Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Retribusi Pasar

Judul Skripsi : Faktor-faktor yang Mempengaruhi Retribusi Pasar di Kabupaten Klaten

 

A. Latar Belakang Masalah

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 BAB IV mengatur tentang Retribusi. Objek dan Golongan Retribusi terdiri dari 30 jenis retribusi daerah, yaitu

(1) 14 jenis retribusi jasa umum

(2) 11 jenis retribusi jasa usaha

(3) 5 jenis retribusi perizinan tertentu

Pemungutan retribusi untuk golongan jasa umum dan perizinan tertentu dilakukan berdasarkan kewenangan tiap-tiap daerah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah Pusat, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Pemungutan jenis retribusi yang termasuk dalam golongan jasa usaha dilakukan sesuai dengan pelayanan yang diberikan oleh daerah. Daerah juga diberikan kewenangan untuk memungut jenis retribusi baru sesuai dengan kriteria retribusi yang ditetapkan dalam undang-undang.

Pajak Daerah dan Retribusi Daerah merupakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mampu memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap pendapatan asli daerah. Pajak daerah dan retribusi daerah harus dipungut dan dikelola secara lebih professional. Dengan semakin meningkatnya pelaksanaan pembangunan kegiatan penyediaan jasa, oleh pemerintah daerah untuk kepentingan umum agar dapat menunjang usaha peningkatan perekonomian daerah. Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah yang sangat potensial bagi keuangan daerah. Sektor pajak  daerah dan retribusi daerah merupakan penunjang bagi keuangan daerah untuk membiayai penyelenggaraan pamerintahan dan pembangunan daerah.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

Perumusan masalah dalam penelitian ini lebih ditekankan pada pengungkapan aspek kuantitatif dan kualitatif dalam meneliti masalah.Adapun variabel yang menarik untuk diteliti dalam hal ini ialah bagaimana pengaruh jumlah pedagang adegan, jumlah pedagang kios, jumlah pedagang los dan hari aktifitas terhadap penerimaan retribusi pasar di KabupatenKlaten?

 

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah seperti yang telah dipaparkan di atas, maka penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pedagang adegan,  jumlah pedagang kios, jumlah pedagang los dan hari aktifitas terhadap penerimaann retribusi pasar?

 

D. Kesimpulan

1. Secara bersama-sama variabel jumlah pedagang adegan, jumlah pedagang kios, jumlah pedagang los dan hari aktifitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan retribusi pasar pada taraf signifikan 5%, jadi hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.

2. Secara parsial Jumlah Pedagang Adegan tidak mempengaruhi penerimaan retribusi pasar secara signifikan. Jadi dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ditolak.

3. Secara parsial Jumlah Pedagang Kios mempengaruhi penerimaan retribusi pasar secara signifikan, jadi hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima

4. Secara parsial Jumlah Pedagang Los berpengaruh terhadap penerimaan retribusi pasar secara signifikan berarti hipotesis penelitian ini diterima.

5. Secara parsial Hari Aktifitas mempengaruhi penerimaan retribusi pasar secara signifikan, dengan demikian hipotesis penelitian ini diterima.

E. Saran

1. Disarankan kepada Pemerintah Kabupaten Klaten dalam menetapkan target pendapatan dari sektor retribusi khususnya pada pos retribusi pasar perlu memperhatikan kebijakan untuk melakukan penyesuaian penetapan tarif retribusi yang tertuang dalam peraturan daerah sehingga realisasi pendapatan dapat tercapai sesuai dengan target yang telah ditetapkannya

2. Disarankan kepada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Klaten untuk dapat mengoptimalkan petugas pemungut retribusi pasar dengan mengacu hasil penelitian melalui model empiris yang terbentuk secara proporsional dalam rangka meningkatkan potensi pendapatan asli daerah dari sektor penerimaan retribusi pasar untuk mencapai target

Incoming search terms: