Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Faktor-Faktor yg Mempengaruhi Collaborative Governance dlm Pengembangan Industri Kecil

Judul Skripsi : Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Collaborative Governance dalam Pengembangan Industri Kecil di Kabupaten Ponorogo

 

A. Latar Belakang Skripsi

Adanya keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi industri kecilCkerajinan reyog membuat perkembangan industri kecil kerajinan reyog di kota asal kelahiran reyog belum bisa berkembang pesat. Untuk menyelesaikan permasalahan itu, collaborative governance diperlukan. Collaborative govenance adalah serangkaian pengaturan dimana satu atau lebih lembaga publik yang melibatkan secara langsung stakeholders non state di dalam proses pembuatan kebijakan yang bersifat formal, berorientasi konsensus dan deliberatif yang bertujuan untuk membuat atau mengimplementasikan kebijakan publik atau mengatur program publik. Yang dimaksud stakeholder non state dalam penelitian ini adalah perbankan, pengrajin, seniman dan yayasan reyog. Dengan collaborative governance, pemerintah daerah Ponorogo bisa mendapatkan saran atau nasehat, mitra kerja dari perbankan, yayasan reyog, seniman dan pengrajin dalam pengembangan kerajinan reyog.

Berdasarkan hal inilah, penelitian ini menekankan pada kolaborasi yang dilakukan pemerintah Kabupaten Ponorogo dengan perbankan, yayasan reyog, seniman dan pengrajin untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi para pengrajin dalam upaya pengembangan kerajinan reyog di Kabupaten Ponorogo karena apabila permasalahan ini terus di biarkan dan tanpa ada upaya dari pemerintah maka dapat dimungkinkan produksi kerajinan ini bisa menurun drastis dan terhenti yang nantinya bisa berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup kesenian reyog dan pengrajin reyog.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimana kolaborasi yang dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Ponorogo dalam pengembangan industri kecil kerajinan reyog dan pertunjukan reyog di Kabupaten Ponorogo?
  2. Apa faktor-faktor yang mendukung dan menghambat collaborative governance dalam pengembangan industri kecil kerajinan reyog dan pertunjukan reyog?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui kolaborasi yang dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Ponorogo dalam pengembangan industri kecil kerajinan reyog dan pertunjukan reyog di Kabupaten Ponorogo
  2. Untuk manganalisis faktor-faktor yang mendukung dan menghambat collaborative governance dalam pengembangan industri kecil kerajinan reyog dan pertunjukan reyog

 

D. Kesimpulan

Penyediaan Modal Usaha

Kolaborasi dilakukan oleh Dinas Industri Perdagangan Koperasi dan UKM, Bank Jatim dengan pengrajin. Kolaborasi dilakukan dalam hal penyaluran pinjaman kepada pengrajin dan sosialisasi dukungan informasi penyediaan permodalan dengan menyampaikan informasi atau memberikan penjelasan langsung ke pengrajin atau pengusaha terkait penyediaan permodalan.

Sosialisasi Mengenai Bahan Baku

Kolaborasi dilakukan oleh Dinas Industri Perdagangan Koperasi dan UKM dengan pengrajin. Kolaborasi dilakukan dalam mencari solusi permasalahan bahan baku reyog yang mulai langka dan dilindungi. Dalam pertemuan ini belum dicapai titik temu untuk menyelesaikan masalah bahan baku.

Festival Reyog Nasional

Kolaborasi dilakukan oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Yayasan Reyog dan seniman. Kolaborasi dilakukan untuk mensukseskan acara Festival Reyog Nasional yang selalu ditunggu masyarakat dan bisa mendatangkan keuntungan bagi pengrajin dan masyarakat sekitar.

Pameran

Kolaborasi dilakukan oleh Dinas Industri Perdagangan Koperasi dan UKM, Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga dengan pengrajin. Kolaborasi dilakukan untuk membantu mempromosikan dan memasarkan kerajinan reyog dengan cara pihak dinas meminjam barang dari pengrajin untuk diikutkan dalam pameran.

 

E. Saran

Pengrajin reyog perlu untuk membuat suatu kelompok atau paguyuban pengrajin reyog sehingga diharapkan antara dinas dan pengrajin mudah dalam melakukan koordinasi, memudahkan dinas mengadakan pembinaan dan penyampaian informasi melalui kelompok.