipertensi. Terutama penyuluhan yang berkaitan tentang perilaku dan gaya hidup yang mendukung terjadinya peningkatan penyakit hipertensi. Baik penyuluhan melalui posyandu lansia maupun posyandu balita.Penelitian ini akan membantu juga tentang prioritas kegiatan PTM serta yang berhubungan dengan faktor risiko penyakit hipertensi. Karena jika tidak dilakukan penelitian atau survei maka dalam melaksanakan kegiatan tidak bisa fokus pada permasalahan yang utama tentang faktor risiko penyakit hipertensi Sehingga faktor risko tersebut dapat dikendalikan.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah jenis pekerjaan merupakan faktor risiko penyakit hipertensi?
  2. Apakah kebiasaan merokok merupakan faktor risiko penyakit hipertensi?
  3. Apakah pola konsumsi makan/minum merupakan faktor risiko penyakit hipertensi?
  4. Apakah kebiasaan mengkonsumsi alkohol merupakan faktor risiko penyakit hipertensi?
  5. Apakah tingkat kebiasaan olah raga merupakan faktor risiko penyakit hipertensi?
  6. Apakah kebiasaan aktifitas fisik merupakan faktor risiko penyakit hipertensi?
  7. Apakah kontrasepsi estrogen merupakan faktor risiko penyakit hipertensi?
  8. Apakah stres kejiwaan merupakan faktor risiko penyakit hipertensi?
  9. Apakah obesitas merupakan faktor risiko penyakit hipertensi?

 

C. Tujuan Penelitian Skripsi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang paling berperan terhadap kejadian hipertensi pada masyarakat di Kecamatan Jatipuro Kabupaten Karanganyar.

 

D. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Variabel yang paling berperan terhadap kejadian hipertensi di Kecamatan Jatipuro adalah :
  2. Ada hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi.
  3. Ada hubungan pola konsumsi asin/garam dengan kejadian hipertensi.
  4. Ada hubungan kebiasaan mengkonsumsi alkohol dengan kejadian hipertensi
  5. Ada hubungan kontrasepsi estrogen dengan kejadian hipertensi.
  6. Variabel yang tidak berperan terhadap kejadian kejadian hipertensi di Kecamatan Jatipuro adalah :
  7. Tidak ada hubungan antara jenis pekerjaan dengan kejadian hipertensi.
  8. Tidak ada hubungan antara tingkat kebiasaan olah raga dengan kejadian hipertensi.
  9. Tidak ada hubungan antara kebiasaan aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi.
  10. Tidak ada hubungan antara stres kejiwaan dengan kejadian hipertensi.
  11. Tidak ada hubungan antara indeks masa tubuh dengan kejadian hipertensi.

 

E. Saran

Agar dalam penelitian selanjutnya dapat dikembangkan untuk penelitian di lain daerah sehingga didapatkan perbedaan dan kesamaan karakteristik. Disamping itu juga diperoleh faktor risiko yang tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi di Kecamatan Jatipuro, yaitu jenis pekerjaan, kebiasaan olah raga, kebiasaan melakukan aktifitas fisik, stres kejiwaan, serta indeks masa tubuh.