Faktor-Faktor yg Mempengaruhi Kebijakan Dividen pada Perusahaan Non-Keuangan

Judul Skripsi : Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen pada Perusahaan Non-Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

 

A. Latar Belakang Masalah

Pasar negara berkembang juga berbeda dari pasar-pasar yang sudah berkembang dalam karakteristik lain seperti tata kelola perusahaan, pengenaan pajak atas dividen dan keuntungan modal (keuntungan penjualan saham yang harga jualnya lebih tinggi dari harga belinya), dan struktur kepemilikan. Selain itu, pasar negara berkembang biasanya ditandai dengan kepemilikan yang terkonsentrasi, dan sistem keuangan adalah bank bukan berbasis pasar. Dalam hal ini, bank dapat memainkan peran penting dalam mendekatkan kesenjangan informasi antara manajemen perusahaan dan pasar yang menyebabkan peran dividen sebagai perangkat untuk sinyal atau mengurangi biaya agensi menjadi kurang penting. Selain itu, perusahaan-perusahaan di pasar negara berkembang lebih tergantung pada kendala keuangan dari pada rekan-rekan mereka di negara maju yang mungkin memiliki pengaruh terhadap kebijakan dividen. Perbedaan-perbedaan ini, dan kekhususan dari pasar tertentu itu sendiri, menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana persaingan teori kebijakan dividen dapat diterapkan di pasar modal Indonesia.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “Faktor-faktor yang mempengaruhi Kebijakan Dividen pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Al-Malkawi (2008) yang meneliti mengenai faktor potensial yang berpengaruh terhadap kebijakan dividen pada developing capital market khususnya Jordan pada perusahaan-perusahaan sektor ekonomi yaitu manufaktur, bank, asuransi, dan jasa. Sedangkan dalam penelitian ini dilakukan pada perusahaan-perusahaan nonkeuangan saja. Tidak dimasukkan perusahaan berbasis industri keuangan seperti perbankan, investasi, asuransi, sekuritas ataupun jasa keuangan lainnya dengan pertimbangan bahwa penilaian atas rasio keuangannya sangat berbeda dengan rasio keuangan perusahaan pada umumnya. Selain itu perusahaan yang berbasis industri keuangan juga diikat dengan aturan yang lebih ketat dibandingkan perusahaan pada industri yang lain (Damasita, 2011).

 

B. Perumusan Masalah Skripsi

  1. Apakah biaya agensi mempunyai pengaruh negatif pada kebijakan dividen?
  2. Apakah ukuran perusahaan mempunyai pengaruh positif pada kebijakan dividen?
  3. Apakah profitabilitas mempunyai pengaruh positif pada kebijakan dividen?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Pengaruh negatif biaya agensi pada kebijakan dividen.
  2. Pengaruh positif ukuran perusahaan pada kebijakan dividen.
  3. Pengaruh positif profitabilitas pada kebijakan dividen.

 

D. Kesimpulan Pengaruh Kebijakan Dividen

1. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai adjusted R2, variasi kebijakan dividen (DPR) dapat dijelaskan oleh ke lima variabel independen biaya agensi (INSD), ukuran perusahaan (SIZE), profitabilitas (ROA), leverage keuangan (FLEVER), pertumbuhan perusahaan (PER) sebesar 19.4%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model.

2. Hasil analisis menggunakan analisis regresi didapatkan bahwa biaya agensi (INSD) tidak berpengaruh pada kebijakan dividen (DPR) pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006 – 2010, sehingga hipotesis pertama yang menyatakan bahwa biaya agensi (INSD) berpengaruh signifikan negatif pada kebijakan dividen (DPR) tidak dapat diterima.

3. Hasil analisis menggunakan analisis regresi didapatkan bahwa ukuran perusahaan (SIZE) tidak berpengaruh pada kebijakan dividen (DPR) pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006 – 2010, sehingga hipotesis kedua yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan (SIZE) berpengaruh signifikan positif pada kebijakan dividen (DPR) tidak dapat diterima.